Kenali 6 Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang pada Ibu Hamil
Dalam kasus tertentu, janin bisa saja tidak berkembang saat kehamilan karena berbagai alasan.

DAFTAR ISI
- Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang yang Perlu Dikenali
- Penyebab Janin Tidak Berkembang
- Penanganan Janin Tidak Berkembang
- Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gangguan Kehamilan
- Pastikan Kehamilan Sehat dengan Melakukan Tes Lab Pakai Halodoc
- FAQ
Janin tidak berkembang atau yang juga disebut kehamilan anembrionik, terjadi ketika embrio awal tidak pernah berkembang atau berhenti berkembang, diserap, dan meninggalkan kantung kehamilan (ovum) yang kosong.
Penyebab kehamilan tidak berkembang sering kali tidak diketahui, tapi kemungkinan karena kelainan kromosom pada sel telur yang telah dibuahi.
Kondisi ini biasanya terjadi di awal kehamilan, bahkan terkadang sebelum kamu mengetahui bahwa sedang hamil. Lantas, seperti apa ciri-ciri janin tidak berkembang?
Ciri-ciri Janin Tidak Berkembang yang Perlu Dikenali
Gejala awal kehamilan bisa berbagai macam, seperti nyeri payudara, mual, dan muntah. Namun, ketika embrio berhenti tumbuh dan kadar hormon menurun, gejala kehamilan mereda.
Pada titik ini, kram perut ringan atau bercak darah mungkin terjadi. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan salah satu cara untuk mengetahui janin tidak berkembang.
Berikut ini ciri-ciri janin tidak berkembang yang perlu diketahui:
Kram
Janin yang tidak berkembang menyebabkan kram perut yang hebat. Meski gejala ini sering terjadi di awal kehamilan, sebaiknya jangan mengabaikan kram perut saat kehamilan. Terutama jika kram tidak kunjung hilang dan sering muncul.
Pendarahan secara tiba-tiba
Ciri-ciri janin tidak berkembang berikutnya yaitu munculnya pendarahan pada vagina secara tiba-tiba. Jika kamu mengalami gejala ini dan khawatir janin tidak berkembang, sebaiknya segera kunjungi dokter kandungan.
Detak jantung janin tidak terdeteksi
Umumnya detak jantung janin dapat didengar dan dilihat melalui USG setelah usia kandungan 10 minggu kehamilan.
Namun, jika detak jantung janin tidak terdengar, maka dapat mengindikasikan kehamilan tidak berkembang dengan baik.
Janin yang berkembang normal memiliki detak jantung sekitar 120 hingga 160 detak per menit.
Namun, detak jantung janin yang tidak terdengar bisa dikarenakan posisinya dalam perut atau letak plasenta yang menghalangi pemeriksaan.
Kadar hCG menurun
Kadar hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG) akan meningkat saat hamil.
Namun, jika kadarnya menurun selama 8 hingga 10 minggu pertama kehamilan, maka itu menunjukkan jaringan trofoblas mati dan dapat mengindikasikan kehamilan ektopik, atau janin dalam rahim tidak berkembang (tidak dapat hidup).
Apabila level hCG secara tiba-tiba turun saat usia kehamilan dua bulan, sebaiknya ibu perlu waspada. Sebab ada kemungkinan janin tidak berkembang dengan baik.
Intrauterine growth restriction (IUGR)
Ciri-ciri janin tidak berkembang selanjutnya yaitu adanya kondisi IUGR. Kondisi IUGR terjadi ketika janin di dalam rahim berukuran lebih kecil dari seharusnya yang sesuai dengan usia kehamilan.
Ada berbagai faktor yang mengakibatkan IUGR, misalnya kondisi plasenta, genetik, kesehatan ibu hamil, hingga infeksi yang dibawa ibu.
Ketubah pecah dini
Umumnya ketubah pecah menandakan bahwa waktu persalinan sudah dekat. Namun, jika ketuban pecah dini di usia kandungan yang belum cukup bulan, maka bisa jadi ciri-ciri janin tidak berkembang.
Ketuban pecah merupakan reaksi tubuh yang menunjukkan apabila perkembangan janin terhenti. Jika ini terjadi di awal kehamilan maka dapat diartikan bahwa janin tidak berkembang.
