Fisioterapi

DAFTAR ISI
- Apa itu Fisioterapi?
- Jenis Fisioterapi
- Manfaat Fisioterapi
- Bentuk Perawatan Fisioterapi
- Fisioterapi Berdasarkan Sasaran Pengobatan
- Kondisi yang Membutuhkan Fisioterapi
- Dokter di Halodoc yang Bisa Beri Infromasi Terkait Fisioterapi
- Frekuensi dan Panduan Fisioterapi
- Prosedur Fisioterapi
- Tempat Melakukan Fisioterapi
- Berapa Biaya Fisioterapi?
Apa itu Fisioterapi?
Fisioterapi adalah proses rehabilitasi yang dilakukan agar seseorang terhindar dari risiko cacat fisik akibat cedera atau penyakit. Bukan hanya orang dewasa atau lansia, terapi ini juga bisa berlaku pada anak-anak yang memang membutuhkannya.
Terapi ini bermanfaat untuk kesehatan. Lalu, fisioterapi untuk penyakit apa saja?
Fisioterapi mampu membantu untuk meningkatkan gerakan, mengurangi rasa sakit dan kekakuan, mempercepat proses penyembuhan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Dengan begitu, gejala penyakit atau gangguan kesehatan yang dirasakan dapat berkurang dan membaik. Terapi ini bisa kamu lakukan dengan cara latihan fisik, terapi manual, serta pemberian edukasi dan saran pengobatan.
Jenis Fisioterapi
Fisioterapi berkembang dalam beberapa jenis, yang memungkinkan dokter menangani kondisi dengan cara yang lebih efektif dan tepat. Berikut ini beberapa jenis fisioterapi dan kegunaannya:
1. Fisioterapi saraf
Kondisi neurologis menyebabkan kelemahan otot yang berlebih, kehilangan keseimbangan dan koordinasi, kejang otot, tremor, kehilangan fungsi, dan penurunan sensasi.
Fisioterapi saraf bertujuan untuk membangun kembali mobilitas dan mengobati gangguan fungsional yang berasal dari sistem saraf dan neuromuskuler.
Seperti, stroke, cedera tulang belakang, cedera otak traumatis, multiple sclerosis, linu panggul, aneurisma, dan penyakit parkinson.
2. Fisioterapi ortopedi/muskuloskeletal
Jenis terapi ini menangani perbaikan kelainan bentuk dan pengobatan penyakit yang berkaitan dengan sistem muskuloskeletal manusia.
Beberapa kondisi yang dapat kamu tangani dengan terapi jenis ini yaitu perbaikan otot, ligamen, tulang, sendi, dan tendon. Tujuan utama perawatan yaitu untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan mobilisasi, dan memperbaiki cedera tulang.
3. Fisioterapi kardiopulmoner
Orang dengan gangguan kardiopulmoner bisa memperoleh manfaat dengan terapi jenis ini. Misalnya saja, henti jantung dan penyakit paru obstruktif kronik.
Terapis yang bekerja di pusat rehabilitasi jantung akan mengajarkan pengidap tentang bentuk latihan tertentu dan teknik latihan ketahanan, yang dapat membantu pengidap meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
4. Fisioterapi anak
Jenis terapi ini bertujuan untuk memperbaiki cedera akut, cacat lahir, pertumbuhan fisik tertunda, atau cacat genetik tertentu seperti kelumpuhan otak (kondisi yang membatasi gerakan dan koordinasi secara keseluruhan).
Terapis akan menggunakan berbagai latihan terapi pada anak, yang dapat dapat membantu memperkuat bagian yang sakit.
Oleh karena itu, rentang gerak yang tepat dan menyeluruh dapat meningkat di bagian-bagian yang bermasalah.
5. Fisioterapi geriatri
Jenis terapi ini dapat menangani kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan usia. Contohnya, artritis (nyeri persendian) dan osteoporosis (tulang rapuh).
Terapis akan memandu lansia tentang membatasi gerakan tertentu yang dapat memperparah rasa sakit, memberikan alat bantu berjalan untuk meningkatkan mobilitas, dan meminimalkan rasa sakit dengan menggunakan teknik dan latihan.
Selain jenis-jenis fisioterapi, kamu juga Harus Tahu, Ini Jenis-Jenis Perawatan dalam Fisioterapi.
Tujuan Fisioterapi
Tujuannya utamanya adalah mengembalikan fungsi tubuh dan gerakan tubuh setelah mengalami cedera atau terserang penyakit.
