Cara Mengobati Penyakit Kulit Akibat Gigitan Kutu Kasur
Gigitan kutu kasur dapat menimbulkan gejala gatal, sakit, bentol, dan kemerahan pada kulit.

DAFTAR ISI
- Mengobati Gigitan Kutu Kasur
- Tips Perawatan Rumahan Lainnya
- Cara Mengusir Kutu Kasur di Rumah
- Apa Kata Riset?
- Hubungi Dokter Ini untuk Mengatasi Gigitan Kutu Kasur
- FAQ
Pernah mengalami sakit dan gatal di kulit saat bangun di pagi hari? Bisa jadi itu karena gigitan kutu kasur. Serangga kecil berjenis Cimex lectularius dan Cimex hemipterus ini juga bisa ada pada sofa, bantal, atau furnitur berbahan kain lain.
Gigitan kutu kasur dapat menyebabkan reaksi alergi, berupa gejala kemerahan, sakit, dan gatal pada kulit. Pada beberapa kasus, juga bisa menyebabkan iritasi atau bengkak ringan di area gigitan.
Lantas, bagaimana cara mengobatinya?
Mengobati Gigitan Kutu Kasur
Sebenarnya, tidak ada metode khusus untuk mengobati gigitan kutu kasur.
Menurut American Academy of Dermatology, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan area gigitan dengan air dan sabun.
Langkah ini penting untuk mencegah infeksi pada kulit dan membantu mengurangi rasa gatal.
Setelah itu, jika gatal berlanjut, berikut ini beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk meredakannya:
- Hidrokortison (yang dijual bebas dan bisa dibeli tanpa resep).
- Krim anti gatal.
- Antihistamin.
Sebagian besar luka gigitan kutu kasur dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu seminggu. Jika pembengkakan parah, meradang, atau gatal berlanjut, segera temui dokter.
Respons imun berlebihan bisa jadi merupakan tanda dari reaksi alergi. Jika hal ini terjadi, dokter dapat memberikan beberapa obat berikut ini:
- Kortikosteroid suntik.
- Antihistamin.
- Obat epinefrin.
- Antibiotik (jika terjadi infeksi).
Rasa gatal yang parah dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut, seperti infeksi atau jaringan parut.
Jika gatal parah dialami, kamu mungkin akan diberi resep krim kortikosteroid yang lebih kuat dan obat antihistamin oral.
Tips Perawatan Rumahan Lainnya
Selain dengan obat, baik yang dibeli dengan atau tanpa resep dokter, gatal akibat gigitan kutu kasur bisa diredakan dengan melakukan beberapa perawatan rumahan ini:
1. Mandi Oatmeal
Bukan dengan cara dimakan ya, melainkan dicampurkan ke air mandi kamu. Namun, giling dulu oatmeal hingga menjadi bubuk halus.
Kalau tidak ingin repot, kamu bisa membeli produk sabun atau scrub yang terbuat dari oatmeal, lalu gunakan untuk mandi.
Oatmeal halus memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang dapat merehidrasi kulit.
Mandi dengan rendaman bubuk oatmeal juga dipercaya dapat mengurangi intensitas gatal dan menenangkan kulit.
2. Pakai Losion Gatal Alami
Lotion, gel, dan krim yang dijual bebas dengan bahan-bahan seperti mentol, kapur barus, kalamin, dan lidah buaya merupakan solusi alami yang bagus untuk mengobati kulit gatal.
Jika kamu mengalami masalah kulit gatal akibat gigitan kutu kasur, bahan-bahan tersebut dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi keinginan untuk menggaruk.
Sebab, menggaruk dapat memperburuk area yang teriritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
3. Kompres Dingin
Mandi air panas tidak selalu menyembuhkan segalanya.
Panas dan paparan air meningkatkan gatal dan membuat kulit menjadi semakin kering.
Jadi, alih-alih mandi atau kompres air hangat, cobalah kompres dingin untuk meredakan gatal akibat gigitan kutu kasur.
