Kenali 7 Manfaat Jinten untuk Kesehatan Tubuh
Jinten memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

inten dikenal sebagai bahan masakan, tetapi siapa sangka tumbuhan yang berasal dari tanaman Cuminum cyminum ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Mencampurkan jinten ke dalam masakan atau mengonsumsi bijinya secara langsung disebut bisa membantu memberi manfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan hingga mengontrol kolesterol.
Bahan masakan yang satu ini cukup familiar di Indonesia, dan sering digunakan untuk memasak. Jinten bisa memperkaya rasa masakan, terutama rasa pedas dan hangat.
Selain menambah kelezatan rasa makanan, apa saja manfaat kesehatan yang bisa didapat dari bahan yang satu ini? Temukan jawabannya di artikel berikut ini!
Baca juga: 6 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan



Kandungan Nutrisi Jinten
Jinten mengandung senyawa yang disebut flavonoid, yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.
Antioksidan ini membantu menetralkan partikel tidak stabil yang disebut radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel.
Berikut kandungan nutrisi lain yang terdapat dalam satu sendok teh jinten:
- Kalori: 8
- Lemak: 0 gram
- Karbohidrat: 1 gram
- Serat: 0 gram
- Gula: 0 gram
Dengan begitu, jinten adalah bumbu yang rendah kalori dan tidak mengandung lemak atau gula, serta memberikan berbagai manfaat kesehatan.
Manfaat Kesehatan Jinten yang Perlu Diketahui
Menurut sejumlah penelitian, jinten ternyata memiliki sederet manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Salah satu manfaat dari jinten adalah mengatasi gangguan pencernaan.
Jika dikonsumsi secara rutin, bahan ini disebut bisa membantu meningkatkan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Bahan ini juga disebut bisa meningkatkan pelepasan empedu dari hati, sehingga bisa membantu mencerna lemak dan nutrisi tertentu di usus.
2. Kaya Kandungan Zat Besi
Biji jinten kaya akan kandungan zat besi, sehingga baik untuk kesehatan tubuh.
Satu sendok teh jinten disebut mengandung hingga 1,4 milirgram zat besi.
Asupan zat gizi dibutuhkan tubuh untuk membantu mencegah terjadinya anemia atau penyakit lain yang berkaitan dengan kekurangan darah.
3. Antioksidan Alami
Jinten juga bisa berperan sebagai antioksidan alami karena mengandung banyak senyawa alami, seperti terpenes, fenol, flavonoid, dan alkaloid.
Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, risiko terjadinya kerusakan pada tubuh akibat radikal bebas bisa dihindari.
Baca juga: Ingin Diet, Ganti Bumbu di Dapur dengan Rempah Lezat
4. Baik untuk Pengidap Diabetes
Pengidap diabetes mungkin bisa mempertimbangkan untuk “bersahabat” dengan jintan.
Tanaman ini disebut bisa membantu mengontrol gula darah dan dapat melawan beberapa efek jangka panjang dari diabetes.
5. Mengontrol Kolesterol
Selain gula darah, mengonsumsi jintan juga bisa membantu mengontrol kadar kolesterol.
Mengonsumsi tumbuhan ini dipercaya bisa membantu menurunkan kadar “kolesterol jahat” dan pada saat bersamaan akan meningkatkan kadar “kolesterol baik”.
6. Menurunkan Berat Badan
Sedang berusaha menurunkan berat badan? Mungkin jintan bisa menjadi jawaban!
Ada studi klinis yang menemukan bahwa konsumsi suplemen atau makanan yang mengandung jinten bisa membantu menurunkan berat badan.
Meski begitu, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut dan mencari tahu kaitan jinten dengan penurunan berat badan.
7. Melawan Peradangan
Jintan ternyata memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga bisa membantu melawan atau menghambat peradangan.
Tanaman ini juga disebut memiliki sifat anti-bakteri.
