Endoskopi

DAFTAR ISI
- Apa itu Endoskopi?
- Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Endoskopi
- Indikasi Endoskopi
- Jenis-Jenis Endoskopi
- Peringatan dan Kontraindikasi Endoskopi
- Apa Kata Riset tentang Endoskopi?
- Persiapan Sebelum Endoskopi
- Prosedur Endoskopi
- Setelah Prosedur Endoskopi
- Efek Samping Endoskopi
- Berapa Biaya untuk Melakukan Endoskopi?
Apa itu Endoskopi?
Pemeriksaan endoskopi adalah prosedur untuk mengetahui dan mengevaluasi masalah dalam organ tubuh. Alatnya menggunakan endoskop, yang dilengkapi dengan kamera kecil di ujungnya.
Dokter akan memasukkan alat berbentuk tabung panjang dan tipis ini ke dalam mulut. Selanjutnya, dokter menggerakkan alat ini ke area tubuh yang bermasalah guna membantu mengevaluasi gangguan.
Pemeriksaan endoskopi seperti apa?
Ada banyak jenis prosedur dalam pemeriksaan ini. Alat dan nama prosedurnya akan tergantung pada bagian tubuh mana yang dokter periksa. Jenisnya juga akan menyesuaikan dengan gejala yang pengidap alami.
Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Endoskopi
Melalui prosedur endoskopi, dokter bisa memeriksa organ tubuh tanpa membuat sayatan besar melalui operasi terbuka. Umumnya, dokter melakukannya jika pasien ingin menjalani operasi atau memiliki gejala spesifik dari penyakit.
Berikut ini berbagai manfaat pemeriksaan endoskopi yang perlu diketahui:
1. Memeriksa gejala atau keluhan yang dialami pasien
Prosedur dapat memeriksa gejala dari penyakit di area atau organ tertentu. Endoskopi lambung, misalnya. Di sini dokter dapat melihat dan mendeteksi kelainan pada organ lambung.
Prosedurnya menggunakan alat bernama endoskop. Dengan tabung kecil berujung kamera, dokter dapat melihat infeksi, luka, infeksi, bahkan perkembangan sel kanker pada lambung.
2. Mendiagnosis penyakit
Setelah mengetahui gejalanya, dokter melanjutkan pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan atau biopsi. Kemudian, dokter akan memeriksa sampel tersebut guna memastikan penyakit.
3. Skrining dan mencegah kanker
Tak hanya mendiagnosis penyakit, biopsi juga dapat membantu mendeteksi dini dan mencegah kanker. Prosedur kolonoskopi, misalnya, dokter mengambil polip pada bagian usus besar untuk mencegah kanker.
4. Menangani penyakit
Terakhir, dokter melakukan prosedur untuk menangani penyakit tertetu. Metodenya meliputi:
- Laparoskopi dengan sayatan kecil di kulit.
- Terapi laser guna memecah atau menghancurkan sel kanker.
- Operasi pada saluran pencernaan dengan endoskop.
- Pemberian obat pada organ dalam tubuh secara langsung.
Indikasi Endoskopi
Dokter melakukan prosedur ini dengan tujuan utama, seperti:
- Menemukan penyebab dari gejala atau gangguan kesehatan yang dialami pasien.
- Mengevaluasi kondisi organ saat operasi.
- Mengambil sampel jaringan organ atau biopsi.
Selanjutnya, endoskopi untuk penyakit apa? Kapan seseorang harus di endoskopi?
Prosedur ini dapat dokter lakukan jika pasien mengalami beberapa kondisi di bawah ini, sekaligus mendeteksi penyebab dari gejala berupa:
- Batuk kronis atau batuk berdarah.
- Muntah darah secara terus-menerus.
- Diare berkepanjangan.
- Penurunan berat badan secara signifikan.
- Disfagia atau kesulitan menelan.
- Sakit perut yang tak kunjung membaik.
- Rasa panas di area ulu hati.
- Buang air kecil berdarah.
- Ketidakmampuan dalam menahan buang air kecil.
- Keguguran berulang.
- Mengalami perdarahan dari vagina.
Sementara itu, ini beberapa tindakan yang terbantu dengan prosedur endoskopi seperti:
- Mengangkat batu empedu.
- Memperbaiki masalah di area sendi.
- Mengangkat miom di rahim
- Memasang alat bernama stent di saluran empedu atau pankreas.
- Menghancurkan batu dan memasang stent di saluran kemih.
- Mengangkat usus buntu yang telah meradang.
