Kapan Perlu Mengonsumsi Antibiotik saat Mengalami Batuk? Ini Penjelasannya
Antibiotik biasanya digunakan untuk mengatasi batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Batuk bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran pernapasan atas atau bawah, seperti pilek, bronkitis, atau pneumonia. Penyebabnya bukan hanya infeksi bakteri saja, tetapi juga infeksi virus.
Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi pada dokter jika batuk berlangsung lebih dari beberapa minggu. Terutama jika batuk yang kamu alami disertai kesulitan bernapas atau demam tinggi.
Hal yang perlu ditegaskan, jangan sekali-kali mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran atau resep dari dokter. Tujuannya untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
Lantas, kapan kamu perlu mengonsumsi antibiotik saat mengalami batuk-batuk?
Tanda Batuk yang Membutuhkan Antibiotik
Dokter tidak bisa mengetahui penyebab batuk hanya dari suara atau bunyinya. Karena itu, dokter juga akan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai riwayat kesehatan yang kamu alami.
Contohnya, berapa lama batuk sudah terjadi, intensitasnya, hingga gejala-gejala lainnya yang kamu alami.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan menyarankan tes penunjang, seperti rontgen dada atau tes flu untuk mengetahui kebutuhan antibiotiknya.
Segera periksakan diri ke dokter jika:
- Mengalami gejala batuk dan pilek yang tak kunjung membaik lebih dari 10 hari. Sebenarnya, batuk dan pilek bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kekebalan tubuh membutuhkan waktu hingga 2 minggu untuk melawan virus. Penggunaan antibiotik bisa mempercepat waktu kesembuhan.
- Gejala memburuk secara perlahan dalam 2 hingga 3 hari. Di sini pengidap mungkin saja mengalami gejala parah secara tiba-tiba. Tandanya termasuk demam tinggi, menggigil, kesulitan bernapas, nyeri dada, dan batuk parah.
- Gejala membaik kemudian memburuk lagi. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bahwa pengidap mengalami dua infeksi sekaligus, yaitu infeksi virus dan bakteri.
Jika batuk tak kunjung membaik terjadi pada anak, ibu bisa memberikan beberapa rekomendasi obat yang tertera pada artikel ini: Ibu, Ini 7 Rekomendasi Obat Batuk Anak yang Perlu Ada di Rumah.
Penyakit Berbahaya yang Disertai dengan Batuk
Batuk yang disebabkan oleh bakteri infeksi pada saluran pernapasan atas atau bawah memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Beberapa jenis penyakitnya, antara lain:
- Pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang menyebabkan batuk, demam, dan menggigil.
- Bronkitis, yakni infeksi pada saluran udara yang menuju ke paru-paru dan menyebabkan batuk dan mengi.
- Sinusitis, yang merupakan infeksi pada sinus dan dapat menyebabkan batuk akibat post nasal drop.
- Pertusis, yaitu infeksi paru-paru yang juga dikenal sebagai ‘batuk rejan’.
Batuk menjadi gejala utama beberapa penyakit di atas. Namun, pengidap kemungkinan besar juga akan mengalami gejala lain, seperti:
- Demam.
- Pegal-pegal.
- Sakit kepala.
- Kelelahan.
- Mual.
- Hilangnya nafsu makan.
Jika batuk terjadi dalam intensitas ringan, ini beberapa pilihan obat yang bisa kamu konsumsi: Ini Rekomendasi 7 Obat Batuk Berdahak yang Ampuh dan Aman.
Cara Tepat Mengonsumsi Antibiotik
Berikut tiga hal yang perlu diingat ketika mempertimbangkan untuk mengonsumsi antibiotik:
- Hanya mengonsumsi antibiotik sesuai dengan resep dokter. Jangan mengubah dosis atau berhenti mengonsumsinya, meskipun gejala sudah mereda.
- Minum antibiotik pada jadwal yang telah ditentukan, bahkan jika kamu sudah merasa lebih baik.
- Usahakan minum pada waktu yang sama setiap hari untuk menjaga konsentrasi obat dalam tubuh. Sebab, Ini Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur.
- Hindari minum alkohol saat mengonsumsi antibiotik, karena bisa mengurangi efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek samping.
- Jangan menggunakan antibiotik yang tidak diresepkan oleh dokter atau menyimpan sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya.
- Pastikan menyelesaikan seluruh pengobatan antibiotik guna mencegah resistensi bakteri terhadap antibiotik.
- Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping atau keluhan kesehatan setelah menggunakan antibiotik.
Hubungi Dokter Ini sebelum Konsumsi Antibiotik saat Batuk
Apabila kamu membutuhkan tips atau info mendalam terkait penggunaan antibiotik kamu bisa bertanya pada dokter di Halodoc.
Dokter rekomendasi berikut memiliki pengalaman selama bertahun-tahun, sehingga mereka mampu memberikan prosedur penanganan lebih lanjut.
Tak perlu khawatir, sebab mereka juga telah mendapat ulasan yang baik dari pasien-pasien sebelumnya yang mereka tangani.
Nah, ini dia daftar rekomendasinya:
1. dr. Nuriati Harahap

Kamu bisa menghubungi dr. Nuriati Harahap, yang merupakan seorang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara pada tahun 2010.
Saat ini, dr. Nuriati Harahap berpraktik di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan juga terdaftar sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR ZT00000267539180.
Dengan pengalamannya sebagai dokter umum selama 15 tahun, dr. Nuriati Harahap dapat kamu percayai dalam memberikan tips dan panduan dalam mengonsumsi antibiotik yang tepat dan aman.
Dokter Nuriati Harahap juga bisa memberikan kamu layanan seputar berbagai gangguan kesehatan ringan lainnya.
Chat dr. Nuriati Harahap Mulai dari Rp22.500,- di Halodoc.
2. dr. Bendy Dwi Irawan

Dokter rekomendasi berikutnya adalah dr. Bendy Dwi Irawan, seorang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati pada tahun 2019.
Dokter Bendy Dwi Irawan telah terdaftar sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR JE00000236113617 dan saat ini menjalani praktik di Lampung Utara.
Dengan pengalaman selama 5 tahun, dr. Bendy Dwi Irawan akan memberikan saran tepat dalam mengonsumsi antibiotik.
Dokter Bendy Dwi Irawan juga bisa memberikan kamu solusi seputar gangguan kesehatan ringan lainnya.
Chat dr. Bendy Dwi Irawan Mulai dari Rp22.500,- di Halodoc.
Dokter rekomendasi di atas siap membantu kamu dalam memberikan tips konsumsi antibiotik.
Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja dengan aplikasi Halodoc.
Apabila dokter sedang offline atau tidak tersedia, kamu tak perlu khawatir. Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!