Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil
Terlalu sering buang air kecil ini bisa menjadi pertanda berbagai gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran kemih (ISK).

DAFTAR ISI
- Apa Penyebab Sering Buang Air Kecil?
- Bagaimana Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil?
- Apa Kata Studi Mengenai Sering Buang Air Kecil?
- Hubungi Dokter Ini untuk Mengatasi Sering Buang Air Kecil
Frekuensi atau tingkat sering buang air kecil setiap orang tentu berbeda-beda setiap harinya. Hal ini bergantung pada banyaknya asupan cairan dan kinerja organ ginjal dalam mengolah kelebihannya.
Normalnya, keinginan untuk berkemih muncul 6 – 7 jam sekali. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, contohnya jumlah dan jenis cairan yang dikonsumsi.
Contohnya, jika kamu minum air putih atau kopi (kafein) terlalu banyak, maka frekuensi berkemih akan mengalami peningkatan.
Lalu, apa penyebab sering buang air kecil dan cara mengatasinya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa Penyebab Sering Buang Air Kecil?
Mau tahu kenapa sering buang air kecil? Berikut beberapa kondisi yang menjadi penyebab sering buang air kecil:
1. Infeksi saluran kemih (ISK)
Menurut buku berjudul Urinary Tract Infection oleh StatPearls Publishing (2023), infeksi saluran kemih adalah masalah kesehatan yang paling sering memengaruhi frekuensi buang air kecil pada seseorang.
Penyakit ini paling sering terjadi pada orang berusia 16 sampai 35 tahun, dengan 10 persen wanita terkena infeksi berulang dan lebih dari 40 persen hingga 60 persen mengalami infeksi setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Selain itu, kekambuhan juga sering terjadi, dengan hampir setengah pengidapnya mengalami gangguan sebanyak dua kali dalam satu tahun.
Masalah kesehatan ini memicu peningkatan frekuensi buang air kecil bersamaan dengan penurunan volume urine.
Fakta Medis Mengenai Buang Air Kecil
1. Fungsi utama buang air kecil adalah mengeluarkan sisa metabolisme dan kelebihan cairan dari dalam tubuh melalui ginjal.
2. Rata-rata, seseorang mengeluarkan sekitar 1-2 liter urine per hari.
3. Frekuensi buang air kecil normal bagi orang dewasa adalah 4-8 kali per hari.
4. Warna urine dapat memberikan indikasi kesehatan seseorang.
5. Proses buang air kecil dikendalikan oleh otot-otot kandung kemih dan sistem saraf pusat.
2. Kandung kemih overaktif
Penyebab sering buang air kecil juga bisa terjadi karena kandungan kemih overaktif atau overactive bladder.
Penyebabnya adalah kandung kemih yang berkontraksi berlebihan, meski belum penuh dengan urine. Biasanya, gejala dari masalah kesehatan ini terjadi secara tiba-tiba.
3. Sering buang air kecil gejala diabetes
Tak banyak yang menyadari bahwa peningkatan frekuensi buang air kecil juga menjadi gejala awal dari diabetes.
Gangguan ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa dalam bentuk urine.
Kamu bisa membaca artikel Sering Buang Air Kecil Tanda Terkena Diabetes untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
Namun, pastinya perlu ada pemeriksaan medis pendukung untuk menguatkan diagnosis.
Selain diabetes, Ini Penyebab Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil di Malam Hari yang perlu kamu waspadai.
4. Batu ginjal
Sering buang air kecil pun menjadi gejala utama dari penyakit batu ginjal.
Keinginan untuk sering buang air ini awalnya akan muncul saat pengidap merasakan rasa sakit berbentuk tekanan pada bagian saluran kemih.
Tekanan ini berasal dari batu yang keluar dari ginjal dan tersangkut di ureter.
Ketika batu mencapai kantung kemih, rasa sakit tertekannya akan mereda, tapi, sebagai gantinya keinginan untuk sering buang air kecil muncul.