Jika seseorang mengalami cedera atau penyakit permanen, fisioterapi bisa kamu lakukan untuk mengurangi dampaknya.
Prosedur medis ini banyak dilakukan pada orang yang mengalami cedera sendi, radang sendi (arthritis), osteoporosis, sindrom carpal tunnel, masalah pada punggung dan fleksibilitas, sulit menahan buang air (inkontinensia), sakit leher, sakit kepala, serta gangguan muskuloskeletal dan multiple sclerosis.
Manfaat Fisioterapi
Berikut ini beberapa manfaat menjalani fisioterapi pada beberapa kondisi:
- Menghilangkan atau mengurangi rasa sakit.
- Membantu menghindari prosedur operasi.
- Meningkatkan kekuatan dan koordinasi secara keseluruhan.
- Mengurangi ketergantungan obat.
- Meningkatkan fungsi kardiovaskular dan kapasitas paru-paru.
- Mengelola dan mencegah cedera terkait olahraga.
- Menjaga kebugaran di segala usia.
- Mengelola kondisi jantung dan diabetes.
- Memudahkan perawatan kehamilan dan pasca melahirkan.
- Meningkatkan kesehatan mental.
Mau tahu apa saja kondisi lainnya yang memerlukan fisioterapi? Baca di artikel ini: “Berbagai Masalah yang Bisa Ditangani dengan Fisioterapi”.
Bentuk Perawatan Fisioterapi
Ada beberapa bentuk perawatan fisioterapi yang bisa kamu lakukan, seperti:
1. Program latihan
Selain memberikan masukan, fisioterapis juga memberikan program latihan pada pasien yang membutuhkan untuk mengolah fisik. Salah satunya mengajarkan olahraga atau aktivitas yang tepat.
Dengan melakukan bentuk perawatan fisioterapi ini, maka terapis bisa mengajarkan teknik olahraga yang tepat, gerakan untuk memperkuat otot, hingga melakukan peregangan yang tepat.
2. Terapi manual
Terapis akan menggunakan tangannya untuk melakukan pijatan yang berkaitan dengan fisioterapi. Terapi ini dapat membantu untuk:
- Menghilangkan rasa sakit.
- Mengatasi kekakuan tubuh.
- Meningkatkan sirkulasi darah.
- Mempromosikan relaksasi.
Ada beberapa jenis terapi manual lainnya yang bisa kamu dapatkan saat melakukan fisioterapi, seperti:
- Cyriax. Sistem pemeriksaan dan intervensi yang bertujuan mengatasi lesi jaringan lemak non bedah.
- Terapi manual lewit. Teknik ini dilakukan dengan melakukan olahraga yang terpusat untuk area tulang belakang dan sendi perifer.
- Terapi manual pendekatan kaltenborn-evjenth. Metode perawatan menggunakan relaksasi pasca-isometrik untuk tulang belakang dan area sendi.
3. Terapi okupasi
Terapi okupasi menjadi salah satu perawatan yang bisa dilakukan saat fisioterapi. Tujuannya agar seseorang yang melakukan terapi ini mampu menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa terganggu.
Ada beberapa jenis terapi okupasi, seperti:
- Akupunktur. Teknik ini dilakukan dengan bantuan jarum halus yang ditusuk pada area tertentu. Tujuannya untuk mengatasi keluhan kesehatan yang dialami.
- Hidroterapi. Teknik ini akan dilakukan dengan bantuan air, misalnya pada kolam air untuk mengatasi keluhan kesehatan pasien. Hidroterapi dipercaya mampu menurunkan nyeri sendi hingga pemulihan pasca olahraga.
- Terapi suhu. Terapi ini akan menggunakan suhu panas atau dingin. Tujuannya membantu meningkatkan sirkulasi dan aliran darah pada bagian tubuh yang mengalami gangguan.
- Terapi ultrasound. Terapi ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menstimulasi jaringan di bawah kulit.
Mau tahu lebih jauh mengenai terapi okupasi? Baca di artikel ini: “Hal yang Perlu Diketahui tentang Terapi Okupasi”
4. Teknik elektroterapi
Berikut beberapa jenis terapi lain yang bisa menjadi perawatan dalam fisioterapi, yaitu:
- Stimulasi saraf listrik transkutan (TENS). Tens fisioterapi merupakan perangkat kecil untuk mengalirkan listrik pada bagian area yang nyeri sehingga bisa mengurangi rasa nyeri atau sakit.
