Faringitis

DAFTAR ISI
- Apa Itu Faringitis (Radang Tenggorokan)?
- Faktor Risiko Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Penyebab Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Gejala Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Apa Kata Riset?
- Diagnosis Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Komplikasi Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Pengobatan Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Pencegahan Faringitis (Radang Tenggorokan)
- Kapan Harus ke Dokter?
Apa Itu Faringitis (Radang Tenggorokan)?
Faringitis adalah peradangan pada selaput lendir yang melapisi bagian belakang tenggorokan atau faring.
Peradangan ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan, kekeringan, dan kesulitan menelan.
Faringitis dapat disebabkan akibat infeksi maupun non-infeksi. Faringitis adalah kondisi umum yang jarang berkembang menjadi penyakit serius.
Peradangan ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih seminggu.
Faktor Risiko Faringitis (Radang Tenggorokan)
Beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena faringitis adalah udara yang dingin, konsumsi alkohol yang berlebihan, turunnya daya tahan tubuh, dan konsumsi makanan yang kurang gizi.
Oleh karena itu, jika tidak ingin terkena faringitis, hindari faktor-faktor risiko tersebut.
Penyebab Faringitis (Radang Tenggorokan)
Bakteri dan virus merupakan penyebab terjadinya faringitis. Kebanyakan disebabkan oleh virus.
Ada berbagai virus yang bisa memicu penyakit ini, seperti rhinovirus, adenovirus, coxsackievirus, coronavirus, Epstein-Barr virus, dan orthomyxoviridae.
Bakteri yang menyebabkan faringitis adalah streptokokus grup, korinebakterium, arkanobakterium, neisseria gonorrhoeae, atau chlamydia pneumonia.
Sedangkan, candida albicans salah satu jenis jamur yang dapat menginfeksi dan memicu penyakit ini.
Gejala Faringitis (Radang Tenggorokan)
Masa inkubasi faringitis adalah jarak waktu sejak terpapar infeksi sampai gejala-gejala pertama kali muncul berlangsung sekitar 2-5 hari.
Gejala faringitis yang muncul bisa bervariasi, tergantung pada kondisi yang menyebabkannya.
1. Virus
Faringitis yang disebabkan oleh virus akan menyebabkan pengidapnya batuk, mengalami rinorea, diare, kelelahan, konjungtivitis, demam ringan, sakit kepala, menggigil, hingga nyeri otot.
2. Bakteri
Faringitis akibat bakteri menyebabkan pengidapnya mengalami sakit kepala, mual, muntah, ruam kulit, kesulitan menelan, tenggorokan memerah yang disertai dengan bintik putih.
3. Jamur
Faringitis juga bisa disebabkan oleh jamur. Namun, kasus faringitis akibat jamur lebih sedikit dibandingkan dengan dua penyebab lainnya.
Pengidap faringitis yang disebabkan oleh jamur biasanya akan mengalami gejala yang hampir serupa dengan yang lain.
Namun, biasanya pengidap akan mengalami perubahan pada bagian lidah, seperti muncul plak berwarna putih.
Selain itu, pengidap faringitis akan mengalami angular cheilitis. Kondisi ini terjadi ketika sudut bibir mengalami peradangan sehingga menimbulkan luka.
Fakta Unik
1. Faringitis seringkali disebabkan oleh virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab utama.
2. Infeksi streptokokus pada faringitis bisa menyebabkan komplikasi serius seperti demam rematik jika tidak diobati.
Apa Kata Riset?
Mengutip dari riset yang dipublikasikan oleh jurnal Canadian Family Physician, faringitis adalah kondisi yang membuat sakit tenggorokan serta dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.
Infeksi virus biasanya sembuh dengan sendirinya, sedangkan infeksi bakteri dan jamur membutuhkan terapi antimikroba.
Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah Streptococcus pyogenes, karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti demam rematik dan glomerulonefritis.
Diagnosis yang cermat sangat penting dalam menangani faringitis. Tes deteksi antigen cepat sebaiknya hanya dilakukan jika ada kekhawatiran terkait penggunaan antibiotik.
Dokter disarankan untuk berhati-hati dalam meresepkan antibiotik, karena penundaan pemberian antibiotik dapat meningkatkan risiko infeksi S. pyogenes.
Hubungi Dokter Ini Jika Mengidap Gejala Faringitis
Apabila kamu mencurigai gejala faringitis, segeralah hubungi dokter di Halodoc untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Dokter juga mungkin bisa memberikan resep obat sesuai dengan kondisi dan gejala yang kamu rasakan.