Janin yang tidak berkembang pada akhirnya dapat menyebabkan keguguran.
Penyebab Janin Tidak Berkembang
Biasanya, setelah pembuahan, sel telur yang dibuahi akan mulai membelah dan pada hari kesepuluh berkembang menjadi embrio, sementara hormon kehamilan meningkat dan plasenta mulai terbentuk.
Namun, dalam kondisi di mana janin tidak berkembang, atau yang dikenal sebagai hamil kosong, proses pembelahan sel telur yang dibuahi berhenti atau tidak terjadi sama sekali setelah menempel pada dinding rahim.
Kondisi ini sering disebabkan oleh adanya kelainan kromosom pada zigot, yang bisa dipicu oleh kualitas sperma atau sel telur yang rendah.
Selain itu, faktor lain seperti konsumsi alkohol, kelainan bentuk rahim, infeksi, atau pengaruh sampingan obat-obatan juga dapat menyebabkan kehamilan kosong.
Penanganan Janin Tidak Berkembang
Dalam kasus blighted ovum atau hamil kosong yang telah dikonfirmasi, dokter biasanya akan memberikan beberapa opsi penanganan kepada pasien, yang meliputi:
- Menunggu keguguran terjadi secara alami, yang mungkin memakan waktu beberapa minggu.
- Penggunaan obat-obatan yang bertujuan untuk membantu meluruhkan kandungan.
- Proses dilatasi dan kuretase, yang dilakukan untuk mengeluarkan jaringan yang masih tersisa di dalam rahim.
Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gangguan Kehamilan
Jika kamu mengalami gangguan kehamilan, kamu bisa menghubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc.
Dokter spesialis obgyn di Halodoc sudah berpengalaman selama bertahun-tahun, sehingga mereka mampu memberikan penanganan pada gangguan kehamilan yang kamu alami.
Jangan khawatir, selama sesi konsultasi, privasimu akan tetap terjaga. Mereka juga telah menerima ulasan yang baik dari pasien-pasien sebelumnya yang sudah mereka tangani.
Berikut ini daftar rekomendasinya:
1. dr. Fitria Angela Umar Sp.OG

Dokter spesialis berikutnya yang juga bisa kamu hubungi sebelum mengonsumsi pil KB adalah dr. Fitria Angela Umar Sp.OG.
Dokter Fitria Angela Umar Sp.OG telah memperoleh gelar dokternya dari Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2015 dan 2022.
Kini, ia membuka praktik di Makassar, Sulawesi Selatan dan juga terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR 7121301322172530.
Berbekal pengalaman 9 tahun, dr. Fitria Angela Umar Sp.OG siap menjawab pertanyaan kamu seputar gangguan kehamilan.
Dokter Fitria Angela Umar Sp.OG juga dapat memberikan layanan konsultasi terkait kesuburan, program kehamilan, kesehatan kandungan, maupun keluarga berencana.
Chat dr. Fitria Angela Umar Sp.OG Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.
2. dr. Marsell Phang Sp.OG

Sebelum mengonsumsi pil KB, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dr. Marsell Phang Sp.OG.
Ia adalah seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada 2012 dan Universitas Sam Ratulangi pada 2018.
Saat ini, dr. Marsell Phang Sp.OG berpraktik di Gresik, Jawa Timur, dan tergabung sebagai tergabung sebagai anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR 7111301423133574.
Memiliki pengalaman selama 13 tahun, dr. Marsell Phang Sp.OG dapat kamu percayai dalam memberikan penanganan terkait gangguan kehamilan.
Selain itu, kamu juga bisa berdiskusi dengannya terkait program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin.
Chat dr. Marsell Phang Sp.OG mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
Dokter spesialis kandungan tersebut siap membantu kamu dalam memberikan tips maupun panduan saat hendak memilih pil KB.
Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja.
Jangan khawatir apabila dokter sedang offline atau tidak tersedia. Kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, konsultasikan dengan dokter di Halodoc sekarang juga!
Pastikan Kehamilan Sehat dengan Melakukan Tes Lab Pakai Halodoc
Untuk mengetahui risiko kesehatan yang mungkin dihadapi oleh ibu hamil, ada baiknya untuk melakukan beberapa tes lab selama kehamilan.