- Percutaneous Electrical Nerve Stimulation (PENS). Biasanya, PENS juga dilakukan menggunakan jarum untuk mengalirkan listrik. Alat fisoterapi ini dapat mengatasi nyeri lutut hingga memperbaiki kualitas tidur.
Fisioterapi Berdasarkan Sasaran Pengobatan
Fisioterapi adalah bidang medis yang berfokus pada pemulihan fungsi fisik dan peningkatan kualitas hidup pasien melalui berbagai metode terapi.
Berdasarkan sasaran pengobatannya, fisioterapi terbagi menjadi dua bidang utama, yaitu fisioterapi neurologis dan fisioterapi ortopedi.
1. Fisioterapi Neurologis
Fisioterapi neurologis menangani gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi gerakan dan fungsi tubuh.
Kondisi spesifik yang ditangani meliputi:
- Stroke: Kehilangan fungsi motorik atau sensorik akibat gangguan aliran darah ke otak. Terapi bertujuan mengembalikan kekuatan otot, koordinasi, dan keseimbangan.
- Cedera Otak Traumatik: Kerusakan otak akibat benturan atau trauma yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif dan motorik. Fisioterapi membantu memulihkan kemampuan gerak dan fungsi sehari-hari.
- Multiple Sclerosis: Penyakit autoimun yang merusak selubung saraf, menyebabkan kelemahan otot dan masalah koordinasi. Terapi fokus pada peningkatan mobilitas dan pengendalian gejala.
- Penyakit Parkinson: Gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan tremor, kekakuan otot, dan kesulitan bergerak. Fisioterapi bertujuan meningkatkan keseimbangan, postur, dan kemampuan berjalan.
Prosedur fisioterapi neurologis menawarkan hasil yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien berupa peningkatan kekuatan dan fleksibilitas otot, perbaikan keseimbangan, serta pemulihan kemampuan fungsional untuk aktivitas sehari-hari.
2. Fisioterapi Ortopedi
Berbeda dengan fisioterapi neurologis, fisioterapi ortopedi berfokus pada perawatan cedera atau gangguan yang terkait dengan sistem muskuloskeletal, termasuk tulang, otot, dan sendi.
Kondisi spesifik yang ditangani fisioterapi ortopedi meliputi:
- Patah Tulang (Fraktur): Kondisi di mana tulang mengalami keretakan atau patah. Terapi membantu memulihkan kekuatan dan fungsi setelah penyembuhan tulang.
- Cedera Ligamen: Kerusakan pada jaringan yang menghubungkan tulang, seperti cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada lutut. Fisioterapi bertujuan mengembalikan stabilitas dan fungsi sendi.
- Osteoartritis: Peradangan sendi yang menyebabkan nyeri dan kekakuan. Terapi fokus pada pengurangan nyeri, peningkatan mobilitas, dan penguatan otot sekitar sendi.
- Nyeri Punggung Bawah: Ketidaknyamanan atau nyeri di area punggung bawah yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Fisioterapi membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fleksibilitas.
Fisioterapi ortopedi membantu pasien dalam meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas fisik dan olahraga, dengan mengurangi nyeri dan peradangan, meningkatkan rentang gerak dan fleksibilitas, serta memulihkan kekuatan otot dan sendi.
Fisioterapi memainkan peran penting dalam proses pemulihan berbagai kondisi medis, membantu pasien mencapai tingkat fungsi optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kondisi yang Membutuhkan Fisioterapi
Terapi ini dapat membantu orang dari segala usia dengan berbagai kondisi kesehatan, seperti:
1. Gangguan otot dan tulang
Ada berbagai kondisi ortopedi yang memerlukan terapi ini. Contohnya seperti nyeri punggung, carpal tunnel syndrome, artritis, nyeri punggung bawah, hingga panggul.
2. Gangguan sistem saraf
Penyakit yang memengaruhi sistem saraf kerap membuat pengidapnya kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari. Kondisi ini bisa membaik dengan melakukan fisioterapi secara rutin.
Beberapa gejala penyakit neurologis juga bisa membaik dengan terapi ini, seperti penyakit alzheimer’s, multiple sclerosis, neuropati, vertigo.
3. Autoimun
Beberapa penyakit autoimun yang membaik dengan terapi ini, seperti fibromyalgia, raynaud’s syndrome, dan rheumatoid arhtritis.