Itulah pembahasan mengenai tips mengatasi masalah kulit akibat gigitan kutu kasur. Dapat diketahui bahwa kutu kasur dapat membuat kulit jadi gatal-gatal, sakit, dan kemerahan.
Fakta Tentang Kutu Kasur
Meskipun tidak dapat terbang atau melompat, kutu kasur dapat bergerak dengan cepat dari satu tempat ke tempat lain. Mereka sering menyebar melalui barang-barang seperti koper, furnitur, dan pakaian yang dipindahkan antar lokasi.
Cara Mengusir Kutu Kasur di Rumah
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengusir kutu kasur:
1. Identifikasi masalah
Periksa area tidur dan furnitur sekitarnya, termasuk kasur, bantal, bingkai tempat tidur, dan furnitur yang dekat dengan tempat tidur seperti meja samping dan sofa.
Cari tanda-tanda kutu kasur seperti bercak darah kecil di seprai, bintik hitam dari kotoran kutu, serta kulit yang terkelupas.
2. Bersihkan semua baju, sarung dan bantal
Cuci seprai, selimut, sarung bantal, dan pakaian yang terkena dampak kutu menggunakan air panas (minimal 60 derajat Celsius).
Kemudian, keringkan di pengering dengan suhu tinggi selama minimal 30 menit.
Untuk benda yang tidak bisa dicuci, pertimbangkan untuk menggunakan pengering panas saja, seperti hairdryer, atau membekukan barang tersebut selama beberapa hari.
3. Vacuum secara menyeluruh
Gunakan vacuum cleaner pada kasur, bingkai tempat tidur, karpet, dan furnitur yang mungkin terinfestasi.
Fokus bersihkan pada celah-celah dan retakan, di mana kutu kasur sering bersembunyi.
Setelah selesai, buang isi vacuum cleaner di luar rumah untuk mencegah kutu kasur kembali.
4. Gunakan steam cleaner
Uap panas bisa membunuh kutu kasur dan telurnya. Gunakan steam cleaner pada semua permukaan kain dan tempat yang sulit dijangkau di mana kutu kasur bisa bersembunyi.
5. Pertimbangkan insektisida
Gunakan produk insektisida yang spesifik untuk kutu kasur. Pastikan untuk mengikuti instruksi penggunaan dengan hati-hati dan hanya gunakan insektisida di area yang dianjurkan.
Kamu bisa juga menggunakan bahan alami seperti minyak esensial peppermint atau tea tree oil. Meski begitu, efektivitasnya mungkin tidak sekuat insektisida komersial.
6. Pasang sarung anti-kutu kasur
Pertimbangkan untuk memasang sarung kasur yang kedap terhadap kutu kasur pada kasur dan bantal.
Cara ini membantu mencegah kutu kasur masuk ke dalam serat dan membuatnya lebih mudah untuk dibersihkan.
7. Panggil profesional
Jika jumlah kutu sudah terlampau banyak dan di luar kendali, kamu mungkin perlu memanggil layanan pengendalian hama profesional yang memiliki alat dan bahan yang lebih efektif untuk mengatasi kutu kasur.
8. Pencegahan rutin
Lakukan pembersihan rutin dengan vacuum dan steam cleaner secara berkala.
Periksa secara rutin setelah bepergian atau membawa barang bekas yang mungkin terkontaminasi.
Apa Kata Riset?
Penelitian yang diterbitkan di Journal of Medical Entomology mengungkapkan bahwa kutu kasur dapat menghasilkan histamin dalam jumlah yang mungkin berbahaya bagi manusia.
Histamin yang secara alami diproduksi oleh tubuh manusia dapat menyebabkan reaksi alergi dengan efek samping seperti ruam atau masalah pernapasan.
Penemuan ini menunjukkan bahwa produksi histamin oleh kutu kasur bisa memiliki dampak klinis yang negatif.
Walaupun begitu, butuh penelitian lebih lanjut untuk memahami implikasi kesehatan secara penuh.
