Diagnosis Skizofrenia

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   12 Februari 2025

Penting untuk mengetahui diagnosis skizofrenia agar kamu segera mendapat pertolongan.

Diagnosis SkizofreniaDiagnosis Skizofrenia

Melakukan self-diagnosis terhadap skizofrenia sangat berisiko dan sering kali tidak akurat. Jika seseorang mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jiwa untuk mendapatkan penanganan yang profesional.

Proses diagnosis skizofrenia mencakup serangkaian pemeriksaan, termasuk wawancara medis, pemeriksaan fisik dan mental, serta tes penunjang. Saat wawancara, dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan berikut:

  • Riwayat kondisi kejiwaan dan kesehatan fisik pasien serta keluarganya.
  • Keadaan pasien selama dalam kandungan dan masa kanak-kanak.
  • Adanya pengalaman traumatis dalam hidup pasien.
  • Riwayat penggunaan obat-obatan atau zat adiktif.

Berdasarkan The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), seseorang dapat didiagnosis mengalami skizofrenia jika memenuhi kriteria berikut:

  • Mengalami setidaknya dua dari gejala khas berikut:
    • Halusinasi.
    • Delusi.
    • Cara berbicara dan perilaku yang kacau.
    • Gejala negatif.
  • Setidaknya salah satu dari tiga gejala utama harus berupa halusinasi, delusi, atau gangguan pola pikir.
  • Gejala yang dialami telah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial.
  • Gangguan telah berlangsung selama minimal enam bulan.
  • Gejala yang muncul bukan akibat gangguan mental lainnya, penyalahgunaan obat-obatan, atau kondisi medis tertentu seperti gangguan bipolar.

Untuk memastikan bahwa gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis lain, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Pemeriksaan darah lengkap.
  • Tes fungsi ginjal, hati, dan tiroid.
  • Pengukuran kadar gula darah, asam folat, elektrolit, vitamin D, kalsium, dan vitamin B12.
  • Analisis sampel urine untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan zat.
  • Pemeriksaan kehamilan pada wanita usia subur.
  • CT scan atau MRI otak untuk mendeteksi kelainan struktural, seperti vaskulitis, tumor otak, abses, atau hematoma subdural yang dapat berkontribusi pada gejala skizofrenia.

Dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter dapat menegakkan diagnosis dengan lebih akurat dan memberikan rekomendasi pengobatan yang paling sesuai bagi pasien.

Itulah penjelasan mengenai diagnosis skizofrenia. Jika kamu butuh pertolongan untuk menghadapi kondisi ini, jangan ragu untuk bicara dengan psikolog di Halodoc.

Mereka bisa memberikan saran sekaligus merekomendasikan penanganan yang tepat. Jangan khawatir, psikolog di Halodoc tersedia 24 jam dan privasi kamu pasti aman terjaga. Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2025. What Do You Want to Know about Schizophrenia? 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Schizophrenia. 
WebMD. Diakses pada 2025. Schizophrenia.
National Institutes of Health – MedlinePlus. Diakses pada 2025. Schizophrenia. 
National Health Service – UK. Diakses pada 2025. Schizophrenia. 
American Psychiatric Association. Diakses pada 2025. Schizophrenia.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2025. Schizophrenia.