Stroke pada Lansia, Waspada Faktor Risikonya
“Risiko stroke pada lansia ternyata cukup banyak. Mulai dari tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, hingga kurang olahraga.”

Halodoc, Jakarta – Dunia musik Indonesia tengah dirundung duka akibat meninggalnya penyanyi legendaris Bob Tutupoly, pada Selasa (5/7/2022) karena stroke. Sama seperti penyakit jantung, stroke pada lansia juga bisa berakibat fatal.
Ini adalah situasi darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti. Perlu diketahui, otak membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang konstan agar dapat bekerja dengan baik.
Jika suplai darah dihentikan bahkan untuk waktu yang singkat, ini dapat menyebabkan masalah. Sel-sel otak mulai mati setelah hanya beberapa menit tanpa darah atau oksigen.
Hal-Hal yang Jadi Faktor Risiko Stroke pada Lansia
Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko stroke pada lansia. Beberapa di antaranya ada yang bisa diubah, tapi ada pula yang tidak. Berikut ini beberapa faktor risikonya:
- Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyebab paling umum dari stroke. Tekanan darah 140/90 atau lebih tinggi dapat merusak pembuluh darah (arteri) yang menyuplai darah ke otak.
- Penggunaan Tembakau
Merokok atau mengunyah tembakau dapat meningkatkan risiko stroke pada lansia. Hal ini karena nikotin membuat tekanan darah naik. Asap rokok juga menyebabkan penumpukan lemak di arteri utama di leher. Ini juga mengentalkan darah dan membuatnya lebih rentan membeku.
Bahkan, menjadi perokok pasif atau menghirup asap rokok saja juga dapat memengaruhi. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok jika kamu tidak merokok.
- Mengidap Penyakit Jantung
Risiko stroke juga bisa meningkat pada lansia yang mengidap penyakit jantung. Seperti katup jantung yang rusak serta fibrilasi atrium, atau detak jantung tidak teratur.
Penyakit jantung nyatanya merupakan faktor risiko terpenting kedua untuk penyakit stroke. Ia juga menjadi penyebab utama kematian di antara mereka yang selamat dari stroke. Penyakit jantung dan stroke memiliki banyak faktor risiko yang sama.
- Diabetes
Orang yang memiliki penyakit diabetes sering memiliki tekanan darah tinggi dan lebih cenderung kelebihan berat badan. Keduanya meningkatkan kemungkinan stroke.
Selain itu, diabetes juga dapat merusak pembuluh darah, yang membuat stroke lebih mungkin terjadi. Jika seseorang mengalami stroke saat kadar gula darah tinggi, risiko cedera pada otak jadi lebih besar.
- Kelebihan Berat Badan dan Kurang Gerak
Peluang stroke pada lansia juga mungkin meningkat jika kelebihan berat badan. Namun, risiko bisa diturunkan dengan mengubah gaya hidup dan berolahraga secara teratur setiap harinya.
- Penggunaan Obat-obatan
Beberapa obat dapat meningkatkan peluang seseorang terkena stroke. Misalnya, obat pengencer darah, yang disarankan dokter untuk mencegah pembekuan darah, terkadang dapat membuat stroke lebih mungkin terjadi melalui pendarahan.
Penggunaan terapi hormon untuk gejala menopause seperti hot flashes juga sering dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi. Estrogen dosis rendah dalam pil KB juga dapat meningkatkan risiko.
- Usia
Siapapun bisa terkena stroke, bahkan bayi dalam kandungan. Namun umumnya, risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan berlipat ganda setiap dekade setelah usia 55 tahun.
- Riwayat Keluarga
Stroke dapat diturunkan dalam keluarga. Kamu dan kerabat mungkin memiliki risiko yang sama untuk terkena tekanan darah tinggi atau diabetes. Beberapa stroke juga bisa terjadi akibat kelainan genetik yang menghalangi aliran darah ke otak.
- Jenis Kelamin
Wanita sedikit lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami stroke dibandingkan pria pada usia yang sama. Namun, wanita tetap dapat mengalami stroke di usia yang lebih tua.
Itulah beberapa faktor risiko stroke pada lansia yang perlu diwaspadai. Jika kamu memiliki faktor risiko, segera ubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Selain itu, segera download Halodoc untuk membuat janji medis guna melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.