Keratosis Pilaris

DAFTAR ISI
- Apa Itu Keratosis Pilaris?
- Penyebab Keratosis Pilaris
- Faktor Risiko Keratosis Pilaris
- Gejala Keratosis Pilaris
- Diagnosis Keratosis Pilaris
- Pengobatan Keratosis Pilaris
- Apa Kata Studi tentang Keratosis Pilaris?
- Komplikasi Keratosis Pilaris
- Pencegahan Keratosis Pilaris
- Kapan Harus ke Dokter?
Apa Itu Keratosis Pilaris?
Keratosis pilaris adalah kondisi kulit yang terlihat seperti benjolan kecil, mirip kulit ayam. Benjolan ini muncul karena kelebihan keratin, protein yang membantu membentuk rambut, kuku, dan lapisan luar kulit (epidermis).
Benjolan keratosis pilaris mungkin terlihat merah, coklat, putih, atau warnanya mungkin terlihat sama dengan kulit. Namun, kondisi ini umumnya tidaklah berbahaya.
Keratosis pilaris adalah gangguan kesehatan yang biasanya muncul di lengan atas, tetapi juga dapat muncul di bagian lain dari tubuh yang memiliki folikel rambut.
Penyebab Keratosis Pilaris
Lantas, apa penyebab keratosis pilaris?
Penyakit ini terjadi akibat hasil dari penumpukan keratin, protein rambut, di pori-pori. Tepatnya ketika keratin rambut tubuh tersumbat di pori-pori, menghalangi pembukaan folikel rambut yang sedang tumbuh.
Penyebab pasti dari penumpukan keratin ini tidak diketahui. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan kondisi kulit lain seperti dermatitis atopik dan penyakit genetik.
Faktor Risiko Keratosis Pilaris
Keratosis pilaris biasanya lebih sering terjadi pada bayi, balita, anak-anak dan remaja, dan sering memburuk sekitar masa pubertas. Kamu pun lebih mungkin mengidap penyakit ini, jika seseorang dalam keluarga pernah mengalaminya.
Selain itu, kamu juga lebih mungkin mengalami keratosis pilaris jika memiliki:
- Kulit putih.
- Kondisi kulit tertentu, seperti eksim atau ichthyosis vulgaris.
- Asma.
- Hipotiroidisme.
- Sindrom Cushing.
- Diabetes.
- Sindrom Down.
- Obesitas.
Gejala Keratosis Pilaris
Gejala utama dari kerastosis pilaris adalah munculnya benjolan kecil-kecil dan kasar pada kulit. Sebagian besar kasus umumnya ditandai dengan benjolan saja, tanpa memiliki gejala lain.
Namun, pada beberapa kasus tertentu, gejala lain juga bisa terjadi, seperti:
- Kulit gatal atau kering, terutama di punggung lengan atas, kaki, atau bokong (pantat).
- Iritasi pada benjolan yang menyebabkan perubahan warna dan semakin terlihat. Ini kerap disebut sebagai dermatitis lichenoid gesekan.
- Kulit kasar seperti amplas, tepat pada tempat munculnya benjolan.
- Memburuknya benjolan saat udara lebih kering, seperti di musim dingin.
Kondisi lain terkadang dapat menyebabkan gejala ini, seperti kulit gatal dan kering, eksim, psoriasis, alergi dan infeksi jamur.
Muncul Keratosis Pilaris? Dokter Kulit Ini Paham Cara Mengatasinya.
Fakta tentang Keratosis Pilaris
1. Keratosis pilaris kerap disebut sebagai “Kulit Ayam”. Kondisi ini menunjukkan tekstur kulit yang kasar dan berbintik, menyerupai kulit ayam setelah dicabut bulunya.
2. Lebih umum terjadi pada anak dan remaja, serta dapat membaik seiring bertambahnya usia.
3. Cenderung memburuk di musim dingin. Kulit menjadi lebih kering saat udara dingin, sehingga gejala keratosis pilaris bisa lebih terlihat.
Diagnosis Keratosis Pilaris
Berikut ini cara dokter mendiagnosis keratosis pilaris:
1. Wawancara terkait riwayat kesehatan pasien
Langkah pertama, dokter mungkin akan menanyakan ada tidaknya riwayat keluarga dengan kondisi serupa, karena keratosis pilaris sering bersifat genetik.
2. Pemeriksaan fisik
Dokter akan mengamati kondisi kulit, terutama di area lengan atas, paha, pipi, atau bokong, untuk melihat ada atau tidaknya bintik-bintik kecil yang kasar seperti “kulit ayam”.
Selain itu, dokter juga akan mencari tahu ada atau tidaknya gejala lain dari keratosis pilaris.
Diagnosis umumnya cukup dengan pemeriksaan fisik dan riwayat medis, tanpa perlu tes darah atau biopsi, kecuali jika ada dugaan kondisi kulit lain.
Pengobatan Keratosis Pilaris
Bagi sebagian orang, benjolan dapat hilang dengan sendirinya atau menjadi kurang terlihat pada usia sekitar 30 tahun.
Namun, jika benjolan mengganggu, sejumlah metode perawatan mungkin direkomendasikan oleh dokter, seperti:
1. Menggunakan losion pelembap
Kulit yang kering dapat memperburuk keratosis pilaris. Mengoleskan pelembap dapat menjaga kulit agar tetap terhidrasi, sekaligus meminimalkan dan melembutkan benjolan. Kamu bisa oleskan pelembap beberapa kali setiap hari, terutama setelah mandi saat kulit masih lembap.