- Menghentikan perdarahan pada pemilik masalah tukak lambung
Untuk lebih jelasnya tentang jenis penyakitnya, kamu bisa baca lebih lanjut dalam artikel ini: Inilah 7 Penyakit yang Bisa Diperiksa dengan Metode Endoskopi.
Jenis-Jenis Endoskopi
Endoskopi dimasukkan lewat apa? Prosedurnya akan tergantung pada jenis endoskopi dan area mana yang akan dokter periksa. Ini beberapa jenisnya:
- Anoskopi: Alatnya bernama anoskop yang dokter masukkan melalui anus.
- Artroskopi: Prosedurnya dengan alat artroskop yang dimasukkan melalui sayatan kecil di atas sendi.
- Bronkoskopi: Melalui alat bronkoskop, dokter dapat mendeteksi masalah pada trakea, tenggorokan, dan paru-paru melalui mulut.
- Kolonoskopi: Alatnya bernama kolonoskop yang dokter masukkan melalui anus
- Kolposkopi: Metodenya dengan alat bernama kolposkop dan menempatkannya di lubang vagina.
- Sistoskopi: Prosedurnya dengan sistoskop yang dimasukkan melalui uretra
- Enteroskopi: Mendiagnosis kondisi di saluran pencernaan bagian kecil menggunakan kamera khusus.
- Esofagoskopi: Menggunakan sofagoskop untuk mendeteksi masalah kerongkongan dan dokter memasukkannya melalui mulut.
- Gastroskopi: Melalui alat gastroskop lewat mulut, dokter mampu mendeteksi masalah pada lambung dan duodenum.
- Histeroskopi: Pemeriksaan rongga rahim dengan alat bernama histeroskop untuk mendiagnosis gangguan ginekologi.
- Laparoskopi: Dengan alat laparoskop, dokter bisa mengevaluasi kondisi pada perut, hati, atau organ perut lainnya. Termasuk organ reproduksi wanita, termasuk rahim, ovarium, dan saluran tuba.
- Laringoskopi: Metodenya menggunakan alat bernama laringoskop melalui mulut.
- Mediastinoskopi: Memeriksa area di sekitar paru-paru dan jantung (mediastinum) guna mendeteksi penyakit atau mengambil sampel jaringan.
- Neuroendoskopi: Prosedurnya dengan neuroendoskop guna mendeteksi masalah pada otak melalui sayatan kecil di tengkorak.
- Proktoskopi: Menggunakan alat proktoskop, dokter bisa mendeteksi masalah pada rektum dan kolon sigmoid melalui anus.
- Sigmoidoskopi: Alatnya bernama sigmoidoskop yang dimasukkan melalui anus
Peringatan dan Kontraindikasi Endoskopi
Meski umumnya aman, tidak semua jenis pemeriksaan dapat kamu lakukan.
Pada prosedur gastroskopi dan esofagoskopi, beberapa orang dengan kondisi di bawah ini tak boleh menjalaninya:
- Syok atau penurunan tekanan darah drastis.
- Mengalami serangan jantung.
- Memiliki luka terbuka pada permukaan kulit.
Selain beberapa poin di atas, ada beberapa kontraindikasi dari pemeriksaan, seperti:
- Tengah mengonsumsi obat pengencer darah. Misalnya, warfarin atau clopidogrel.
- Tengah mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Misalnya, ibuprofen, aspirin, dan naproxen.
- Memiliki alergi obat bius, plester, dan lateks.
- Mengidap gangguan irama jantung atau aritmia.
- Mengidap iskemia atau gangguan pada aliran darah.
Apa Kata Riset tentang Endoskopi?
Penelitian yang dirilis oleh World Journal of Gastroenterology berjudul Recent advances in diagnostic upper endoscopy (2020) ini telah mencari cara untuk meningkatkan pemeriksaan Esophagogastroduodenoscopy (EGD), yaitu prosedur untuk mendeteksi masalah di kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari.
Dari 67 studi yang dianalisis, ditemukan bahwa persiapan sebelum pemeriksaan menggunakan simethicone atau pronase dapat membantu membuat area lambung dan kerongkongan lebih jelas terlihat.
Sedasi yang tepat, seperti menggunakan propofol, tidak hanya membuat pasien lebih nyaman tetapi juga membantu dokter menemukan masalah dengan lebih baik.
Teknologi pencitraan baru, seperti Blue Laser Imaging (BLI) dan Linked Color Imaging (LCI), sangat berguna untuk menemukan kanker di tahap awal. Selain itu, memeriksa dengan teliti dalam waktu yang cukup lama dan mengambil gambar secara sistematis dapat meningkatkan akurasi diagnosis.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dapat membantu deteksi dini penyakit pencernaan, termasuk kanker, jika dilakukan dengan teknik yang tepat dan terstandarisasi.