4. Penyakit kardiovaskular
Gangguan pada jantung terkadang memerlukan fisioterapi untuk memperbaiki gejala yang terjadi. Terapi ini bisa membantu pengidap gangguan jantung mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
5. Penyakit kronis
Penyakit ini bisa membaik dengan terapi, mulai dari asma, diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
6. Setelah menjalani operasi besar
Tindakan operasi besar dapat menyebabkan beberapa efek samping pada kesehatan tubuh. Fisioterapi bisa menjadi salah satu perawatan yang perlu kamu lakukan setelah menjalani tindakan operasi besar.
Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan ketika melakukan fisioterapi pasca operasi besar, seperti:
- Mengelola rasa sakit.
- Peregangan untuk mengembalikan gerakan tubuh.
- Meningkatkan keseimbangan dan postur tubuh.
- Membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.
- Membantu kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
7. Mengalami penurunan fleksibilitas tubuh
Jika kamu mengalami kesulitan bergerak akibat penyakit tertentu, fisioterapi menjadi perawatan yang bisa kamu pilih untuk mengoptimalkan kemampuan gerak dan fleksibilitas tubuh.
Selain itu, perawatan ini juga bisa membantu kamu untuk meningkatkan kekuatan otot secara bertahap agar tubuh kembali bergerak secara optimal.
8. Gangguan pernapasan
Fisioterapi dada merupakan salah satu jenis fisioterapi yang mampu mengatasi gangguan pernapasan. Bukan hanya membantu membersihkan saluran pernapasan, fisioterapi ini juga mengoptimalkan kesehatan pengidap gangguan paru agar tidak mudah mengalami kelelahan.
Dokter di Halodoc yang Bisa Beri Infromasi Terkait Fisioterapi
Jika kamu atau orang terdekat membutuhkan fisioterapi, segeralah hubungi dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi lengkap dan saran yang mungkin kamu perlukan.
Nah, berikut beberapa dokter yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun yang bisa kamu hubungi.
Dokter-dokter ini juga mendapatkan rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani:
Ini daftarnya:
Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline.
Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Tunggu apa lagi? Ayo pakai Halodoc sekarang!
Sebelum Fisioterapi
Prosedur fisioterapi akan mendapatkan respons terapi yang berbeda-beda tergantung pada bentuk tubuh, pola pergerakan, dan pola perilaku. Beritahu dokter mengenai obat-obatan, suplemen, dan produk herba yang sedang kamu konsumsi sebelum melakukan terapi.
Sebelum prosedur fisioterapi berlangsung, dokter spesialis kedokteran fisik pertama-tama akan melakukan pemeriksaan dan penilaian kondisi pengidap guna menentukan program terapi yang ia butuhkan.
Pengidap juga perlu mendiskusikan pada dokter mengenai tujuan, keuntungan, risiko, dan hasil akhir yang kamu harapkan program sebelum fisioterapi berlangsung.
Gunakan pakaian yang agak longgar agar dokter lebih leluasa melakukan pemeriksaan. Sesuaikan juga pakaian yang kamu gunakan untuk memudahkan dokter memeriksa tubuh.
Misalnya, pakai baju berlengan pendek atau tanpa lengan jika mengalami nyeri leher, atau pakai celana pendek jika mengalami nyeri pinggul, lutut, atau pergelangan kaki.
Frekuensi dan Panduan Fisioterapi
Fisioterapi adalah salah satu metode terapi yang membantu pemulihan fungsi tubuh, dan frekuensi serta durasinya dapat bervariasi tergantung pada kondisi medis, tingkat keparahan, dan tujuan pemulihan pasien.
Berikut ini frekuensi ideal fisioterapi:
1. Untuk Kondisi Akut
Bagi kondisi akut, seperti cedera olahraga atau nyeri otot yang baru, sesi fisioterapi biasanya dilakukan 2-3 kali per minggu selama beberapa minggu pertama.
Frekuensi ini membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan, dan mempercepat pemulihan awal.
2. Untuk Kondisi Kronis atau Rehabilitasi Pascaoperasi
Pada kondisi kronis seperti osteoartritis, pascaoperasi penggantian sendi, atau pemulihan pascastroke, sesi fisioterapi dapat dilakukan 1-2 kali per minggu selama beberapa bulan.
Proses ini bertujuan untuk memperbaiki fungsi fisik secara bertahap.
Selain sesi di klinik, pasien biasanya dianjurkan melakukan latihan tambahan di rumah setiap hari atau beberapa kali per minggu. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat hasil dari sesi terapi utama.
Satu sesi fisioterapi itu sendiri umumnya berlangsung 30-60 menit. Waktu ini digunakan untuk berbagai teknik, seperti:
- Peregangan
- Latihan penguatan
- Terapi manual, seperti pijatan atau mobilisasi sendi
- Penggunaan alat terapi, seperti ultrasound atau stimulasi listrik
Durasi total program fisioterapi secara keseluruhan bisa berkisar dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada tingkat kemajuan pasien.