Selain itu, penyakit ini juga muncul dengan gejala berupa mual, muntah, sakit perut bagian bawah, dan perubahan warna urine menjadi lebih keruh.
Bahkan, pengidap juga terkadang mengalami kencing berdarah.
Mau tahu obat-obatan untuk mengatasi batu ginjal? Baca di artikel ini: Berbagai Obat Batu Ginjal Sesuai Jenisnya.
5. Kehamilan
Ibu hamil, terutama pada trimester akhir tentu akan sering mengalami buang air kecil.
Kondisi ini terjadi karena kepala bayi sudah memasuki panggul dan menekan kandung kemih.
Kamu bisa membaca artikel Ketahui Penyebab Sering Buang Air Kecil saat Hamil untuk mengetahui penyebabnya lebih lengkap.
Selain itu, ibu hamil pada trimester akhir juga mengalami nyeri punggung, sembelit, sulit tidur, dan mudah merasa lelah.
6. Infeksi ginjal
Infeksi ginjal terjadi akibat bakteri penyebab infeksi kandung kemih sudah masuk ke dalam ginjal.
Selain sering buang air kecil, gejala gangguan kesehatan ini juga berupa demam, nyeri punggung, dan nyeri ketika buang air kecil.
7. Sering buang air kecil gejala gangguan prostat
Gangguan prostat dapat menekan uretra dan saluran kemih. Dampaknya, dinding kandung kemih menjadi lebih sensitif.
Kelainan ini mengakibatkan kandung kemih berkontraksi sehingga pengidapnya menjadi sering berkemih.
8. Efek obat-obatan diuretik
Obat-obatan yang bersifat diuretik memiliki fungsi mengeluarkan garam dan cairan berlebih dalam tubuh. Inilah sebabnya, mengonsumsi jenis obat golongan ini dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Mau tahu cara menahan BAB dengan aman saat situasi mendesak? Baca di artikel ini: Ini 5 Cara Aman Menahan BAB dengan Sehat saat Situasi Mendesak.
9. Divertikulitis
Studi berjudul A rare case of acute urinary bladder diverticulitis mimicking acute appendicitis, dalam American Journal of Case Reports menyebutkan bahwa divertikulitis kandung kemih merupakan suatu kondisi medis yang sangat langka.
Penyakit ini tak hanya membuat pengidapnya menjadi sering buang air kecil, tapi juga berhubungan dengan perdarahan per dubur yang terlihat dengan divertikulitis kolon.
Dampaknya, masalah kesehatan ini bisa berujung pada terjadinya hematuria atau kencing berdarah.
Bagaimana Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil?
Penanganan sering buang air kecil tentu harus sesuai dengan kondisi yang menjadi penyebabnya.Inilah sebabnya, kamu perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk bisa memastikan penyebab masalah kesehatan tersebut.
Tidak hanya diri sendiri, pemeriksaan juga perlu kamu lakukan untuk orang tua. Ini terutama untuk kelompok orang yang berusia lebih dari 40 tahun yang memang sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan kronis, seperti diabetes atau prostat.
Nah, berikut ini cara mengatasi sering buang air kecil pada wanita maupun pria:
1. Menghindari pemicunya
Penelitian berjudul Impact of smoking habit on overactive bladder symptoms and incontinence in women dalam International Journal of Urology mengatakan, kebiasaan merokok jadi salah satu pemicu sering buang air kecil.
Baik perokok maupun orang yang pernah merokok menunjukkan peningkatan prevalensi inkontinensia urine ketimabang kelompok orang bukan perokok.
2. Bergerak aktif
Cara mengatasi sering buang air kecil juga bisa dengan aktif bergerak. Sebab, malas gerak berkaitan dengan obesitas atau kelebihan berat badan.
Bobot tubuh yang berlebihan berpotensi melemahkan otot yang menopang kandung kemih. Dampaknya, terjadi peningkatan frekuensi buang air kecil.
3. Senam kegel
Latihan kegel adalah salah satu cara alami untuk menurunkan frekuensi berkemih.
Gerakan sederhananya dapat membantu mengatasi gangguan, terlepas dari usia dan penyebab dari penyakit, terutama pada orang tua.