Artinya, konsumsi jinten mungkin bisa membantu membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh, misalnya melalui makanan.
Dengan begitu, bakteri tersebut tidak bisa menyebabkan penyakit atau gangguan kesehatan.
Jintan disebut bisa membunuh berbagai jenis bakteri yang masuk ke dalam tubuh, termasuk bakteri e coli.
Baca juga: Benarkah Diet Sup Kubis Bisa Turunkan Berat Badan dengan Cepat?
Cara Mudah Menanam Jinten di Pekarangan Rumah
Budidaya jinten di rumah relatif mudah dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk menanam jinten di pekarangan rumah Anda:
- Pemilihan Lokasi: Pilih lokasi yang terkena sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari. Jinten membutuhkan banyak sinar matahari untuk tumbuh optimal.
- Persiapan Tanah: Jinten tumbuh baik di tanah yang gembur, berdrainase baik, dan kaya akan bahan organik. Anda dapat mencampurkan kompos atau pupuk kandang ke dalam tanah sebelum menanam.
- Penanaman Biji: Jinten umumnya diperbanyak melalui biji. Biji jinten dapat langsung ditanam di tanah atau disemai terlebih dahulu.
- Tanam Langsung: Buat lubang dangkal dengan jarak sekitar 20-30 cm antar lubang. Masukkan 2-3 biji jinten ke setiap lubang dan tutup tipis dengan tanah.
- Penyemaian: Semai biji jinten dalam wadah atau tray semai dengan media tanam yang lembap. Setelah bibit tumbuh dan memiliki beberapa daun sejati, pindahkan bibit ke pekarangan rumah.
- Penyiraman: Siram tanaman jinten secara teratur, terutama saat awal pertumbuhan. Jaga agar tanah tetap lembap, tetapi tidak becek. Setelah tanaman dewasa, penyiraman dapat dikurangi, karena jinten cukup toleran terhadap kondisi kering.
- Pemupukan: Berikan pupuk organik secara berkala untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan jinten.
- Pemanenan: Jinten dapat dipanen sekitar 3-4 bulan setelah tanam. Biji jinten siap panen ketika buahnya berwarna cokelat dan kering. Panen buah jinten dengan memotong tangkai buah, kemudian keringkan buah secara alami. Setelah kering, biji jinten dapat dipisahkan dari buahnya.
Manfaat Jinten sebagai Tanaman Obat Keluarga
Jinten telah lama dikenal dalam ramuan tradisional dan memiliki berbagai manfaat kesehatan yang menjadikannya tanaman apotek hidup yang berharga:
- Membantu Pencernaan: Jinten dikenal efektif dalam mengatasi masalah pencernaan seperti perut kembung, sakit maag, dan gangguan pencernaan lainnya. Teh jinten dapat diminum untuk meredakan gejala-gejala tersebut.
- Meningkatkan Aliran Darah Lokal: Jinten dapat membantu meningkatkan aliran darah lokal, sehingga bermanfaat untuk mengatasi nyeri otot, pegal-pegal, dan masalah sirkulasi darah ringan. Minyak pijat yang mengandung minyak esensial jinten dapat digunakan untuk memijat area yang nyeri.
- Sifat Anti-inflamasi dan Antioksidan: Jinten mengandung senyawa aktif yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas dan meredakan peradangan.
- Potensi Antibakteri dan Antijamur: Minyak esensial jinten memiliki potensi sebagai antibakteri dan antijamur alami. Obat kumur alami yang mengandung ekstrak jinten dapat membantu menjaga kesehatan mulut dan gigi.
- Bahan Industri Farmasi dan Kosmetik: Ekstrak jinten dan minyak esensial jinten juga dimanfaatkan sebagai bahan industri farmasi dan kosmetik karena berbagai khasiatnya.