Selain itu, prosedur fisioterapi harus selalu dipandu oleh tenaga profesional, yaitu fisioterapis bersertifikat.
Mereka akan mengevaluasi kondisi pasien, menyusun rencana terapi yang disesuaikan, dan memberikan panduan selama sesi.
Prosedur fisioterapi juga dapat dilakukan di rumah, terutama untuk pasien yang mengalami kesulitan mobilitas, seperti pascastroke atau lansia.
Seorang fisioterapis dapat datang ke rumah untuk memberikan terapi. Bukan hanya itu, pasien juga bisa diberikan program latihan mandiri di rumah dengan instruksi yang jelas.
Namun, penting untuk memastikan bahwa pasien mengikuti panduan dari fisioterapis untuk menghindari kesalahan dalam latihan, yang dapat memperburuk kondisi.
Jika diperlukan, beberapa alat terapi portabel, seperti bola latihan atau resistance band, bisa digunakan di rumah.
Prosedur Fisioterapi
Jumlah sesi yang perlu kamu lakukan tergantung pada rencana program dan teknik fisioterapi yang kamu gunakan.
Namun, secara umum terapi berlangsung selama 30–60 menit per sesi. Frekuensi dan durasi fisioterapi bisa berubah karena akan menyesuaikan hasil fisioterapi terakhir.
Berikut ini tiga pendekatan utama dalam fisioterapi:
1. Terapi manual
Pelaksanaannya menggunakan tangan fisioterapis untuk membantu menggerakkan, memijat, dan memanipulasi jaringan tubuh yang terganggu.
Manfaat terapi ini yaitu meningkatkan rentang gerak tubuh, melancarkan aliran darah, mengatasi nyeri, dan memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.
2. Latihan dan pergerakan
Pendekatan ini menggunakan alat bantu (seperti tongkat) atau bisa kamu lakukan di dalam air (hidroterapi).
Seorang terapis akan membantu pelaksanaan sesi fisioterapi dan mengajarkan pada pengidap gerakan latihan yang bisa kamu lakukan di rumah.
Lakukan gerakan yang diajarkan secara rutin, tetapi pastikan gerakan ini kamu lakukan secara aman dan dengan pengawasan.
3. Edukasi dan saran
Pendekatan ini berupa pengenalan gaya hidup sehat (seperti menjaga berat badan ideal dan olahraga teratur), serta pemberian saran mengenai posisi tubuh yang benar dalam beraktivitas guna mengurangi risiko cedera dan nyeri.
Selain tiga pendekatan utama di atas, fisioterapi juga mempunyai teknik lainnya untuk membantu proses penyembuhan, salah satunya teknik Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS).
Teknik ini erfungsi mengirimkan sinyal listrik ke daerah yang mengalami nyeri.
Terapi ultrasound juga bisa kamu gunakan karena ia memanfaatkan gelombang frekuensi tinggi untuk mengurangi rasa nyeri, ketegangan, dan mempercepat proses pemulihan.
Mau tahu lebih jauh mengenai prosedur fisioterapi? Baca di artikel ini: “Bagaimana Prosedur Perawatan Fisioterapi?”.
Setelah Fisioterapi
Hubungi dokter spesialis untuk melihat perkembangan dan mengevaluasi program yang sudah dilakukan.
Terus terapkan saran dan latihan yang bisa dilakukan di rumah untuk memperbaiki fungsi bagian tubuh yang cedera atau sakit.
Tujuannya adalah mencegah kekambuhan dan komplikasi akibat cedera.
Kamu bisa cari tahu berbagai perawatan dalam fisioterapi melalui artikel ini “Beberapa Metode Perawatan yang Termasuk Fisioterapi”.
Tempat Melakukan Fisioterapi
Fisioterapi bisa dilakukan di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan resmi lainnya. Sebelum melakukannya, pastikan untuk memeriksakan diri pada dokter terlebih dulu.
Dokter juga dapat memberikan rujukan atau rekomendasi tempat melakukan fisioterapi terbaik.
Efek Samping Fisioterapi
Dalam beberapa kasus, fisioterapi juga dapat menimbulkan efek samping seperti:
1. Efek samping program latihan
Pastikan untuk melakukan program latihan sesuai dengan ketentuan dari terapis. Lakukan secara perlahan untuk mencegah efek samping, seperti nyeri dan kelelahan otot.
