Eperisone

DAFTAR ISI
- Eperisone Obat Apa?
- Merek Dagang Eperisone
- Manfaat Eperisone
- Peringatan Sebelum Menggunakan Eperisone
- Dosis dan Aturan Pakai Eperisone
- Apa Kata Studi Tentang Eperisone?
- Cara Menggunakan Eperisone dengan Benar
- Efek Samping Eperisone
- Interaksi Eperisone
- Kontraindikasi Eperisone
- FAQ
Eperisone Obat Apa?
Eperisone adalah obat yang digunakan untuk meredakan ketegangan atau melemaskan otot. Obat ini termasuk dalam golongan relaksan otot. Eperisone bekerja dengan cara mengurangi ketegangan pada otot dengan memengaruhi sistem saraf pusat.
Eperisone sering digunakan untuk meringankan gejala yang terkait dengan gangguan otot atau saraf tanpa menyebabkan efek sedatif yang berat.
- Golongan: Obat resep.
- Kategori: Muscle relaxant.
- Dapat digunakan oleh: Dewasa.
- Eperisone untuk ibu hamil: Belum terdapat informasi medis pasti terkait risikonya bagi ibu hamil, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan.
- Eperisone untuk ibu menyusui: Tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui.
- Bentuk obat: Tablet.
Mitos atau fakta, Stres Bisa Sebabkan Nyeri Otot?
Merek Dagang Eperisone
Berikut adalah sejumlah merek dagang eperisone yang bisa kamu dapatkan di Halodoc:
- Eperisone 50 mg 10 Tablet. Dengan kandungan eperisone HCl, obat ini bekerja sebagai relaksan otot atau melemaskan otot rangka dan otot polos vaskular, yang menghasilkan pengurangan myotonia, peningkatan sirkulasi, dan penekanan refleks rasa sakit.
- Estalex 50 mg 10 Tablet. Obat antispasmodik yang bekerja sebagai relaksan otot atau melemaskan bagian otot rangka.
- Myobat 50 mg 10 Tablet. Diindikasikan sebagai terapi simtomatik untuk kondisi yang berhubungan dengan spasme atau kram muskuloskeletal.
- Epsonal 50 mg 10 Tablet. Untuk pengobatan simtomatik terhadap kondisi yang terkait dengan spasme muskuloskeletal atau kejang otot.
- Myonal 50 mg 10 Tablet. Bekerja sebagai relaksan otot atau melemaskan otot rangka dan otot polos vaskular, sehingga menekan refleks yang menyebabkan rasa sakit.
- Eprinoc 50 mg 10 Tablet. Bekerja sebagai relaksan otot atau melemaskan otot rangka dan otot polos vaskular. Dapat juga digunakan sebagai terapi simtomatik untuk kondisi yang berhubungan dengan spasme atau kram muskuloskeletal.
Manfaat Eperisone
Berikut beberapa manfaat utama dari eperisone:
1. Meredakan spasme otot
Eperisone sangat sering digunakan untuk mengurangi kontraksi atau ketegangan otot yang terjadi secara tiba-tiba. Contohnya seperti cedera otot atau gangguan neurologis.
Mengenal Sleep Spasm, Gangguan Tidur Akibat Otot yang Tegang.
2. Mengurangi nyeri otot
Eperisone efektif dalam mengatasi nyeri yang disebabkan oleh ketegangan otot, membantu mengurangi rasa sakit dan kekakuan.
Jika alami nyeri otot, kamu juga bisa cek Ini 5 Rekomendasi Obat Nyeri Otot yang Ampuh di Apotek.
3. Meringankan spastisitas otot
Eperisone sering digunakan untuk mengatasi spastisitas otot yang disebabkan oleh kondisi seperti stroke, cedera otak, atau penyakit saraf lainnya.
4. Pengobatan gangguan neuromuskuler
Obat ini juga digunakan pada pasien dengan gangguan neuromuskuler yang menyebabkan otot menjadi kaku atau sulit bergerak. Contohnya seperti pada penyakit tulang belakang atau multiple sclerosis.
Fakta Penting Terkait Eperisone
1. Eperisone sering dianggap lebih aman bagi pasien lansia karena risiko efek sampingnya yang lebih rendah, meskipun tetap perlu pengawasan medis.
2. Dibandingkan dengan relaksan otot lain, eperisone memiliki profil efek samping yang lebih ringan.
Peringatan Sebelum Menggunakan Eperisone
Sebelum menggunakan eperisone, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan dan efektivitas obat ini, yaitu:
- Jika memiliki riwayat alergi terhadap eperisone atau bahan lainnya dalam obat ini, sebaiknya hindari penggunaan obat.
