Selain USG, Ini Cara Lain Mendeteksi Gangguan Ginjal
“Ada berbagai jenis pemeriksaan selain USG ginjal, yang dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan ginjal. Di antaranya tes darah, tes urine, dan tes pencitraan.”

Halodoc, Jakarta – Penyakit ginjal adalah kondisi di mana ginjal menjadi rusak seiring waktu dan fungsinya dalam menyaring darah sudah tidak optimal. Kabar baiknya, jika gangguan ginjal dapat ditemukan dan diobati sejak dini, maka tingkat keparahan penyakit ginjal dapat dicegah, termasuk komplikasi lainnya.
Satu-satunya cara untuk mengetahui seberapa baik fungsi ginjal bekerja yaitu dengan melakukan tes. Prosedur tes untuk mendeteksi gangguan ginjal yang sering dilakukan yaitu dengan ultrasonografi (USG). Namun sebenarnya, masih banyak cara lain untuk mendeteksi gangguan ginjal selain USG ginjal.
Jenis-jenis Pemeriksaan untuk Mendeteksi Gangguan Ginjal
Gangguan ginjal merupakan kondisi serius yang membutuhkan deteksi dini, untuk mencegah komplikasi yang lebih parah. Selain USG ginjal, terdapat beberapa metode lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan ginjal:
1. Tes darah
Tes darah merupakan salah satu cara yang umum digunakan untuk mendeteksi gangguan ginjal. Melalui tes darah, terdapat beberapa parameter yang dapat memberikan informasi mengenai fungsi ginjal, seperti kreatinin dan urea.
Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah dapat menandakan adanya masalah pada ginjal, sedangkan tingginya kadar urea dapat mengindikasikan gangguan fungsi ginjal. Tes darah juga dapat digunakan untuk memeriksa tingkat elektrolit, seperti natrium, kalium, dan fosfat, yang dapat berhubungan dengan gangguan ginjal.
2. Tes urine
Cara selanjutnya yaitu dengan tes urine yang juga penting dalam mendeteksi gangguan ginjal. Melalui tes ini, urin akan dianalisis untuk mencari adanya tanda-tanda kerusakan ginjal. Seperti, adanya protein, darah, atau sel-sel darah merah dalam urine.
Protein dalam urin dapat menjadi indikasi kerusakan ginjal atau penyakit ginjal tertentu. Selain itu, tes urin juga dapat mengukur tingkat kreatinin dan albumin dalam urin, yang dapat memberikan gambaran tentang fungsi ginjal.
3. Tes glomerular filtration rate (GFR)
Tes GFR digunakan untuk mengukur tingkat filtrasi glomerulus dalam ginjal. Jenis pemeriksaan ini merupakan ukuran yang akurat untuk menilai fungsi ginjal. Biasanya, tes GSF melibatkan pengambilan sampel darah dan urin, untuk menghitung tingkat filtrasi glomerulus. Semakin rendah dinail GFR, semakin buruk fungsi ginjal.
4. Tes pencitraan
Selain USG ginjal, ada metode pencitraan lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan ginjal, seperti CT scan dan magnetic resonance imaging (MRI).
Metode tersebut memungkinkan visualisasi struktur ginjal dengan lebih detail, sehingga dapat membantu dalam mendiagnosa berbagai penyakit ginjal. Seperti, batu ginjal, tumor, atau penyakit polikistik ginjal.
5. Biopsi
Metode biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan berukuran kecil dari ginjal untuk diuji di laboratorium. Biopsi yang digunakan dalam mendeteksi gangguan ginjal dapat meliputi:
- Biopsi ginjal. Dokter memasukkan jarum khusus untuk mendapatkan sampel kecil jaringan ginjal. Biopsi ginjal dapat memastikan diagnosa penyakit ginjal kronis.
- Biopsi kandung kemih. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan tabung tipis (cystoscope) ke dalam kandung kemih melalui uretra. Hal tersebut memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan memeriksa kelainan. Prosedur ini juga dikenal sebagai sistoskopi. Dokter mungkin akan mengambil biopsi jaringan kandung kemih untuk diperiksa di laboratorium.
Jika hasil dari masing-masing tes menunjukkan adanya gangguan ginjal, maka dokter akan menindaklanjuti dengan pilihan pengobatan. Selain itu, kamu mungkin dapat menindaklanjuti penyakit dengan dokter spesialis nefrologi. Agar lebih waspada dengan penyakit ginjal, ketahui Ini 8 Gejala Awal Ginjal Bermasalah yang Harus Disadari.
Selain itu, dokter mungkin akan lebih sering melakukan pemeriksaan fungsi ginjal di kemudian hari. Pemeriksaan Rutin dapat membantu dokter melacak kesehatan dan kondisi lainnya.