Mengenal Anatomi Organ Reproduksi Wanita dan Fungsinya

9 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   25 Februari 2025

Penting untuk memahami berbagai organ reproduksi wanita dan fungsinya agar kamu bisa menjaga kesehatannya dengan baik.

Mengenal Anatomi Organ Reproduksi Wanita dan FungsinyaMengenal Anatomi Organ Reproduksi Wanita dan Fungsinya

DAFTAR ISI


Organ reproduksi wanita berperan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan keturunan. Ada dua bagian organ reproduksi wanita yang perlu kamu tahu, yaitu bagian dalam dan luar. 

Organ reproduksi bagian dalam tidak bisa terlihat langsung, sedangkan organ reproduksi bagian luar dapat terlihat secara langsung. Nah, agar dapat lebih memahaminya, ketahui informasi berikut. 

Mengenal Anatomi Organ Reproduksi Wanita

Seperti penjelasan sebelumnya, ada dua jenis organ reproduksi wanita, yaitu organ bagian dalam dan luar. Berikut penjelasan untuk setiap bagian organ tersebut:

Organ reproduksi bagian luar

Organ reproduksi wanita bagian luar atau sebutannya alat kelamin memiliki fungsi utama sebagai jalur masuknya sperma. 

Selain itu, area luar dari organ reproduksi juga menjadi pelindung organ bagian dalam dari bahaya infeksi. 

Adapun yang termasuk organ reproduksi bagian luar yaitu:

1. Labia majora

Labia majora atau sebutannya bibir besar menjadi bagian organ reproduksi yang bertugas untuk menjaga organ luar lainnya. 

Ketika wanita memasuki periode pubertas, area kulit pada bagian ini akan ditumbuhi rambut atau bulu yang memiliki kandungan kelenjar minyak. 

2. Labia minora

Lalu, labia minora atau memiliki sebutan lain bibir kecil, bagian organ reproduksi wanita yang memiliki banyak ukuran. 

Bagian ini berada tepat pada sisi dalam labia majora, mengelilingi bukan vagina dan saluran pembawa urine atau uretra. 

Kulit labia minora sangat mudah teriritasi karena halus dan mudah mengalami pembengkakan. 

3. Kelenjar bartholin

Kemudian, kelenjar bartholin yang letaknya ada pada setiap bagian samping lubang vagina. Bagian dapat menghasilkan cairan atau lendir yang fungsinya sebagai pelumas vagina. 

4. Klitoris

Klitoris adalah bagian organ reproduksi wanita yang berupa tonjolan berukuran kecil, tetapi sangat sensitif. 

Bagian ini tertutup oleh lipatan kulit yang bernama preputium, sangat mirip dengan kulup yang ada pada ujung penis. 

Klitoris memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap rangsangan sekaligus merupakan area ereksi. 

Inilah alasan mengapa klitoris sering menjadi salah satu area rangsangan wanita ketika melakukan hubungan intim

Organ reproduksi bagian dalam

Selanjutnya, organ reproduksi wanita bagian dalam yang terdiri dari:

1. Vagina

Vagina merupakan sebuah saluran yang menjadi penghubung antara serviks atau rahim bagian bawah dengan tubuh bagian luar. 

Organ satu ini berada dalam tubuh, tepatnya di belakang kandung kemih dan lebih rendah daripada rahim. 

Sebagai organ reproduksi wanita, vagina memiliki fungsi utama sebagai jalan keluarnya darah ketika wanita mengalami menstruasi. 

Selain itu, bagian ini juga berfungsi sebagai jalan lahir bayi pada proses persalinan, dan jalan masuknya sperma ke rahim pada proses pembuahan. 

2. Ovarium

Ovarium, atau nama lainnya adalah indung telur, ada pada sisi kiri dan kanan rongga panggul, tepat di sebelah rahim bagian atas. 

Bagian organ reproduksi perempuan ini memiliki tanggung jawab utama untuk menghasilkan hormon (progesteron dan estrogen). 