- Keamanan eperisone pada kehamilan belum sepenuhnya dipastikan, sehingga hanya boleh digunakan jika benar-benar diperlukan dan diresepkan oleh dokter.
- Eperisone dapat menyebabkan rasa kantuk atau pusing pada beberapa orang.
- Beritahu dokter jika kamu sedang mengonsumsi obat lain, baik resep maupun obat bebas. Sebab, eperisone dapat berinteraksi dengan beberapa obat, terutama obat penenang atau obat yang memengaruhi sistem saraf pusat.
Dosis dan Aturan Pakai Eperisone
Secara umum, dosis yang diberikan bisa bervariasi tergantung pada kondisi medis dan respons pasien terhadap pengobatan. Berikut dosis umum dan cara penggunaan eperisone:
Dosis penggunaan obat:
- Dewasa: 3 kali sehari. 1 tablet (50 mg).
Aturan pakai:
- Dikonsumsi sesudah makan.
- Jangan menghancurkan tablet, telan utuh dengan segelas air.
Cara Menggunakan Eperisone dengan Benar
Berikut adalah cara menggunakan eperisone dengan benar agar obat ini efektif dan aman untuk digunakan:
- Pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter atau yang tertera pada resep.
- Telan tablet utuh dengan segelas air. Jangan mengunyah, memecah, atau menghancurkan tablet karena bisa memengaruhi cara kerja obat.
- Sebaiknya konsumsi setelah makan untuk mengurangi kemungkinan iritasi lambung.
- Selama penggunaan eperisone, perhatikan efek samping yang mungkin timbul, seperti kantuk, pusing, atau penurunan tekanan darah.
- Jika efek samping terjadi tidak wajar, segera konsultasikan dengan dokter.
Apa Kata Studi Tentang Eperisone?
Studi tentang eperisone yang diterbitkan pada National Library of Medicine menunjukkan beberapa hal terkait obat ini, di antaranya:
- Obat ini efektif untuk mengatasi nyeri punggung bawah akut dan spastisitas otot tulang belakang.
- Dalam penelitian ini, 160 pasien dengan nyeri punggung bawah diberi pengobatan eperisone 100 mg tiga kali sehari, atau thiocolchicoside 8 mg dua kali sehari selama 12 hari. Hasilnya, kedua obat tersebut menunjukkan efektivitas yang sebanding dalam meredakan nyeri spontan dan nyeri saat bergerak.
- Selain itu, eperisone memiliki efek samping yang lebih ringan dibandingkan thiocolchicoside.
- Kesimpulannya, eperisone terbukti sebagai pilihan yang lebih aman dan efektif, dibandingkan obat relaksan otot lainnya dalam pengobatan nyeri punggung bawah.
Efek Samping Eperisone
Terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi eperisone, seperti:
- Lemah.
- Pusing.
- Mengantuk.
- Rasa kebas atau gemetar.
Interaksi Eperisone
Eperisone dapat berinteraksi bila digunakan bersamaan dengan obat lain seperti:
- Benzodiazepin atau obat tidur lain.
- Obat hipotensi.
- Alkohol.
- Obat yang mempengaruhi fungsi hati.
Kontraindikasi Eperisone
Eperisone tidak disarankan untuk digunakan pada kondisi berikut:
- Alergi terhadap eperisone.
- Penyakit hati berat.
- Penyakit ginjal berat.
- Ibu hamil.
- Ibu menyusui.
- Anak-anak.
Itulah informasi medis lengkap mengenai eperisone. Jika kamu ingin menggunakan obat ini, atau memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar eperisone, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.
Dapatkan obat dan suplemen kesehatan lainnya di Toko Kesehatan Halodoc. Produk kesehatannya 100% asli dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Referensi:
Drugs.com. Diakses pada 2025. Eperisone – Drug Information.
Pubmed Central. Diakses pada 2025. Eperisone.
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Efficacy and Safety of Eperisone in Patients with Low Back Pain: A Double Blind Randomized Study.
Frequently Asked Questions
1. Eperisone hcl 50 mg obat apa?
Eperisone HCl 50 mg adalah obat yang digunakan sebagai relaksan otot untuk meredakan spasme otot dan nyeri otot, terutama pada kondisi seperti nyeri punggung bawah atau gangguan otot terkait penyakit tulang belakang.
2. Eperisone obat apa?
Eperisone adalah obat yang digunakan untuk meredakan spasme otot dan ketegangan otot. Obat ini termasuk dalam golongan relaksan otot dan bekerja dengan cara mengurangi ketegangan pada otot dengan memengaruhi sistem saraf pusat.