Nah, berikut beberapa dokter yang sudah berpengalaman yang bisa kamu hubungi.
Dokter-dokter ini juga mendapatkan rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani.
Ini daftarnya:
1. dr. I Gede Wahyu Adi Raditya Sp.THT-KL

Dokter I Gede Wahyu Adi Raditya Sp.THT-KL. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada 2015 dan 2021.
Dokter I Gede Wahyu Adi Raditya Sp.THT-KL kini membuka praktik di Badung dan Denpasar, Bali. Ia juga tergabung dalam Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL).
Dengan pengalaman selama 9 tahun, dr. I Gede Wahyu Adi Raditya Sp.THT-KL dapat memberikan saran pengobatan faringitis.
Ia juga bisa memberikan konsultasi terkait sakit tenggorokan dan pilek, infeksi telinga, sinus, alergi hidung, radang amandel dan gangguan pendengaran.
Chat dr. I Gede Wahyu Adi Raditya Sp.THT-KL mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
2. dr. Alfira Ulfa Sp.THT-BKL, FICS

Dokter Alfira Ulfa Sp.THT-BKL, FICS adalah alumnus Fakultas Kedokteran Universitas YARSI pada 2013.
Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Padjajaran hingga akhirnya mendapatkan gelar dokter spesialis THT pada 2022.
Saat ini, dr. Alfira Ulfa Sp.THT-BKL, FICS menjalani praktik di Jakarta Utara dan masih aktif tergabung dalam Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL).
Dengan pengalaman selama 11 tahun, dr. Alfira Ulfa Sp.THT-BKL, FICS dapat memberikan saran kesehatan terkait penanganan faringitis.
Selain itu, ia juga bisa mengatasi masalah seperti sinus, infeksi telinga, radang amandel, alergi hidung, sakit tenggorokan dan pilek, serta gangguan pendengaran.
Chat dr. Alfira Ulfa Sp.THT-BKL, FICS mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline.
Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Ayo hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!
Diagnosis Faringitis (Radang Tenggorokan)
Diagnosis faringitis biasanya dilakukan dengan mengamati gejala-gejala yang muncul, seperti sakit tenggorokan, demam, dan kesulitan menelan.
Untuk memastikan penyebabnya, dokter bisa melakukan beberapa tes, antara lain:
1. Swab tenggorokan
Salah satu metode yang umum digunakan adalah swab tenggorokan, yaitu dengan mengambil sampel dari tenggorokan menggunakan alat seperti kapas kecil.
Sampel ini kemudian diuji untuk mencari bakteri atau virus yang mungkin menyebabkan infeksi.
2. Kultur bakteri
Selain itu, kultur bakteri juga bisa dilakukan. Dalam tes ini, sampel yang diambil dari tenggorokan ditempatkan di media khusus untuk melihat apakah ada bakteri yang tumbuh.
Jika ada, jenis bakteri tersebut bisa diketahui, sehingga dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat, seperti antibiotik jika penyebabnya adalah bakteri.
3. Tes darah
Dokter juga bisa menyarankan tes darah untuk membantu mengetahui apakah ada tanda infeksi dalam tubuh, seperti peningkatan jumlah sel darah putih.
Tes darah ini bisa membantu mendeteksi infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
Semua tes ini bertujuan untuk memberikan diagnosis yang akurat, sehingga pengobatan yang diberikan bisa tepat sesuai penyebab faringitis.
Komplikasi Faringitis (Radang Tenggorokan)
Faringitis adalah peradangan pada tenggorokan yang biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius.
Ketika infeksi pada tenggorokan tidak diobati atau tidak ditangani dengan tepat, infeksi tersebut bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat faringitis yang tidak diobati antara lain:
Sinusitis
Infeksi pada tenggorokan bisa menyebar ke sinus, yang mengarah pada peradangan pada rongga sinus, menyebabkan sakit kepala, hidung tersumbat, dan rasa sakit di sekitar wajah.
Otitis media
Infeksi tenggorokan yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebar ke telinga tengah, menyebabkan infeksi telinga yang bisa sangat menyakitkan, disertai demam dan gangguan pendengaran.
Epiglottitis
Ini adalah kondisi yang sangat serius di mana epiglotis (struktur yang melindungi saluran pernapasan) menjadi meradang, menyebabkan kesulitan bernapas yang membutuhkan perawatan medis segera.
Selain itu, jika faringitis disebabkan oleh bakteri seperti streptokokus, yang bisa menyebabkan komplikasi lebih lanjut seperti demam rematik atau infeksi serius lainnya pada jantung, ginjal, atau sendi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengobati faringitis dengan tepat agar infeksi tidak menyebar dan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar.
