Perlu Tahu, Ini 6 Penyebab Pembuluh Darah Pecah
“Ada berbagai penyebab pembuluh darah pecah, seperti cedera, vaskulitis, hipertensi, dan lain-lain. Beberapa kondisi penyebab tersebut sering kali dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.”

DAFTAR ISI
Halodoc, Jakarta – Tubuh kita terdiri dari banyak pembuluh darah yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Namun, karena berbagai alasan, mereka juga bisa mengalami masalah. Salah satu masalah yang paling umum adalah pembuluh darah pecah.
Sebenarnya hampir semua orang mungkin pernah mengalami pembuluh darah pecah atau robek pada suatu waktu, biasanya akibat cedera. Namun, terkadang kondisi tersebut juga bisa disebabkan sesuatu yang serius.
Pertanyaannya, apa saja hal yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah?
Ketahui Berbagai Penyebab Pembuluh Darah Pecah
Biasanya, pembuluh darah pecah merupakan indikasi bahwa pembuluh darah kamu lemah atau ada tekanan yang tinggi di baliknya, yang akhirnya menyebabkan saluran tersebut tidak mampu bertahan lagi.
Hal ini dapat mengakibatkan perdarahan yang tampak sebagai titik-titik kecil berwarna merah, cokelat, atau ungu di bawah kulit. Kondisi ini juga dapat menimbulkan bercak yang dinamakan purpura.
Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab pembuluh darah pecah:
1. Cedera
Cedera, seperti akibat terjatuh atau terbentur, bisa menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit pecah. Akibatnya, sel darah merah bocor dan terkumpul di bawah kulit yang menimbulkan memar.
Pembuluh darah yang pecah karena hal ini biasanya tidak serius dan kebanyakan memar akan hilang dengan sendirinya dalam 2-4 minggu.
Apabila kamu mengalami memar, tidak ada salahnya menggunakan obat untuk mempercepat proses penyembuhan. Simak artikel ini untuk mengetahui rekomendasinya: “Ini 4 Pilihan Obat Memar yang Manjur di Apotek”.
2. Vaskulitis
Vaskulitis juga bisa menjadi salah satu penyebab pembuluh darah pecah. Ini adalah kondisi peradangan pada pembuluh darah tubuh, yang bisa memengaruhi pembuluh darah kapiler atau pembuluh darah arteri besar, seperti aorta.
Ketika meradang, pembuluh darah bisa melemah dan meregang, yang bisa menyebabkan aneurisma. Aneurisma adalah tonjolan di bagian arteri yang lemah dan rusak. Selain itu, vaskulitis juga bisa membuat pembuluh darah menjadi sangat tipis, sehingga pecah yang mengakibatkan perdarahan ke dalam jaringan.
3. Varises
Varises terjadi ketika katup kecil di dalam pembuluh darah kamu berhenti bekerja dengan baik, sehingga memungkinkan darah terkumpul di dalam pembuluh darahmu. Tekanan yang meningkat menyebabkan pembuluh darah melemah dan membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan.
Terkadang, pembuluh kecil yang disebut kapiler akan pecah, membentuk jaringan pembuluh darah laba-laba atau menyebabkan warna kemerahan atau kecoklatan pada kulit kamu.
Varises dapat muncul karena beberapa kebiasaan. Kamu dapat membaca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut: “6 Kebiasaan yang Bisa Sebabkan Munculnya Varises”.
4. Hipertensi
Dari semua penyebab pembuluh darah pecah, hipertensi adalah yang paling umum.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi secara bertahap akan meningkatkan tekanan darah yang mengalir melalui arteri. Hal itu bisa merusak sel-sel lapisan dalam arteri, sehingga akhirnya pembuluh darah tersebut menjadi kurang elastis dan membatasi aliran darah ke seluruh tubuh.
Tekanan darah tinggi yang konstan bergerak melalui arteri yang melemah juga bisa menyebabkan tonjolan (aneurisma). Aneurisma berpotensi pecah dan menyebabkan perdarahan internal yang berisiko mengancam jiwa.
Nah, hipertensi sering kali terjadi akibat gaya hidup tidak sehat, seperti banyak mengonsumsi makanan tinggi garam (mi instan, snack bermicin), kurang berolahraga, obesitas, minum alkohol secara berlebihan, dan lain-lain. Itulah mengapa gaya hidup sehat menjadi salah satu faktor yang bisa memicu pembuluh darah pecah.
Mau tahu pilihan obat untuk menurunkan hipertensi? Baca di artikel ini:
- Catat, Ini Pilihan Obat Darah Tinggi di Apotik yang Aman
- Ini 5 Obat Hipertensi yang Ampuh Turunkan Darah Tinggi
5. Gumpalan Darah
Gumpalan darah termasuk deep vein thrombosis (DVT) dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah kamu. Saat tekanan meningkat, pembuluh darah dan katup kecil di dalamnya bisa melemah, yang akhirnya pecah.
