Asam Lambung Naik Saat Puasa, Begini Cara Ampuh Mengatasinya
Asam lambung naik saat puasa bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya makan berlebihan saat berbuka.

DAFTAR ISI
- Cara Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Puasa
- Ciri-Ciri Asam Lambung Naik Saat Puasa
- Studi Mengenai Asam Lambung
Tahukah kamu bahwa, puasa memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh? Contohnya seperti detoksifikasi dan meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, ada beberapa keluhan kesehatan yang sering dialami banyak orang saat berpuasa. Salah satunya penyakit asam lambung (GERD/gastroesophageal reflux disease)
Kondisi ini umumnya disebabkan akibat pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan yang pedas atau berlemak, serta perubahan jam makan yang mempengaruhi kinerja sistem pencernaan.
Kabar baiknya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi asam lambung naik saat puasa. Mau tahu apa saja? Berikut ulasannya!
Cara Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Puasa
Asam lambung naik saat puasa bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu, terutama bagi kamu yang memiliki riwayat gangguan pencernaan.
Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghindari masalah asam lambung naik selama berpuasa. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba:
1. Makan dengan porsi kecil
Salah satu penyebab utama asam lambung naik saat puasa adalah makan berlebihan saat berbuka. Makan terlalu banyak dalam satu waktu bisa memicu produksi asam lambung yang berlebihan.
Untuk menghindari asam lambung, usahakan makan dengan porsi kecil atau wajar, dan teratur. Ketika berbuka puasa, kamu bisa mengonsumsi kurma atau buah-buahan ringan, kemudian lanjutkan dengan makan utama setelahnya.
“Makan dengan porsi kecil membantu mencegah asam lambung karena mengurangi tekanan pada lambung dan mencegah refluks asam ke kerongkongan.” jelas dr. Fauzan Azhari SpPD, AIFO-K pada Halodoc
Menurut dr. Fauzan, makan dalam jumlah besar membuat lambung menjadi terlalu penuh, sehingga meningkatkan produksi asam dan memperlambat pengosongan makanan. Hal ini dapat menyebabkan tekanan berlebih pada katup esofagus bawah (LES), yang berfungsi mencegah asam naik ke kerongkongan. Dengan makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, lambung bekerja lebih ringan, pro
2. Pilih makanan yang tepat
Pastikan kamu memilih makanan tepat untuk dikonsumsi. Hindari makanan pedas, berlemak, atau yang mengandung kafein karena cenderung memperburuk gejala asam lambung.
“Capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi dinding lambung dan memperlambat pengosongan makanan, sehingga asam lebih lama berada di lambung.” ujar dr. Fauzan.
Semetara itu, kafein merangsang produksi asam lambung dan melemahkan LES, meningkatkan risiko refluks dan memperburuk gejala GERD.
Lalu, bagaimana dengan makanan berlemak? Menurut dr. Fauzan, lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, merangsang produksi asam lebih banyak, dan melemahkan katup esofagus bawah (LES). Hal inilah yang asam lebih mudah naik ke kerongkongan.
Pilihlah makanan yang lebih mudah dicerna seperti sayur, nasi, dan protein yang tidak digoreng. Hindari juga makanan yang terlalu asam karena bisa merangsang peningkatan asam lambung.
Konsumsi buah yang rendah asam namun kaya akan serat sangat baik bagi penderita asam lambung. Baca di artikel: Ini 7 Buah untuk Asam Lambung yang Aman untuk Dikonsumsi.
3. Perbanyak konsumsi air putih
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan hal yang penting ketika kamu sedang berpuasa. Dehidrasi bisa memicu gangguan pencernaan dan meningkatkan produksi asam lambung. Pastikan kamu minum cukup air putih saat sahur dan berbuka. Hindari minuman yang mengandung kafein atau asam karena dapat memperburuk asam lambung.
4. Jangan langsung tidur setelah makan
Setelah makan sahur atau berbuka, usahakan jangan langsung tidur. Sebab, berbaring terlalu cepat setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Beri jeda setidaknya 2-3 jam setelah makan untuk agar tubuh dapat mencerna makanan dengan lancar.
5. Konsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter
Jika kamu sering mengalami masalah asam lambung saat berpuasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menurunkan produksi asam lambung dan mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter tepercaya untuk mengatasi masalah asam lambung yang kamu alami. Bagi kamu yang mengidap asam lambung, simak rekomendasi beberapa produk obat terpercaya di artikel berikut:
- Ini 7 Rekomendasi Obat Asam Lambung yang Ampuh di Apotek.
- 5 Jenis Obat Asam Lambung yang Aman Secara Medis.
6. Perhatikan posisi tubuh saat tidur
Usahakan untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh, misalnya dengan menggunakan bantal tambahan. Tujuannya agar asam lambung tidak mudah naik ke kerongkongan.
7. Kelola stres dengan baik
Stres bisa memperburuk asam lambung karena memicu peningkatan produksi asam lambung dan mengganggu fungsi pencernaan.
“Saat stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol yang dapat merangsang produksi asam lebih banyak. Selain itu, stres dapat melemahkan katup esofagus bawah (LES), sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.” jelas dr. Fauzan Azhari SpPD, AIFO-K
Di samping itu, stres juga bisa memperlambat pengosongan lambung, menyebabkan makanan dan asam bertahan lebih lama, yang meningkatkan risiko refluks dan iritasi lambung. Kebiasaan buruk saat stres, seperti pola makan tidak teratur dan konsumsi makanan pemicu GERD, juga memperburuk gejala.
Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan efektif. Contohnya kamu bisa mencoba meditasi atau yoga untuk membantu tubuh rileks.
Kamu harus tahu bahwa ada bahaya ketika membiarkan asam lambung tanpa penanganan. Ini 6 Bahaya Asam Lambung yang Dibiarkan Tanpa Penanganan.
Ciri-Ciri Asam Lambung Naik Saat Puasa
Berikut beberapa ciri-ciri yang menandakan asam lambung naik saat puasa:
- Rasa terbakar di dada (heartburn).
- Nyeri atau tidak nyaman di ulu hati.
- Mual atau muntah.
- Rasa asam atau pahit di mulut.
- Batuk kering atau tenggorokan gatal.
- Kesulitan menelan.
- Sesak napas atau asma.
Gejala atau ciri-ciri ini cenderung memperburuk ketika perut kosong setelah mengonsumsi makanan tertentu saat berbuka atau sahur. Jika gejala ini sering terjadi selama puasa, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Fakta tentang Asam Lambung:
1. Sekitar 18-28% orang dewasa di dunia mengalami GERD, dengan gejala yang paling sering muncul setelah makan atau saat tidur.
2. Obesitas, merokok, kecemasan/stres, dan kebiasaan makan yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit asam lambung.
3. Perubahan gaya hidup dan obat-obatan adalah langkah pengobatan asam lambung yang cukup efektif.
4. Refluks asam sering kali meningkat setelah makan atau disebut dengan fase postprandial.
Studi Mengenai Asam Lambung
The Journal of the Missouri State Medical Association menerbitkan penelitian terkait asam lambung berjudul Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) (2018). Dalam studi ini disebutkan bahwa fase setelah makan sangat berpengaruh terhadap perkembangan asam lambung. Terutama ketika makan dalam jumlah besar atau makanan yang mengandung banyak lemak dan pedas.
Makanan yang tidak sehat memungkinkan asam lambung untuk naik ke esofagus (kerongkongan), dan menyebabkan berbagai gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), mual, dan rasa asam di mulut. Fase ini dikenal dengan postprandial (setelah makan) dan menjadi saat yang paling sering bagi refluks asam terjadi.
Menurut studi, penting untuk memilih makanan dengan bijak untuk mencegah kekambuhan penyakit asam lambung. Hindari makanan yang dapat memicu refluks seperti makanan yang berlemak, pedas, asam, serta makanan atau minuman berkafein.
Selain itu, jika kamu memiliki gejala asam lambung naik, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dapatkan juga berbagai merek dagang dari obat-obatan asam lambung di Toko Kesehatan Halodoc.