Waspada, Ini Bahaya Defisiensi Kalsium pada Bumil

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   07 Juni 2022

“Asupan nutrisi yang lengkap dibutuhkan selama hamil, salah satunya asupan kalsium. Hal ini mencegah defisiensi kalsium pada bumil yang bisa berdampak buruk, seperti memicu preeklamsia.”

Waspada, Ini Bahaya Defisiensi Kalsium pada BumilWaspada, Ini Bahaya Defisiensi Kalsium pada Bumil

Halodoc, Jakarta – Defisiensi kalsium adalah adalah kondisi di mana tubuh kurang mendapatkan asupan kalsium. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah hipokalsemia, dan tidak boleh disepelekan begitu saja. Pasalnya, kalsium berperan penting bagi tubuh, yaitu membangun kekuatan tulang dan gigi, menjaga kesehatan jantung, otot, serta saraf. 

Defisiensi kalsium juga harus dihindari pada wanita yang tengah hamil karena bisa memicu komplikasi pada ibu maupun janin yang tengah dikandung. Sayangnya, hal ini sering kali diabaikan oleh para bumil. 

Baca juga: Ikut Berpuasa, Perlukah Ibu Hamil Minum Suplemen Saat Puasa?

Beragam Dampak Defisiensi Kalsium pada Bumil  

Pada dasarnya, asupan kalsium yang cukup dibutuhkan oleh semua orang. Namun, ibu hamil alias bumil harus lebih memperhatikannya. Sebab, defisiensi kalsium pada bumil bisa memicu munculnya komplikasi hingga bisa membahayakan ibu dan janin di dalam kandungan. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, hipokalsemia pada bumil bisa memicu hipertensi gestasional, preeklamsia, hingga persalinan prematur. 

Kekurangan asupan kalsium selama hamil berkaitan erat dengan risiko bayi lahir prematur. Kondisi ini tidak dapat diabaikan, sebab bayi yang lahir sebelum waktunya rentan mengalami gangguan kesehatan jangka panjang. Selain itu, organ-organ tubuhnya belum sempurna dan siap digunakan.

Untuk menurunkan risiko kelahiran prematur, bumil harus memenuhi asupan kalsium harian. Ada penelitian yang menyebut bahwa tingkat konsumsi dan asupan kalsium nyatanya berbanding lurus dengan penurunan risiko bayi lahir prematur. Semakin dekat jumlah asupan kalsium bumil dengan kebutuhan harian, maka risiko bayi lahir prematur akan semakin rendah. 

Baca juga: 4 Makanan Kaya Kalsium yang Baik untuk Ibu Hamil

Defisiensi kalsium juga bisa menyebabkan gangguan pada pembentukan tulang dan gigi Si Kecil. Risiko gangguan pada tulang ibu hamil juga menjadi lebih besar. Sebab selama kehamilan, proses pembentukan tulang dan gigi janin banyak “mengambil” cadangan kalsium di dalam tubuh ibu. Alhasil, risiko ibu mengalami kekurangan kalsium menjadi lebih besar. 

Tidak hanya pada bumil, asupan kalsium juga sangat dibutuhkan selama ibu menyusui. Sangat disayangkan, ibu hamil dan menyusui seringkali lupa akan hal tersebut. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan calon ibu kurang mengonsumsi kalsium hingga mengalami defisiensi.

Di antaranya adalah kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, mengalami mual dan muntah selama hamil, serta kurang mendapatkan paparan sinar matahari di pagi hari. Faktanya, ada beberapa kondisi selama hamil yang sulit untuk diubah, seperti penurunan nafsu makan karena mual muntah. 

Namun, bukan berarti ibu hamil dan menyusui boleh mengabaikan pentingnya asupan kalsium bagi tubuh. Jika merasa kesulitan untuk menerapkan diet tinggi kalsium, calon ibu bisa mencoba melakukan hal lain untuk mendukung pemenuhan asupan kalsium. 

Baca juga: Ketahui Vitamin dan Suplemen yang Baik Dikonsumsi saat Promil

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Suplementasi kalsium dapat membantu mendukung kesehatan selama hamil dan menyusui. 

Untuk mendapatkan manfaatnya, kamu bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung kombinasi kalsium hydrogen fosfat 500 mg dan vitamin D3.

Kandungan vitamin D3 (cholecalciferol) pada suplemen tersebut berperan dalam membantu tubuh memaksimalkan penyerapan mineral kalsium. 

Tak perlu khawatir, suplemen-suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D3 tersedia dengan harga terjangkau. Suplemen ini digunakan untuk membantu kebutuhan kalsium terutama saat kehamilan dan menyusui. 

Ibu bisa membeli suplemen kombinasi kalsium dan vitamin D3 ini di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan obat akan dikirim segera ke rumah. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 

American Journal of Obstetrics and Gynecology. Diakses pada 2022. Calcium supplementation during pregnancy and lactation: effects on the mother and the fetus.
European Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2022. Associations between maternal calcium intake from diet and supplements during pregnancy and the risk of preterm birth in a Chinese population.
Hypertension In Pregnancy. Diakses pada 2022. The association between calcium supplement and preeclampsia and gestational hypertension: a systematic review and meta-analysis of randomized trials.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Preterm Birth.
Oman Medical Journal. Diakses pada 2022. Hypocalcemia in Pregnancy: A Clinical Review Update.