Gumpalan darah bisa sangat berbahaya karena pada akhirnya bisa pecah dan menyebar ke paru-paru, otak, atau jantung. Nah, kondisi ini berisiko menyebabkan stroke, serangan jantung, atau bahkan kematian.
Ketahui lebih lanjut mengenai penggumpalan darah melalui artikel berikut ini: “Hati-Hati, Inilah Penyebab Pembekuan Darah yang Berakibat Fatal”.
6. Aterosklerosis
Penyebab pembuluh darah pecah lainnya adalah aterosklerosis. Ini merupakan kondisi menumpuknya plak (kolesterol, lemak, dan zat lainnya) di dalam arteri kamu. Hal itu bisa mempersempit arteri dan membuat aliran darah terhambat untuk melewati arteri. Akibatnya, kamu berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.
Gaya hidup tidak sehat juga sudah terkait dengan masalah kesehatan serius ini. Gaya hidup, seperti kurang olahraga, merokok, dan hipertensi bisa menyebabkan aterosklerosis.
Jenis Pembuluh Darah yang Bisa Pecah dan Bahayanya
Berikut ini adalah berbagai jenis pecahnya pembuluh darah berdasarkan lokasi terjadinya:
1. Kulit
Kulit adalah salah satu lokasi pecahnya pembuluh darah yang mudah dikenali gejalanya. Biasanya, hal ini terjadi akibat trauma fisik, seperti benturan benda keras atau jatuh.
Saat pembuluh darah di bawah permukaan kulit pecah, akan terbentuk memar atau hematoma karena darah mengumpul di bawah kulit.
Memar biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua minggu. Namun, jika setelah dua minggu memar belum hilang atau muncul tanpa alasan jelas, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebab pastinya.
2. Mata
Pecahnya pembuluh darah di mata sering kali tidak disadari oleh pengidapnya. Biasanya, baru diketahui ketika bercermin dan melihat ada bagian mata yang memerah.
Kemerahan ini disebabkan oleh pendarahan di bawah konjungtiva (pendarahan subkonjungtiva) yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata.
Beberapa hal yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah di mata meliputi menggosok mata terlalu keras, batuk keras, mengejan, atau muntah. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dalam dua minggu.
Beberapa masalah medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, konsumsi obat pengencer darah, atau gangguan pembekuan darah juga bisa memicu pecahnya pembuluh darah di mata.
Jika pendarahan terjadi di dalam bola mata, pengidapnya mungkin akan mengalami gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur, melihat bayangan hitam, atau bahkan kehilangan penglihatan secara mendadak.
3. Kerongkongan
Pecahnya pembuluh darah di kerongkongan sering kali diakibatkan oleh varises esofagus, yang terjadi akibat tekanan darah tinggi di pembuluh darah hati.
Hal ini biasanya disebabkan oleh sirosis hati yang memicu terbentuknya jaringan parut di hati.
Ketika tekanan darah meningkat, darah akan mengalir ke pembuluh darah kecil yang tidak didesain untuk menampung volume darah yang besar, sehingga pembuluh tersebut membengkak dan lebih rentan pecah.
Gejala pecahnya pembuluh darah di kerongkongan termasuk muntah darah, tinja berwarna hitam, pusing, hingga kehilangan kesadaran.
4. Otak
Pecahnya pembuluh darah di otak adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera. Salah satu kondisi yang terkenal terkait dengan pecahnya pembuluh darah di otak adalah stroke.
Saat ini terjadi, bagian otak yang terpengaruh tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel otak di area tersebut mati.
Penyebab umum pecahnya pembuluh darah di otak termasuk tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, aterosklerosis, aneurisma, serta trauma pada kepala.
5. Jantung
Sama halnya dengan otak, pecahnya pembuluh darah di jantung juga merupakan kondisi yang sangat berbahaya.
Pecahnya pembuluh darah di jantung (ruptur arteri koroner) biasanya disebabkan oleh aneurisma koroner, diseksi, atau peradangan pembuluh darah (vaskulitis).
Kondisi ini bisa memicu gagal jantung dengan gejala-gejala seperti kelelahan, dada terasa berat, sesak napas, jantung berdebar, dan nyeri dada.
Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segera pergi ke IGD untuk mendapatkan perawatan darurat.
Itulah beberapa penyebab pembuluh darah pecah yang perlu kamu ketahui. Cobalah untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat agar bisa terhindar berbagai kondisi yang bisa menyebabkan pembuluh darah pecah.
Apabila kamu mengalami gejala masalah pembuluh darah, hubungi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Halodoc saja.
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!