Studi dalam The 3rd Joint International Conference (JIC) menyebutkan, sebanyak 95.5 persen orang dengan gangguan kesehatan mengalami penurunan frekuensi buang air kecil setelah melakukan senam kegel.
Dalam mengatasi gangguan, senam kegel mampu meningkatkan sekaligus memperkuat kemampuan otot dasar panggul.
Langkah ini dapat melatih otot kandung kemih dan menurunkan potensi sering buang air kecil.
Pertama-tama, berbaring pada atas matras atau kasur. Kencangkan otot panggul dan tahan selama 5 hingga 10 detik, kemudian kendurkan. Lakukan cara ini sebanyak 10 kali dalam sehari.
4. Mengatur pola makan
Makanan yang mengandung kafein, pemanis buatan, dan makanan pedas dapat memicu peningkatan keinginan untuk berkemih atau bersifat diuretik.
Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah serta memenuhi asupan cairan tubuh.
Namun, sebaiknya hindari terlalu banyak minum pada malam hari sebelum tidur.
Cara mengatasi sering buang air kecil juga bisa dengan membatasi asupan garam. Sebab, garam dapat meningkatkan volume cairan dalam pembuluh darah.
Ketika jumlahnya naik, maka ginjal harus menyaring kelebihan cairan tersebut sehingga terjadi peningkatan produksi urine.
Jadi, sebaiknya batasi asupannya tidak lebih dari 2.400 miligram atau 1 sendok teh garam per hari.
5. Bladder training untuk cegah sering buang air kecil
Bladder training adalah terapi untuk melatih fungsi kandung kemih. Cara kerjanya dengan mengontrol jarak waktu berkemih dan volume urine yang keluar.
Cara melakukan terapi ini, yaitu:
- Langsung berkemih setelah bangun tidur.
- Tentukan jarak waktu berkemih. Satu jam sekali, misalnya.
- Ikuti jadwal itu secara rutin.
- Segera tarik napas dalam dan lemaskan otot badan jika ingin kencing sebelum waktunya.
- Jika tak tahan, tunggu 5 menit sebelum berkemih.
- Ketika sudah berhasil dalam seminggu, tambah jawak waktu selama 15 menit. Tambahkan secara berkala hingga kamu mampu kencing dalam waktu 3 sampai 4 jam sekali.
Jika masalah sering berkemih yang kamu alami tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk segera bertanya pada dokter.
Jadi, kamu bisa mendapat penanganan medis yang sesuai dan mengurangi potensi risikonya.
Apa Kata Studi Mengenai Sering Buang Air Kecil?
Menurut studi dari StatPearls berjudul Physiology, Urination (2023), memahami proses buang air kecil normal sangat penting dalam mengelola gangguan terkait buang air kecil yang tidak normal.
Sering buang air kecil bisa menjadi pertanda berbagai masalah yang berhubungan dengan sistem urinaria. Sering buang air kecil merupakan salah satu kondisi inkontinensia urine yang dapat mempengaruhi individu dari berbagai kelompok usia, baik pada anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.
Sering buang air kecil atau rasa ingin buang air kecil yang mendesak, sering dikaitkan dengan kondisi seperti kandung kemih overaktif. Penelitian menunjukkan bahwa kandung kemih yang terlalu aktif dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, menyebabkan gangguan tidur, dan kesulitan dalam beraktivitas normal.
Untuk mengatasi masalah-masalah ini, peneliti menyarankan untuk melakukan pendekatan yang komprehensif termasuk pemeriksaan medis yang akurat, diagnosis yang tepat, sera pengembangan rencana pengobatan individu yang disesuaikan dengan penyebabnya.
Hubungi Dokter Ini untuk Mengatasi Sering Buang Air Kecil
Apabila kamu atau orang terdekat menjadi lebih sering buang air kecil dari biasanya, sebaiknya segera hubungi dokter spesialis urologi di Halodoc.
Sebab, meningkatnya frekuensi buang air kecil bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu.