Kelelahan otot dapat menyebabkan kamu merasakan otot yang bergetar saat sesi pelatihan. Sedangkan nyeri otot merupakan kondisi tidak nyaman pada otot saat maupun setelah pelatihan.
2. Efek samping terapi okupasi
Terapi ini dapat menyebabkan efek samping berupa pembengkakan pada lokasi yang menjadi titik terapi. Kondisi ini bisa terjadi selama prosedur karena merupakan respon tubuh terhadap perawatan yang sedang dilakukan.
Kamu bisa bertanya pada terapis untuk mengatasi efek samping ini setelah melakukan terapi.
3. Efek samping elektroterapi
Teknik terapi ini dapat menyebabkan area yang mendapatkan terapi menjadi lebih lembut dan sedikit mengalami pembengkakan. Kamu juga bisa bertanya pada terapis untuk mengatasi efek samping ini.
Berapa Biaya Fisioterapi?
Besarnya biaya fisioterapi adalah tergantung pada tempat dan fasilitas kesehatan yang kamu pilih. Perbedaan harga fisioterapi juga tergantung pada tujuan atau kondisi pasien. Sebagai acuan, kisaran biaya fisioterapi terendah yaitu sekitar Rp 50.000.
Namun biaya fisioterapi tersebut bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. Perlu diketahui juga, beberapa jenis fisioterapi juga ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Jangan ragu untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter di Halodoc ✔️ sebagai langkah awal sebelum melakukan tindakan fisioterapi.
Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2025.
Referensi:
NHS. Diakses pada 2025. Physiotherapy.
HealthTimes. Diakses pada 2025. What do Physiotherapists do?
Health Direct. Diakses pada 2025. Physiotherapy.
News Medical. Diakses pada 2025. Physiotherapy Types.
Coast Sport. Diakses pada 2025. 10 Things A Physio Can Do For You – Benefits of Physiotherapy.
Squareone Physiotherapy. Diakses pada 2025. 6 Reasons Why You May Need Physiotherapy.
Elysian. Diakses pada 2025. Side Effects of Physiotherapy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Physical Therapy Overview.
WebMD. Diakses pada 2025. How Often Should You Go to Physical Therapy?.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apa saja alat fisioterapi?
Berikut beberapa alat fisioterapi yang umum digunakan:
- Ultrasound (USG): Alat ini menggunakan gelombang suara untuk menembus jaringan tubuh, membantu mengurangi nyeri, peradangan, dan mempercepat penyembuhan jaringan.
- Stimulasi listrik (TENS/NMES): Alat ini menggunakan arus listrik kecil untuk merangsang otot dan saraf, membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kekuatan otot.
- Terapi laser: Laser dengan intensitas rendah dapat membantu mengurangi nyeri, peradangan, dan merangsang penyembuhan jaringan.
- Traksi: Alat ini digunakan untuk meregangkan tulang belakang atau sendi, membantu mengurangi tekanan pada saraf dan mengurangi nyeri.
2. Berapa harga fisioterapi?
Harga fisioterapi sangat bervariasi tergantung beberapa faktor, seperti lokasi, jenis layanan, durasi sesi fisioterapi, pengalaman terapis, hingga kondisi pasien. Berikut estimasi harga fisioterapi:
- Rumah Sakit Swasta: Rp100.000 – Rp400.000 per sesi, bahkan bisa lebih.
- Klinik Fisioterapi: Mulai dari Rp50.000 per sesi.
- Puskesmas: Lebih terjangkau, mulai dari Rp8.000 – Rp17.000 per sesi untuk pasien umum.
3. Bagaimana fisioterapi saraf kejepit?
Berikut beberapa cara fisioterapi dapat membantu mengatasi saraf kejepit:
Terapi Manual: Terapis menggunakan tangan mereka untuk melakukan manipulasi dan mobilisasi pada sendi dan jaringan lunak untuk mengurangi tekanan pada saraf.
Modalitas Fisik: Penggunaan alat seperti ultrasound, stimulasi listrik (TENS), atau terapi laser dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
4. Apa itu fisioterapi dada?
Fisioterapi dada adalah serangkaian teknik dan latihan untuk membantu membersihkan lendir dan meningkatkan fungsi pernapasan. Fisioterapi dada umumnya direkomendasikan untuk pasien:
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Bronkiektasis.
- Fibrosis kistik.
- Pneumonia.
- Asma.
- Kondisi lain yang menyebabkan penumpukan lendir di paru-paru.