Dosis Jinten yang Umum Digunakan untuk Dewasa
Dosis jinten yang tepat dapat bervariasi tergantung pada tujuan penggunaannya dan kondisi kesehatan individu. Secara umum, berikut adalah panduan dosis jinten yang sering direkomendasikan untuk orang dewasa:
- Untuk Tujuan Kuliner: Dalam penggunaan kuliner sehari-hari, jinten biasanya digunakan sebagai bumbu dalam masakan. Dosis yang digunakan umumnya sesuai selera dan resep, tanpa batasan khusus.
- Untuk Masalah Pencernaan (Seperti Sakit Maag): Untuk membantu mengatasi masalah pencernaan ringan seperti sakit maag atau perut kembung, teh jinten dapat dikonsumsi 1-2 kali sehari. Teh jinten dapat dibuat dengan menyeduh 1-2 sendok teh biji jinten yang digerus dalam secangkir air panas selama 10-15 menit.
- Sebagai Suplemen (Ekstrak atau Kapsul): Suplemen jinten dalam bentuk ekstrak atau kapsul tersedia di pasaran. Dosis jinten dalam suplemen bervariasi, biasanya antara 300-600 mg per hari, dibagi dalam beberapa dosis. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk dosis jinten yang tertera pada kemasan produk atau rekomendasi dari ahli herbal atau dokter.
- Minyak Jinten: Minyak jinten esensial sangat pekat dan tidak boleh dikonsumsi secara langsung. Minyak jinten biasanya digunakan secara topikal setelah diencerkan dengan minyak pembawa, atau dihirup sebagai aromaterapi. Penggunaan minyak jinten internal harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya di bawah pengawasan ahli herbal atau dokter yang kompeten.
Bentuk-Bentuk Jinten yang Tersedia di Pasaran
Jinten tersedia dalam berbagai bentuk jinten di pasaran, memudahkan konsumen untuk memilih sesuai kebutuhan dan preferensi:
- Biji Jinten Utuh: Bentuk jinten yang paling umum adalah biji jinten utuh. Biji jinten dapat digunakan langsung sebagai bumbu masakan, disangrai untuk meningkatkan aroma, atau digerus untuk membuat teh jinten atau campuran rempah.
- Jinten Bubuk: Jinten bubuk adalah bentuk jinten yang praktis dan siap pakai. Jinten bubuk sering digunakan sebagai bumbu masakan, terutama dalam campuran rempah atau masakan yang membutuhkan rasa jinten yang halus.
- Minyak Jinten Esensial: Minyak jinten esensial adalah ekstrak pekat dari biji jinten. Minyak jinten memiliki aroma yang kuat dan digunakan dalam aromaterapi, produk perawatan kulit, atau sebagai bahan tambahan dalam beberapa produk makanan dan minuman (dalam konsentrasi yang sangat kecil dan diatur).
- Suplemen Jinten (Ekstrak atau Kapsul): Suplemen jinten dalam bentuk ekstrak atau kapsul tersedia untuk tujuan kesehatan tertentu. Suplemen ini menawarkan dosis jinten yang lebih terukur dan terkonsentrasi.
Perhatian dan Konsultasikan dengan Dokter
Meskipun jinten umumnya dianggap aman dalam jumlah yang wajar, penting untuk memperhatikan beberapa hal:
- Alergi: Beberapa orang mungkin alergi terhadap jinten. Hentikan penggunaan jika muncul gejala alergi seperti ruam kulit, gatal-gatal, atau kesulitan bernapas.
- Interaksi Obat: Jinten dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti obat diabetes atau obat pengencer darah. Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum menggunakan jinten dalam dosis terapi.
- Kehamilan dan Menyusui: Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi jinten dalam dosis terapi jika Anda sedang hamil atau menyusui.
Selain dengan mengonsumsi jinten, menjaga kesehatan tubuh juga bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, pola makan bergizi seimbang, serta mengonsumsi multivitamin jika dibutuhkan.
Biar lebih mudah dan kesehatan selalu terjaga, beli suplemen vitamin atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc saja.