Selain itu, ovarium juga berperan penting dalam menghasilkan ovum atau sel telur yang tubuh butuhkan untuk pembuahan. 

Salah satu gangguan yang bisa terjadi pada panggul atau tempat ovarium adalah radang panggul. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi bakteri yang masuk ke dalam saluran reproduksi.

Jika mengalaminya, Ini Dokter Spesialis yang Bisa Bantu Obati Radang Panggul.

3. Tuba falopi

Tuba falopi atau oviduk adalah sepasang saluran yang menghubungkan indung telur (ovarium) wanita dengan rahim. 

Setiap wanita memiliki dua tuba falopi, satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri rahim. Fungsi dari tuba falopi adalah membawa ovum ke bagian ujung atau infundibulum hingga ke bagian rahim. 

Selain itu, proses pembuahan sel sperma dengan sel telur juga berlangsung pada bagian ini. 

Selanjutnya, sel telur yang telah dibuahi akan berpindah ditanam pada lapisan rahim. 

4. Uterus atau rahim

Rahim atau nama lainnya uterus adalah bagian organ reproduksi wanita yang memiliki rongga dan bentuk mirip dengan buah pir. 

Rahim menjadi rumah untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dengan dua bagian utama, yaitu:

  • Serviks atau leher rahim, letaknya ada pada sisi bawah dan merupakan jalan menuju ke vagina dan korpus, tubuh utama rahim.
  • Korpus, bagian yang fleksibel karena dapat mengembangan sesuai dengan perkembangan bayi. Bagian ini juga menjadi saluran untuk keluarnya darah menstruasi dan masuknya sperma.

Tak hanya itu, rahim juga membantu menopang embrio selama fase perkembangan awal. 

Sementara itu, otot pada dinding rahim akan berkontraksi saat proses persalinan normal guna mendorong janin agar bisa melewati jalur lahir. 

Sayangnya, rahim menjadi organ reproduksi wanita yang sangat berisiko terserang penyakit kanker. Baca lebih lanjut informasi seputar kanker rahim dalam artikel: Ini Jenis dan Cara Mengobati Kanker Rahim.

5. Leher rahim atau serviks

Leher rahim atau serviks adalah organ reproduksi wanita yang memiliki bentuk silinder atau mirip tabung. Organ reproduksi ini menjadi penghubung antara rahim dan vagina. 

Organ ini memiliki dua bagian, yaitu dinding leher rahim bagian luar atau ektoserviks dan bagian dalamnya atau endoserviks.

Serviks akan membuat lendir yang berubah selama periode menstruasi. Perubahan tekstur pada lendir serviks memiliki tujuan untuk membantu atau mencegah terjadinya kehamilan.

Cara Kerja Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita beroperasi melalui serangkaian proses hormon dan perubahan fisiologis untuk mendukung kesuburan dan terjadinya kehamilan. 

Dua proses utama yang terjadi dalam sistem reproduksi wanita adalah menstruasi dan ovulasi. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Proses menstruasi

Menstruasi adalah proses peluruhan lapisan dalam rahim (endometrium) yang keluar melalui vagina jika tidak terjadi kehamilan.

Siklus menstruasi rata-rata berlangsung selama 28 hari, tetapi dapat berkisar antara 21-35 hari pada wanita yang sehat.

Berikut tahapan-tahapan siklus menstruasi:

  • Fase Menstruasi (Hari 1-5): Lapisan rahim yang tidak dibuahi dikeluarkan dalam bentuk darah dan jaringan.
  • Fase Folikular (Hari 6-14): Folikel dalam ovarium berkembang dan menghasilkan estrogen yang merangsang pertumbuhan lapisan rahim baru.
  • Ovulasi (Hari 14-16): Sel telur dilepaskan dari ovarium ke tuba falopi. Ini adalah masa subur seorang wanita.
  • Fase Luteal (Hari 17-28): Jika tidak terjadi pembuahan, kadar hormon menurun dan lapisan rahim mulai bersiap untuk meluruh kembali.

