Benarkah Nyeri Dada Sebelah Kiri Jadi Gejala Serangan Jantung?
Nyeri dada sebelah kiri bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung.

DAFTAR ISI
- Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kiri
- Gejala Serangan Jantung
- Diagnosis Nyeri Dada
- Cara Mengatasi Nyeri Dada
- Cara Mencegah Nyeri Dada
- Kapan Harus ke Dokter?
Ketika mengalami nyeri dada sebelah kiri, tak sedikit orang yang berpikir kalau dirinya mengalami serangan jantung. Meskipun nyeri dada memang bisa menjadi gejala penyakit jantung atau serangan jantung, tapi tidak selalu begitu.
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab nyeri dada sebelah kiri dan kebanyakan bukan pertanda masalah serius.
Namun meski begitu, nyeri dada tetap perlu kamu waspadai ya. Sebab ada beberapa nyeri dada yang disebabkan oleh kondisi medis berbahaya.
Simak informasi selengkapnya pada artikel berikut ini!
Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kiri
Selain serangan jantung, ada berbagai penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan nyeri dada sebelah kiri, antara lain:
1. Angina
Angina pectoris bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit jantung koroner. Ini merupakan nyeri dada yang disebabkan karena berkurangnya aliran darah ke jantung.
Angina ditandai dengan gejala berupa nyeri dada, sesak napas, mual, kelelahan, keluar banyak keringat, serta tekanan berlebih di dada yang disebabkan karena otot tidak mendapat oksigen yang cukup dari darah.
Tak hanya dada, rasa tidak nyaman akibat angina juga bisa muncul di lengan kiri, bahu kiri, punggung, sisi kiri leher, serta sisi kiri rahang.
Apabila rasa nyeri tak tertahankan, kamu bisa coba menggunakan sejumlah obat berdasarkan resep dokter.
Beberapa merek obat pereda nyeri dada bisa kamu cek selengkapnya pada artikel berikut ini: “5 Pilihan Obat Sakit Dada yang Efektif Redakan Nyeri”.
2. Serangan jantung
Nyeri dada sebelah kiri juga bisa menjadi tanda serangan jantung. Nyeri dada yang muncul bisa bersifat ringan, lalu semakin parah secara perlahan, atau bisa juga terjadi secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang hebat di sisi kiri atau tengah dada.
Selain nyeri dada, serangan jantung juga bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti:
- Nyeri di lengan kiri.
- Sesak napas.
- Mulas, mual, atau muntah.
- Sakit kepala ringan, lemah, atau pusing.
- Rasa sakit yang tajam di leher, rahang, punggung atau perut.
3. Serangan panik
Serangan panik merupakan perasaan takut yang datang secara tiba-tiba dan bisa memuncak dalam waktu singkat atau kurang lebih 10 menit.
Serangan panik sering dikira sebagai tanda dari serangan jantung. Tak hanya nyeri di area dada, serangan panik juga kerap memicu gejala lain.
Contohnya seperti peningkatan detak jantung, sesak napas, tubuh gemetar, pusing, mual, keringat berlebih, hot flashes, atau menggigil.
4. Heartburn, refluks asam, atau GERD
Heartburn adalah nyeri dada dan ketidaknyamanan yang bisa kamu alami saat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan (refluks asam atau gastroesophageal reflux).
Kondisi ini umumnya menyebabkan rasa sakit yang semakin intens, terutama setelah makan, di malam hari, atau saat tubuh sedang berbaring dan membungkuk.
Hal ini dipicu oleh beberapa hal misalnya saja mengonsumsi makanan pedas, asam, berlemak, serta kelebihan berat badan atau obesitas.
Selain nyeri dada, kamu juga bisa mengalami gejala berikut:
- Sensasi terbakar di perut bagian atas dan dada.
- Rasa asam atau logam di mulut.
- Sendawa berlebihan.
- Mengalami batuk.
- Sering terbangun dari tidur.
- Terasa seperti ada cairan yang hendak keluar dari tenggorokan.
- Muncul rasa nyeri di dada yang semakin memburuk saat berbaring atau membungkuk.
5. Masalah dengan kerongkongan
Nyeri dada juga bisa menjadi pertanda ada masalah dengan kerongkongan (esofagus) kamu. Contohnya:
- Kejang otot esofagus juga bisa menimbulkan jenis nyeri dada yang sama seperti serangan jantung.
- Peradangan lapisan kerongkongan atau esofagitis bisa menyebabkan rasa terbakar atau nyeri dada yang tajam.
- Pecah atau robeknya esofagus, yang memungkinkan makanan bocor ke rongga dada, sehingga menyebabkan nyeri dada ringan hingga parah.
6. Perikarditis
Perikarditis adalah kondisi medis yang terjadi akibat peradangan pada perikardium, yaitu jaringan yang menahan jantung. Lapisan tersebut biasanya bisa bergerak dengan mudah yang memungkinkan jantung berdetak.
Namun, bila perikardium meradang, orang tersebut bisa mengalami nyeri dada sebelah kiri. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari infeksi bakteri, infeksi virus, cedera dada, autoimun, serta kondisi pasca operasi jantung.
Selain nyeri di dada, perikarditis juga ditandai dengan batuk kering yang tidak kunjung membaik, sesak napas, demam, jantung terasa berdebar, serta tubuh mudah lemas dan lelah.
Gejala Serangan Jantung
Serangan jantung adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat. Gejalanya meliputi:
- Nyeri dada sebelah kiri bawah payudara dekat tulang rusuk yang terasa seperti ditekan atau ditindih benda berat.
- Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
- Sesak napas, mual, atau pusing.
- Keringat dingin tanpa sebab yang jelas.