Hubungi Dokter Ini untuk Mengatasi Gigitan Kutu Kasur
Meski sepele dan bisa sembuh dengan sendirinya, risiko iritasi hingga infeksi tetap ada jika kondisi ini tidak diobati.
Jika telah mencoba berbagai tips tapi gatal tak kunjung hilang, sebaiknya hubungi dokter spesialis kulit di Halodoc untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dokter spesialis berikut ini telah berpengalaman selama lebih dari 8 tahun, sehingga mereka dapat memberikan kamu panduan tepat untuk mengatasi masalah kulit.
Jangan khawatir, sebab mereka juga mendapat ulasan baik dari pasien-pasien yang sebelumnya mereka tangani.
Nah, ini dia dokter rekomendasi yang bisa kamu hubungi:
1. dr. Dina Febriani Sp.D.V.E

Dokter rekomendasi berikutnya yaitu dokter Dina Febriani Sp.D.V.E, seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi tahun 2009 dan Universitas Sebelas Maret tahun 2023.
Kini, ia menjalani praktik di Pekanbaru, Riau sekaligus terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 3321602523105228.
Berbekal pengalaman 16 tahun, dr. Dina Febriani Sp.D.V.E dapat kamu percayai dalam memberikan tips mengatasi gigitan kutu kasur.
Chat dr. Dina Febriani Sp.D.V.E Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.
2. dr. Frieda Sp.D.V.E

Kamu bisa berkonsultasi dengan dr. Frieda Sp.D.V.E, yang merupakan seorang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya tahun 2015 dan Universitas Sebelas Maret tahun 2022.
Saat ini, dr. Frieda Sp.D.V.E membuka praktik di Bogor, Jawa Barat serta terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) dengan nomor STR 3321602322166922.
Dengan pengalaman 9 tahun di bidangnya, dr. Frieda Sp.D.V.E akan menjawab pertanyaan kamu seputar cara mengatasi gigitan kutu kasur.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dr. Frieda Sp.D.V.E seputar masalah kulit lainnya, seperti jerawat mendem dan jerawat pada kelopak mata.
Chat dr. Frieda Sp.D.V.E Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.
Dokter spesialis kulit di atas siap memberikan kamu panduan dan tips dalam mengatasi masalah gigitan kutu.
Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja dengan mudah dan aman.
Kamu tidak perlu khawatir jika dokter sedang offline atau tidak tersedia. Sebab, kamu tetap bisa memesan jadwal konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!
Referensi:
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2024. Bed Bugs: Diagnosis and Treatment.
Medical News Today. Diakses pada 2024. Bed Bug Bites: What You Need To Know.
Healthline. Diakses pada 2024. The 8 Best Remedies for Itching.
Prevention. Diakses pada 2024. 7 Home Remedies That Will Soothe Itchy Skin, According to Dermatologists.
Journal of Medical Entomology. Diakses pada 2025. Bed Bugs Produce Potentially Dangerous Amounts of Histamine, Study Shows.
FAQ
1. Seperti apa bekas gigitan kutu kasur?
Bekas gigitan kutu kasur biasanya muncul sebagai barisan atau kelompok gigitan yang kecil, merah, dan bisa sangat gatal.
Gigitan ini sering ditemukan pada bagian tubuh yang terpapar saat tidur seperti lengan, kaki, dan punggung.
2. Berapa lama gigitan kutu kasur akan hilang?
Waktu penyembuhan gigitan kutu kasur bervariasi antara beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada reaksi individu terhadap gigitan dan perawatan yang diberikan.
3. Seperti apa bekas gigitan tungau?
Gigitan tungau biasanya menyebabkan ruam yang kecil dan merah, seringkali dengan benjolan yang sangat gatal.
Tungau seperti scabies menyebabkan garis-garis kecil dan gatal yang merupakan lorong di bawah kulit.
4. Gigitan kutu kasur apakah menular?
Gigitan kutu kasur sendiri tidak menular. Namun, kutu kasur bisa menyebar dari satu tempat ke tempat lain melalui pakaian, perabotan, atau barang lainnya.