Pasalnya, selama hamil ibu berisiko mengalami gangguan kesehatan yang bisa memengaruhi tumbuh kembang bayi dalam kandungan seperti anemia, diabetes, kekurangan vitamin D, gangguan hormon tiroid, dan penyakit infeksi lain.
Dengan mengetahui risiko ini lebih awal, dokter dapat merencanakan perawatan dan tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
Ibu pun kini dapat memesan Layanan Paket Kehamilan Trimester 2 di rumah dengan menggunakan layanan Homecare by Halodoc.
Layanan homelab ini adalah tes laboratorium atau paket tes dari Halodoc yang pengambilan sampelnya bisa dilakukan di rumah atau di lokasi manapun yang kamu pilih (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar).
Selain itu, paket ini juga mencakup pemeriksaan AFP, yang disarankan dilakukan pada minggu ke-15 hingga ke-20 untuk skrining kelainan pada bayi seperti Down syndrome dan spina bifida.
Karena dilakukan di rumah, ibu bisa memantau kondisi kesehatan sendiri dengan lebih baik.
Nah, ada beberapa keunggulan dari layanan tes lab dari Homecare by Halodoc, antara lain:
- Tak perlu repot keluar rumah.
- Hemat waktu dan biaya
- Tenaga kesehatan responnya cepat.
- Protokol kesehatan ketat. Ini Daftar Phlebotomist yang Tangani Layanan Tes Lab Halodoc.
- Sampel diambil secara aman dan steril.
- Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi.
- Harganya mulai dari Rp2.500.000,-
- Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
- Setelah tes, kamu akan mendapatkan voucher 25 ribu untuk konsultasi hasil dengan dokter tepercaya dari Halodoc.
Booking Paket Tes Kehamilan Trimester 2 di Homecare by Halodoc Mulai dari Harga Rp2.500.000!
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Artikel ini diperbarui pada 17 Januari 2025
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Blighted ovum: What causes it?
American Pregnancy. Diakses pada 2024. Blighted Ovum
Baby Center. Diakses pada 2024. Blighted ovum
Healthline. Diakses pada 2024. Pregnancy Lingo: What Is Intrauterine Growth Restriction (IUGR)?
FAQ
1. Berapa lama janin yang tidak berkembang bisa bertahan?
Janin yang tidak berkembang, sering disebut sebagai kehamilan anembrionik atau telur kosong, umumnya akan berakhir dalam keguguran spontan beberapa minggu setelah diagnosis.
Waktu tepatnya bisa bervariasi, dan terkadang wanita tidak menyadari kondisi ini sampai pemeriksaan rutin.
2. Janin tidak berkembang apa bisa diselamatkan?
Janin yang tidak berkembang, di mana tidak ada embrio yang terbentuk atau embrio berhenti berkembang, tidak dapat diselamatkan.
Kondisi ini merupakan hasil dari abnormalitas kromosomal atau masalah lain saat pembuahan yang mencegah janin berkembang secara normal.
3. Bagaimana cara menyelamatkan janin tidak berkembang?
Karena janin yang tidak berkembang tidak dapat berkembang menjadi kehamilan yang sehat, tidak ada tindakan medis yang bisa menyelamatkan janin tersebut.
Pengelolaannya mungkin termasuk menunggu keguguran alami terjadi atau melakukan prosedur medis seperti kuretase untuk mengeluarkan jaringan kehamilan dari rahim.
4. Apa ciri-ciri bayi meninggal di dalam kandungan?
Ciri-ciri yang mungkin menunjukkan bayi meninggal di dalam kandungan termasuk berhentinya pergerakan bayi yang biasanya terasa, tidak ada detak jantung bayi pada USG, dan berhentinya pertumbuhan atau perubahan pada rahim.
Wanita juga mungkin mengalami gejala seperti keluarnya cairan atau pendarahan dari vagina, penurunan gejala kehamilan seperti mual, atau nyeri punggung atau perut.
Jika ada kecurigaan bahwa bayi mungkin meninggal di dalam kandungan, sangat penting untuk segera mencari perawatan medis.