Fakta tentang Endoskopi
1. Endoskopi pertama kali digunakan pada akhir abad ke-18 menggunakan tabung logam sederhana dan lilin sebagai sumber cahaya.
2. Serat optik modern dalam endoskopi memungkinkan dokter melihat organ dalam dengan resolusi tinggi tanpa pembedahan besar.
3. Endoskopi kapsul pertama kali disetujui oleh Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada tahun 2001.
Persiapan Sebelum Endoskopi
Dokter biasanya akan memberikan petunjuk terkait dengan persiapan sebelum endoskopi. Misalnya, menanyakan pada penyedia asuransi terkait dengan biaya dan persetujuan.
Ini persiapan endoskopi yang perlu kamu lakukan sebelum menjalani prosedur:
1. Pemeriksaan kesehatan
Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien secara lengkap. Caranya dengan bertanya seputar gangguan yang sedang dialami hingga riwayat kesehatan keluarga.
2. Berhenti makan dan minum
Pasien harus berhenti makan makanan padat selama 8 jam dan berhenti minum cairan selama 4 jam sebelum endoskopi. Hal ini untuk memastikan perut berada dalam kondisi kosong.
Selain berhenti makan dan minum, pasien juga bisa mengonsumsi obat pencahar untuk mempercepat proses pengosongan perut.
3. Berhenti minum obat
Berhenti minum obat pengencer darah beberapa hari sebelum endoskopi. Sebab, jenis obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan. selain itu, pasien juga harus menghentikan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Prosedur Endoskopi
Endoskopi adalah prosedur medis yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam tubuh tanpa perlu melakukan pembedahan besar.
Prosedur ini menggunakan alat bernama endoskop, yaitu selang tipis dan fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan cahaya di ujungnya.
Berikut ini prosedur pelaksanaan endoskopi:
1. Sebelum endoskopi
Sebelum melaksanakan prosedur endoskopi, pasien biasanya diminta untuk berpuasa selama 6 hingga 8 jam, terutama jika endoskopi dilakukan pada saluran pencernaan atas, untuk memastikan area yang diperiksa bersih dari sisa makanan.
Selain itu, pasien juga diwajibkan untuk memberi tahu dokter tentang riwayat kesehatan, alergi, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Kemudian, sebelum proses endoskopi dimulai, pasien akan diberikan anestesi lokal untuk mengebaskan area masuknya endoskop, seperti tenggorokan, atau sedasi ringan agar lebih rileks.
Dalam beberapa kasus, anestesi umum mungkin digunakan, tergantung pada jenis endoskopi dan kondisi pasien.
2. Selama prosedur endoskopi
Ketika prosedur dimulai, dokter akan menggunakan endoskop, sebuah selang fleksibel dengan kamera dan sumber cahaya di ujungnya.
Endoskop dimasukkan secara perlahan melalui mulut, hidung, atau sayatan kecil, tergantung area yang diperiksa.
Alat ini kemudian diarahkan ke organ target sambil menampilkan gambar real-time pada monitor.
Bukan hanya itu, endoskop dapat dilengkapi dengan alat untuk biopsi, pengangkatan polip, atau tindakan terapeutik lainnya, menyesuaikan dengan kebutuhan.
Selama prosedur, dokter dapat mengambil sampel jaringan (biopsi), mengangkat polip, atau melakukan intervensi lain jika diperlukan.
Endoskopi biasanya berlangsung singkat, yaitu hanya 15–60 menit, tergantung jenis, kompleksitas, dan organ yang dokter periksa.
Sepanjang prosedur, dokter dan tim medis akan memantau tanda-tanda vital pasien dan memastikan kenyamanan serta keselamatan pasien.
Pasien yang sadar akan diminta untuk melakukan tindakan sederhana, seperti menelan, untuk membantu pergerakan endoskop.
3. Setelah prosedur
Setelah prosedur endoskopi selesai, pasien akan dipantau hingga efek anestesi hilang.
Beberapa mungkin merasakan ketidaknyamanan ringan, seperti perut kembung atau sakit tenggorokan, yang biasanya hilang dalam beberapa jam.
Selanjutnya, dokter akan memberikan arahan mengenai pola makan, aktivitas, dan perawatan setelah prosedur, serta menjadwalkan kunjungan kontrol jika diperlukan.