2. Ovulasi

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari ovarium yang biasanya terjadi sekitar hari ke-14 dari siklus menstruasi.

Hormon LH (Luteinizing Hormone) meningkat secara drastis untuk memicu ovulasi.

Jika sperma berhasil membuahi sel telur dalam 24 jam, maka kehamilan dapat terjadi. Jika tidak, sel telur akan mati dan diserap oleh tubuh.

Apa Kata Riset?

Studi dari Human Reproduction Update mengeksplorasi betapa rumitnya sistem reproduksi wanita. Ternyata, sistem ini diatur oleh banyak hormon dan proses biologis. 

Riset ini mengamati bagaimana berbagai hormon memengaruhi proses penting dalam siklus reproduksi, termasuk ovulasi dan menstruasi. 

Keunikan penelitian ini terletak pada upaya memahami lebih dalam efek intervensi medis atau perubahan hormon terhadap kemampuan reproduksi wanita.

Gangguan Kesehatan pada Organ Reproduksi Wanita

Ada berbagai gangguan kesehatan yang bisa memengaruhi organ reproduksi wanita. Gangguan ini bisa bersifat infeksius, hormonal, atau struktural. 

Berikut beberapa gangguan organ reproduksi pada wanita yang perlu kamu waspadai: 

1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

IMS disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Berikut jenis-jenis infeksi menular seksual:

  • Klamidia dan Gonore: Ditandai dengan keputihan abnormal, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri panggul.
  • Herpes Genital: Timbul lepuhan di sekitar alat kelamin yang terasa nyeri.
  • HPV (Human Papillomavirus): Bisa menyebabkan kutil kelamin dan berisiko menyebabkan kanker serviks.
  • Penanganan: Penggunaan antibiotik (untuk bakteri) atau antivirus (untuk virus).

2. Endometriosis

Endometriosis adalah pertumbuhan jaringan rahim di luar rahim yang bisa menyebabkan peradangan dan nyeri hebat saat menstruasi.

Kondisi ini ditandai dengan nyeri haid berlebihan, perdarahan tidak normal hingga kesulitan hamil.

Penanganannya bisa dengan terapi hormon, obat antiinflamasi, atau operasi laparoskopi jika parah.

3. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

PCOS adalah ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan gangguan ovulasi.

Ciri-ciri PCOS biasanya menstruasi yang tidak teratur, jerawat berlebih, pertumbuhan rambut yang tidak normal hingga sulit hamil.

Dokter umumnya menyarankan pengidap PCOS untuk mengubah gaya hidup, melakukan terapi hormon, atau mengonsumsi obat perangsang ovulasi.

4. Mioma Uteri

MIom adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim akibat faktor hormonal.

Kondisi ini biasanya menyebabkan menstruasi berat dan berkepanjangan, nyeri panggul, hingga gangguan kesuburan.

Miom dapat diatasi dengan terapi hormon, embolisasi arteri uterina, atau operasi pengangkatan mioma.

5. Kanker Serviks

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang tidak ditangani.

Gejalanya mencakup, perdarahan setelah berhubungan seksual, keputihan berbau dan berdarah, serta nyeri panggul berkepanjangan.

Pap smear rutin, vaksin HPV, terapi radiasi, atau operasi jika sudah berkembang sangat dibutuhkan dalam penanganan kanker serviks. 

Apakah kamu merasa adanya Gangguan pada Sistem Reproduksi? Hubungi Dokter Ini Segera sebelum kondisinya semakin memburuk.

Itulah penjelasan mengenai anatomi organ reproduksi wanita dan fungsinya. Sangat penting untuk menjaga kesehatan organ-organ tersebut dengan baik sehingga terhindar dari berbagai masalah kesehatan serius dan berbahaya. 

Jadi, jika kamu atau ada anggota keluargamu ada masalah kesehatan pada organ penting ini, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Referensi:
My Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Female Reproductive System: Structure & Function.
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Female reproductive system.
KidsHealth. Diakses pada 2023. Female Reproductive System (for Teens).