Pengobatan Faringitis (Radang Tenggorokan)
Pada beberapa kondisi, perawatan secara medis sangat diperlukan untuk mengatasi faringitis. Faringitis yang disebabkan oleh virus tidak bisa diatasi dengan obat-obatan.
Obat digunakan untuk menurunkan gejala. Biasanya penggunaan obat kortikosteroid selama 1-2 hari untuk menurunkan risiko gejala, seperti keluhan sakit saat menelan, makan, atau minum.
Penggunaan obat penurunan demam juga disarankan untuk mengatasi demam yang dialami.
Faringitis bakterial bisa diatasi dengan antibiotik dan berbagai perawatan medis yang disarankan oleh dokter.
Penting bagi pengidap untuk minum antibiotik sampai habis sesuai anjuran dokter untuk mencegah infeksi kambuh kembali. Pengidap juga dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan minum yang cukup.
Faringitis jamur biasanya banyak dialami oleh lansia dan pengidap immunocompromised. Gejala bisa diatasi dengan penggunaan flukonazol dan
Perawatan secara mandiri berikut dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan jika sedang mengidap faringitis. Beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:
- Jangan merokok, karena hal ini akan memperparah kondisi faringitis.
- Hindari memakan makanan yang pedas, panas, dan berminyak.
- Minum cairan lebih banyak untuk melegakan tenggorokan.
- Perbanyak minum minuman hangat.
Pencegahan Faringitis (Radang Tenggorokan)
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah faringitis:
- Hindari berbagi peralatan makan dan peralatan lainnya dengan orang yang terkena faringitis.
- Gunakan masker untuk menutupi mulut dan hidung saat kamu sedang berkendara atau tinggal di lingkungan yang tercemar atau paparan asap yang tinggi.
- Jika kondisi rumah kering dan banyak debu, jaga kebersihan rumah dengan pengisap debu atau terapkan mesin untuk membuat rumah menjadi lebih lembap.
- Istirahat yang cukup
- Sering mencuci tangan, baik sebelum maupun sesudah makan. Penggunaan sabun pembersih tangan dapat membantu membasmi kuman dan bakteri yang ada pada tangan.
- Jaga agar lingkungan tempat tinggal bebas dari asap rokok.
- Hindari paparan asap rokok.
Kapan Harus ke Dokter?
Pada orang dewasa, sebaiknya segera ke dokter bila mengalami gejala-gejala seperti:
- Sakit tenggorokan yang parah yang berlangsung lebih lama dari 7 hari.
- Kesulitan menelan, bernapas, dan membuka mulut.
- Sakit telinga dan demam yang lebih tinggi dari 38 derajat Celsius.
- Terdapat bercak darah dalam air liur
- Suara serak yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
Pada anak-anak, segera bawa anak ke dokter anak untuk mendapatkan obat radang tenggorokan yang tepat, apalagi jika muncul tanda-tanda yang lebih parah, seperti:
- Kesulitan bernapas dan menelan.
- Muncul darah di dalam air liur.
Penanganan yang tepat dapat meminimalisir dampak yang terjadi, sehingga proses penyembuhan bisa terjadi lebih cepat.

Diperbarui pada 30 Januari 2025
Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2025. Pharyngitis: Causes, symptoms, and treatment.
Healthline. Diakses pada 2025. Pharyngitis: Causes, Symptoms, and Diagnosis.
Canadian Family Physician. Diakses pada 2025. Pharyngitis: Approach to Diagnosis and Treatment.
Stat Pearls. Diakses pada 2025. Pharyngitis.
Sykes EA, et al. Diakses pada 2025. Pharyngitis: Approach to diagnosis and treatment.
FAQ
1. Faringitis disebabkan oleh apa?
Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur.
2. Apa solusi faringitis?
Pengobatan untuk faringitis tergantung pada penyebabnya, seperti penggunaan obat penurun demam, kortikosteroid untuk gejala, atau antibiotik untuk infeksi bakteri.
3. Faringitis akut obatnya apa?
Untuk faringitis akut yang disebabkan oleh virus, pengobatan lebih berfokus pada mengurangi gejala, sementara untuk yang disebabkan bakteri, antibiotik diperlukan.
4. Apa itu faringitis dan tonsilitis?
Faringitis adalah kondisi peradangan pada tenggorokan, sedangkan tonsilitis adalah peradangan pada amandel, yang sering kali disebabkan oleh infeksi yang sama.