Prosedur endoskopi umumnya aman dalam memberikan informasi diagnostik, serta memungkinkan intervensi medis tanpa perlu pembedahan terbuka.
Namun, seperti semua prosedur medis, ada risiko minimal yang sebaiknya didiskusikan dengan dokter sebelum pelaksanaan.
Mau tahu lebih jauh mengenai prosedurnya? Simak di artikel ini: Jenis Persiapan sebelum Lakukan Endoskopi Lambung.
4. Setelah prosedur endoskopi
Setelah selesai, pasien harus beristirahat dalam waktu beberapa jam sampai efek obat biusnya menghilang. Mereka tidak diperbolehkan mengemudi atau melakukan aktivitas 24 jam setelah prosedur.
Selain itu, pasien harus melakukan beberapa hal ini:
- Perhatikan tanda-tanda perubahan kondisi, seperti perdarahan, infeksi, atau reaksi alergi.
- Ikuti instruksi dokter terkait pola makan dan minum setelah endoskopi. Sebab, ada kemungkinan perut masih sensitif.
- Jika dokter meresepkan, konsumsilah obat-obatan sesuai petunjuk dokter.
- Sampaikan kepada dokter jika ada komplikasi atau gejala yang tidak normal pasca prosedur.
- Jika ada luka pada area endoskopi, ikuti petunjuk perawatan luka dari dokter.
- Ikuti jadwal konsultasi lanjutan dengan dokter untuk mengevaluasi hasil endoskopi dan kondisi kesehatan pasca prosedur.
- Segera hubungi dokter jika mengalami masalah lebih lanjut.
Meski terlihat sama, gastroskopi dan endoskopi adalah dua jenis prosedur yang berbeda. Ketahui di sini perbedaannya: Ini Perbedaan Gastroskopi dan Endoskopi yang Wajib Diketahui
Efek Samping Endoskopi
Endoskopi adalah prosedur yang aman. Meski begitu, ada beberapa risiko efek samping yang mungkin saja terjadi pada pasien. Beberapa contohnya:
- Perdarahan.
- Demam.
- Infeksi.
- Robeknya organ.
- Nyeri.
- Pembengkakan dan kemerahan.
Segera diskusikan dengan dokter jika mengalami:
- Kesulitan menelan.
- Batuk yang tak kunjung membaik.
- Muntah darah.
- Feses berwarna hitam.
- Nyeri pada tenggorokan, dada, dan perut.
- Kesulitan bernapas.
Berapa Biaya untuk Melakukan Endoskopi?
Segera hubungi dokter spesialis jika ada yang ingin kamu tanyakan terkait dengan prosedur endoskopi, atau saat memiliki keluhan kesehatan tertentu.
Kisaran biayanya akan tergantung pada jenis dan fasilitas kesehatan yang kamu datangi. Kisaran harganya mulai dari Rp1.018.000 hingga Rp22.300.000.
Dengan informasi yang tepat, endoskopi bisa menjadi salah satu cara yang efektif dalam membantu mendiagnosis penyakit.
Nah, jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar endoskopi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc.
Diperbarui pada 20 Januari 2025.
Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2025. Endoscopy.
American Society of Clinical Oncology (ASCO). Diakses pada 2025. Types of Endoscopy.
Medical News Today. Diakses pada 2025. Endoscopy: What to know.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Upper Endoscopy.
Teh JL, Shabbir A, Yuen S, So JB. Diakses pada 2025. Recent advances in diagnostic upper endoscopy.
World Journal of Gastroenterology. Diakses pada 2025. Recent advances in diagnostic upper endoscopy.
Frequently Asked Questions
1. Endoskopi adalah penyakit apa?
Endoskopi bukan penyakit, melainkan prosedur medis untuk memeriksa bagian dalam tubuh menggunakan alat berupa tabung fleksibel dengan kamera di ujungnya.
2. Kenapa pasien harus di endoskopi?
Pasien perlu menjalani endoskopi untuk mendiagnosis atau memeriksa kondisi seperti gangguan pencernaan, ulkus lambung, peradangan, atau kanker.
3. Berapa lama endoskopi lambung?
Prosedur endoskopi lambung biasanya berlangsung sekitar 15-30 menit.
4. Apa bahaya dari endoskopi?
Risiko dari endoskopi termasuk infeksi, perdarahan, atau cedera pada saluran pencernaan, meskipun ini jarang terjadi.
5. Apakah BPJS menanggung biaya endoskopi?
Ya, BPJS biasanya menanggung biaya endoskopi jika prosedur tersebut direkomendasikan oleh dokter dan sesuai dengan ketentuan medis yang berlaku.