Ini Beda Derma Filler dan Suntik Botoks pada Wajah

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   15 September 2022

“Meskipun sama-sama bisa digunakan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan pada kulit wajah, terdapat beberapa perbedaan antara derma filler dan suntik botoks. Perbedaan tersebut terletak pada kegunaannya, efikasi, efek samping, dan prosedur serta biayanya.”

Ini Beda Derma Filler dan Suntik Botoks pada WajahIni Beda Derma Filler dan Suntik Botoks pada Wajah

Halodoc, Jakarta – Sekarang ini, perawatan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan sudah semakin canggih dan beragam. Beberapa perawatan anti-aging yang cukup populer adalah derma filler dan suntik botoks.

Kedua perawatan tersebut sama-sama mampu mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti keriput dan garis-garis halus. Namun, ada beberapa perbedaan yang terdapat di antara derma filler dan suntik botoks. Bila kamu ingin mencoba perawatan anti-aging tersebut, penting untuk mengetahui perbedaan derma filler dan suntik botoks agar kamu bisa memilih perawatan yang tepat. Yuk, simak penjelasannya di sini.

Perbedaan Derma Filler dan Suntik Botoks

Berikut beberapa perbedaan derma filler dan suntik botoks:

1. Kegunaannya

Derma filler dan suntik botoks sama-sama bisa digunakan untuk mengatasi kerutan di wajah. Keduanya juga diberikan melalui suntikan. Namun, kedua perawatan wajah tersebut memiliki kegunaan yang sedikit berbeda.

Botoks adalah bentuk murni dari toksin botulinum yang diperoleh dari bakteri. Pengobatan tersebut sudah ada sejak lama dan digunakan untuk mengobati gangguan neurologis yang menyebabkan kelemahan otot. Ini juga digunakan untuk pengobatan migrain dan kondisi medis lainnya.

Untuk mengatasi kerutan atau keriput di wajah, botoks bekerja dengan cara memblokir sinyal saraf di otot-otot di mana ia disuntikkan. Ketika sinyal saraf tersebut terganggu, otot yang terkena akan lumpuh sementara atau beku. Tanpa gerakan otot-otot tertentu di wajah ini, kerutan tertentu dapat dikurangi, atau bahkan dihilangkan. 

Namun, botoks hanya bekerja pada kerutan yang disebabkan oleh gerakan otot. Itu disebut juga sebagai kerutan dinamis, dan sering disebut garis ekspresi. Sebab, garis-garis tersebut disebabkan oleh senyum, cemberut, menyipitkan mata dan ekspresi wajah lainnya. 

Botoks tidak bisa digunakan untuk mengatasi garis-garis halus dan kerutan yang disebabkan oleh kendur, atau hilangnya kekenyalan pada wajah. Ini dikenal  sebagai kerutan statis. Kerutan statis termasuk garis-garis di area pipi, leher, dan rahang.

Sementara derma fillers adalah zat yang dirancang untuk disuntikkan di bawah permukaan kulit untuk menambah volume pada kulit yang mulai kendur. Zat yang digunakan dalam derma fillers, antara lain:

  • Kalsium hidroksilapatit, yang merupakan senyawa mirip mineral yang ditemukan di tulang.
  • Asam hialuronat, yang ditemukan di beberapa cairan dan jaringan dalam tubuh yang menambah kekenyalan pada kulit.
  • Polyalkylimide, gel transparan yang cocok dengan tubuh.
  • Asam polilaktat, yang merangsang kulit untuk membuat lebih banyak kolagen.
  • Mikrosfer polimetil-metakrilat (PMMA), filler semi permanen.

Masing-masing bahan tersebut dirancang untuk mengobati berbagai tanda penuaan atau masalah kecantikan lainnya.


Nah, derma filler bisa mengisi atau melembutkan kerutan statis, terutama pada wajah bagian bawah, seperti di sekitar mulut dan di sepanjang pipi. Kerutan tersebut biasanya merupakan akibat dari hilangnya kolagen dan elastisitas pada kulit. 

2. Efikasi

Menurut American Academy of Ophthalmology (AAOS), suntik botoks memberikan hasil yang nyata bagi kebanyakan orang. Kamu mungkin bisa melihat efek nyata dalam waktu seminggu setelah injeksi. Efek sampingnya minimal, dan biasanya bisa menghilang dalam waktu singkat. 

Setelah menerima suntikan, kamu bisa lanjut beraktivitas tanpa perlu waktu pemulihan. Efek botoks bertahan sekitar 3 hingga 4 bulan. Kemudian, kamu memerlukan perawatan tambahan jika ingin mempertahankan hasilnya.

Derma filler juga efektif untuk mengatasi kerutan, dan hasilnya bisa bertahan lebih lama daripada hasil botoks secara keseluruhan. Beberapa filler bisa bertahan 6 bulan, sementara yang lain bisa bertahan hingga 2 tahun atau lebih. Namun, hasilnya bisa berbeda tergantung pada jenis filler yang kamu pilih. Seperti suntik botoks, kamu akan memerlukan perawatan lanjutan setelah filler habis.

3. Efek Samping

Baik suntik botoks maupun derma filler merupakan prosedur yang dinilai aman untuk dilakukan. Namun, kemungkinan munculnya efek samping tetap ada.

Berikut efek samping suntik botoks:

  • Kelopak mata atau alis terkulai jika disuntikkan di dekat mata.
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot-otot di dekatnya.
  • Gatal-gatal, ruam, atau gatal.
  • Nyeri, pendarahan, memar, bengkak, mati rasa, atau kemerahan.
  • Sakit kepala.
  • Mulut kering.
  • Gejala mirip flu.
  • Mual.
  • Kesulitan menelan, berbicara, atau bernapas.

Sedangkan efek samping derma filler yang umum terjadi, antara lain:

  • Ruam kulit, gatal, atau erupsi seperti jerawat.
  • Kemerahan, memar, berdarah, atau bengkak.
  • Penampilan yang tidak diinginkan, seperti asimetri, benjolan, atau koreksi kerutan yang berlebihan.
  • Kerusakan kulit yang menyebabkan luka, infeksi, atau jaringan parut.
  • Masih bisa merasakan zat pengisi di bawah kulit.
  • Kebutaan atau masalah penglihatan lainnya.
  • Kematian sel-sel kulit karena hilangnya aliran darah ke daerah tersebut.

4. Prosedur dan Harganya

Suntik botoks dilakukan oleh dokter yang berspesialisasi dalam merawat bagian wajah mana pun. Salah satu keunggulannya adalah prosedurnya cepat, aman, dan efektif untuk kebanyakan orang tanpa perlu waktu pemulihan. Bila dibandingkan derma filler, harga botoks juga lebih terjangkau. Namun, kamu mungkin membutuhkan lebih banyak suntikan daripada derma filler.

Derma filler biasanya dilakukan oleh dokter kulit atau ahli bedah plastik. Harganya bervariasi, tergantung pada dokter yang melakukannya, area yang dirawat dan jenis filler yang digunakan. Selain itu, menggunakan kurang dari satu jarum suntik filler mungkin lebih murah daripada menggunakan satu jarum suntik penuh. 

Itulah perbedaan suntik botoks dan derma filler. Nah, kamu juga bisa cek produk perawatan kulit yang kamu butuhkan untuk mengatasi tanda-tanda penuaan lewat aplikasi Halodoc

Melalui aplikasi, tersebut kamu bisa order obat dan vitamin dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. What is the difference between Botox and dermal fillers?.
Healthline. Diakses pada 2022. What’s the Difference Between Botox and Dermal Fillers?