2. Menggunakan krim obat
Dokter juga dapat meresepkan krim khusus yang tepat untuk kondisi kulitmu, sebagai obat keratosis pilaris.
Biasanya obat keratosis pilaris berupa krim dapat mengandung bahan seperti urea, asam alfa hidroksi, asam salisilat, dan asam glikolat.
Krim vitamin A juga dapat membantu mengurangi penumpukan keratin yang menyebabkan keratosis pilaris.
Namun, berhati-hatilah untuk tidak menggunakan terlalu banyak. Terlalu sering menggunakan krim obat ini dapat mengiritasi kulit.
Simak rekomendasinya pada artikel berikut: Ini 5 Rekomendasi Krim untuk Mengatasi Eksim atau Dermatitis Atopik.
3. Melakukan eksfoliasi
Gunakan loofah, waslap, gel eksfoliasi, atau scrub dan gerakan melingkar kecil untuk mencuci area kulit yang terkena dengan lembut saat mandi. Pastikan untuk tidak menggosok terlalu keras, karena dapat mengiritasi kulit dan memperburuk gejala.
4. Perawatan laser
Perawatan laser dapat membantu memperbaiki perubahan warna yang terkait dengan keratosis pilaris. Prosedurnya harus dilakukan dengan dokter spesialis kulit.
5. Perawatan kulit di rumah
Keratosis pilaris umumnya dapat membaik ketika seseorang mengubah rutinitas hidup mereka. Perubahannya meliputi:
- Mandi lebih singkat (paling lama 15 menit).
- Menggunakan air suam-suam kuku, alih-alih air yang terlalu panas.
- Menggunakan sabun yang ringan saat mandi.
- Menggunakan pelembap udara, yang dapat membantu menghidrasi kulit.
Cari tahu selengkapnya, ini 4 Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris.
Apa Kata Studi tentang Pengobatan Keratosis Pilaris?
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Dermatological Treatment pada Mei 2022 meneliti berbagai metode pengobatan untuk keratosis pilaris (KP) dan variannya.
Studi ini menemukan bahwa, terapi laser merupakan bentuk perawatan yang paling didukung untuk mengatasi keratosis pilaris. Selain itu, perawatan topikal seperti penggunaan minyak alami, azelaic acid, dan asam salisilat juga efektif dalam memperbaiki penampilan kulit akibat keratosis pilaris.
Meskipun hasil pengobatan bervariasi antar studi, kedua metode ini dianggap efektif karena menunjukkan adanya perbaikan pada lesi kulit yang terjadi akibat keratosis pilaris.
Komplikasi Keratosis Pilaris
Keratosis pilaris adalah penyakit yang jarang menyebabkan komplikasi, karena pada dasarnya kondisi ini tidak berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, pengidap keratosis pilaris dapat mengalami beberapa hal berikut ini:
- Iritasi dan gatal. Kulit yang sangat kering atau sering digaruk dapat menyebabkan iritasi dan peradangan.
- Hiperpigmentasi atau hipopigmentasi. Menggaruk atau menggosok terlalu sering bisa menyebabkan perubahan warna kulit (gelap atau terang).
- Infeksi sekunder. Jarang terjadi, tetapi luka akibat garukan bisa menyebabkan infeksi bakteri pada kulit.
- Dampak psikologis. Beberapa orang merasa tidak percaya diri karena tekstur kulit yang kasar dan tampilan bintik-bintik kecil.
Pencegahan Keratosis Pilaris
Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah keratosis pilaris:
- Gunakan pelembap secara rutin. Pilih pelembap dengan kandungan urea, asam laktat, atau ceramide untuk menjaga kelembapan kulit.
- Mandi dengan air hangat (bukan air panas). Air panas dapat membuat kulit lebih kering dan memperburuk gejala.
- Hindari sabun dan produk yang menggunakan bahan keras. Gunakan sabun lembut tanpa pewangi untuk menghindari iritasi kulit.
- Eksfoliasi kulit secara lembut. Gunakan scrub ringan atau produk dengan AHA/BHA untuk membantu mengangkat sel kulit mati tanpa mengiritasi kulit.
- Gunakan pakaian yang nyaman. Hindari pakaian ketat yang bisa menyebabkan gesekan dan memperburuk kondisi kulit.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika terdapat gejala keratosis pilaris yang semakin parah dan mengganggu aktivitas, segeralah periksa ke dokter. Kamu bisa download Halodoc untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu.
Diperbarui pada 4 Februari 2025.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Keratosis Pilaris.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Keratosis Pilaris.
Healthline. Diakses pada 2025. Keratosis Pilaris (Chicken Skin).
Journal of Dermatological Treatment. Diakses pada 2025. Treatment of keratosis pilaris and its variants: a systematic review.
Frequently Ask Question
1. Keratosis pilaris adalah?
Keratosis pilaris adalah kondisi kulit yang menyebabkan munculnya bintik-bintik kecil kasar seperti “kulit ayam”, biasanya di lengan, paha, atau pipi.
2. Penyebab keratosis pilaris?
Keratosis pilaris disebabkan oleh penumpukan keratin yang menyumbat folikel rambut. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik dan kulit kering.
3. Obat keratosis pilaris?
Tidak ada obat yang benar-benar menyembuhkan, tetapi pelembap, eksfoliasi dengan AHA/BHA, dan terapi laser dapat membantu mengurangi gejala.