- Kelelahan ekstrem yang tidak biasa.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari bantuan medis karena bisa mengindikasikan kondisi yang mengancam nyawa.
Diagnosis Nyeri Dada
Untuk menentukan penyebab nyeri dada sebelah kiri, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Elektrokardiogram (EKG): Memeriksa aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi serangan jantung atau gangguan irama jantung.
- Tes Darah: Mengukur kadar enzim jantung untuk mengetahui adanya kerusakan pada otot jantung.
- Rontgen Dada: Memeriksa kondisi paru-paru, tulang rusuk, dan jantung.
- Tes Stres Jantung: Mengevaluasi kinerja jantung saat beraktivitas fisik.
- Ekokardiografi: Melihat struktur dan fungsi jantung dengan menggunakan gelombang suara.
- Endoskopi: Jika dicurigai adanya masalah lambung yang menyebabkan nyeri dada sebelah kiri atas payudara.
Nyeri dada bisa menjadi tanda kondisi serius. Jika mengalami nyeri dada sebelah kiri yang terus berulang atau semakin memburuk, segera periksakan diri ke dokter.
Cara Mengatasi Nyeri Dada
Mengatasi nyeri dada sebelah kiri tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Gunakan obat nyeri dada sebelah kiri yang diresepkan dokter, seperti nitrogliserin untuk masalah jantung atau antiasam untuk gangguan pencernaan.
- Jika nyeri dada disebabkan oleh asam lambung naik, hindari makanan pedas, berlemak, atau asam, dan minum air hangat.
- Untuk nyeri akibat ketegangan otot, gunakan kompres hangat atau pijatan ringan di area yang sakit.
- Tarik napas dalam-dalam dan lakukan teknik relaksasi jika nyeri dada disebabkan oleh stres atau serangan panik.
- Segera cari bantuan medis jika nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar ke lengan kiri dan rahang, karena bisa menjadi tanda serangan jantung.
Cara Mencegah Nyeri Dada
Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko nyeri dada sebelah kiri:
- Menjaga pola makan sehat, menghindari makanan berlemak tinggi, makanan cepat saji, dan konsumsi garam berlebih untuk menjaga kesehatan jantung.
- Olahraga secara rutin, seperti jalan kaki atau bersepeda selama 30 menit setiap hari untuk meningkatkan kesehatan jantung dan peredaran darah.
- Menghindari merokok dan alkohol, karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan asam lambung naik.
- Mengelola stres dengan meditasi, yoga, atau olahraga ringan untuk mengurangi risiko nyeri dada akibat kecemasan.
- Rutin memeriksakan kesehatan, terutama jika memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes.
Jika mengalami nyeri dada sebelah kiri secara berulang, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Nyeri dada atau tekanan pada dada memang dikhawatirkan merupakan gejala serangan jantung atau kondisi lain yang mengancam jiwa.
Karena itu, kamu dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan medis, terutama bila mengalami nyeri dada sisi kiri disertai dengan gejala berikut:
- Perasaan sesak atau tertekan di dada.
- Nyeri seperti ditembak, terutama yang muncul di lengan kiri, sisi kiri leher, dan sisi kiri rahang.
- Kesulitan bernapas.
- Kelemahan, sakit kepala ringan, atau pusing.
- Mual atau muntah.
- Dada terasa berat.
Untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu terkait gejala yang kamu alami, gunakan saja aplikasi Halodoc. Konsultasi dokter di Halodoc bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja.
Selain itu, kamu bisa juga mendapatkan beragam obat pereda nyeri dada serta suplemen lainnya di Toko Kesehatan Halodoc.
Diperbarui pada 16 Februari 2025
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2025. What’s Causing Pain in the Left Side of My Chest?.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What causes chest pain on the left side?
FAQ
1. Sakit dada sebelah kiri seperti ditusuk penyakit apa?
Nyeri dada sebelah kiri yang terasa seperti ditusuk bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk:
- Masalah jantung seperti angina atau serangan jantung (terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, atau mual).
- Gangguan otot atau tulang seperti nyeri otot (myalgia) atau cedera tulang rusuk.
- Masalah pencernaan, seperti GERD (refluks asam lambung) yang menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar di dada.
- Gangguan saraf, seperti saraf terjepit atau costochondritis (peradangan di tulang rawan dada).
- Gangguan kecemasan atau serangan panik, yang sering menyebabkan nyeri dada tajam dan napas terasa pendek.
Jika nyeri dada berlangsung lama atau semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Kenapa nyeri dada sebelah kiri hilang timbul?
Nyeri dada yang datang dan pergi bisa disebabkan oleh:
- Gangguan otot atau sendi – misalnya akibat postur tubuh yang buruk atau aktivitas fisik berlebihan.
- GERD atau gangguan lambung – asam lambung naik ke kerongkongan bisa menyebabkan nyeri dada yang muncul setelah makan.
- Stres dan kecemasan – perasaan cemas dapat menyebabkan nyeri dada yang tidak konsisten.
- Masalah jantung – seperti angina, di mana nyeri muncul saat aktivitas fisik dan hilang saat istirahat.
Jika nyeri dada sering muncul tanpa penyebab yang jelas atau semakin intens, segera periksa ke dokter.
3. Nyeri di dada sebelah kiri pertanda apa?
Nyeri dada sebelah kiri bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi medis, antara lain:
- Penyakit jantung, seperti angina atau serangan jantung, terutama jika disertai gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, atau pusing.
- Gangguan pencernaan, seperti GERD yang menyebabkan nyeri dada akibat asam lambung naik.
- Gangguan otot atau tulang, seperti ketegangan otot, cedera, atau peradangan pada tulang rawan dada.
- Gangguan kecemasan dan stres, yang bisa menimbulkan sensasi nyeri dada menyerupai serangan jantung.