Diagnosis Pneumonia

2 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   06 Februari 2025

Diagnosis pneumonia dilakukan dengan pemeriksaan fisik pada paru-paru, serta pemeriksaan penunjang lainnya.

Diagnosis PneumoniaDiagnosis Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada kantung udara paru-paru atau alveoli, yang menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan dan nanah.

Kondisi ini dapat memengaruhi sistem pernapasan seseorang. 

Berikut ini cara diagnosis pneumonia:

  • Pertama, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami dan riwayat kesehatan pasien, termasuk kebiasaan hidup yang tidak sehat.
  • Kemudian, dokter akan mendengarkan suara paru-paru pasien. Pada pengidap pneumonia, biasanya terdengar suara seperti retakan, gelembung, atau bahkan gemuruh saat bernapas.

Beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh dokter antara lain:

  • Tes darah.
  • Rontgen dada.
  • Oksimetri nadi.
  • Tes dahak.

Selain itu, jika ada masalah kesehatan lain atau kecurigaan penularan di rumah sakit, pemeriksaan lanjutan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Tes gas darah arteri.
  • Bronkoskopi.
  • CT Scan.
  • Kultur cairan pleura.

Pemeriksaan pencitraan, seperti foto rontgen dada, adalah salah satu yang paling sering dilakukan untuk mendeteksi pneumonia.

Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter mengetahui lokasi infeksi dan organisme penyebabnya, sehingga diagnosis yang tepat dapat diberikan dan pengobatan yang sesuai dapat ditentukan.

Jika kamu mengalami gejala pneumonia, segera konsultasikan langsung pada dokter spesialis penyakit paru di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja!

Referensi:
Halodoc. Diakses pada 2025. Pneumonia.