Dengan berkonsultasi, dokter dapat membantu mengetahui penyebab dan menyarankan tindakan lebih lanjut apabila diperlukan, dan memberikan obat sering buang air kecil.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc telah berpengalaman serta mendapatkan penilaian baik dari pasien yang sebelumnya mereka tangani.
Berikut dokter di Halodoc yang bisa kamu hubungi:
1. dr. Ben Mantiri Sp.U

Dokter spesialis urologi pertama yang bisa kamu hubungi adalah dr. Ben Mantiri. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana pada 2011 dan Universitas Indonesia pada 2023.
Ia berpraktik di Jakarta Selatan, dan tergabung sebagai anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dengan nomor STR 3111106322134860.
Berbekal pengalaman selama 13 tahun, dr. Ben Mantiri Sp.U bisa memberikan konsultasi melalui Halodoc apabila frekuensi buang air kecil kamu meningkat.
Chat dr. Ben Mantiri Sp.U mulai dari Rp 150.000,- di Halodoc.
2. dr. Dian Paramita Oktaviani S Sp.U, M.Ked.Klin

Selanjutnya, kamu juga bisa menghubungi dr. Dian Paramita Oktaviani S Sp.U, M.Ked.Klin yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada 2012 dan 2021.
Ia berpraktik di Surabaya, Jawa Timur, dan tergabung sebagai anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dengan nomor STR 3521106321139602.
Dengan pengalaman selama 12 tahun, dr. Dian Paramita Oktaviani S Sp.U, M.Ked.Klin, memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait permasalahan di sistem kemih, termasuk sering buang air kecil.
Chat dr. Dian Paramita Oktaviani S Sp.U, M.Ked.Klin mulai dari Rp 80.000,- di Halodoc.
Itulah beberapa dokter spesialis urologi yang bisa dihubungi apabila kamu sering buang air kecil.
Dokter tersebut tersedia selama 24 jam di Halodoc sehingga kamu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja.
Namun, jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi melalui aplikasi Halodoc.
Tunggu apalagi? Ayo, pakai Halodoc sekarang juga!
Referensi:
StatPearls. Diakses pada 2025. Physiology, Urination.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Urination: Frequent Urination.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What’s to know about frequent urination in women?
The 3rd Joint International Conference (JIC). Diakses pada 2025. The Effect of Kegel Exercises on The Frequency of Urination in The Elderly in UPSTW Jombang in Pare
Michael J. Bono, Stephen W. Leslie, Wanda C. Reygaert. Diakses pada 2025. Urinary Tract Infection.
American Journal of Case Reports. Diakses pada 2025. A rare case of acute urinary bladder diverticulitis mimicking acute appendicitis.
International Journal of Urology. Diakses pada 2025. Impact of smoking habit on overactive bladder symptoms and incontinence in women.
Urology Of Greater Atlanta. Diakses 2025. Stages of Passing a Kidney Stone.
Frequently Asked Questions
1. Penyebab sering buang air kecil tapi sedikit?
Sering buang air kecil tapi sedikit bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk infeksi saluran kemih (ISK), yang menyebabkan iritasi pada kandung kemih dan meningkatkan frekuensi buang air kecil meski dalam jumlah sedikit.
Kondisi lain yang mungkin adalah kandung kemih overaktif, di mana otot-otot kandung kemih berkontraksi lebih sering dari normal, memicu dorongan untuk buang air kecil. Diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, juga dapat menyebabkan sering buang air kecil karena tingginya kadar gula dalam darah yang menarik cairan ke dalam urin.
2. Apa penyebab sering buang air kecil tapi tidak sakit?
Sering buang air kecil tanpa rasa sakit bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti konsumsi cairan berlebih atau minuman diuretik seperti kopi dan alkohol. Selain itu ada kondisi lain yang bisa menyebabkan sering buang air kecil tapi tidak sakit, seperti:
- Diabetes.
- Kandung kemih overaktif.
- Kehamilan.
3. Sering buang air kecil pertanda apa?
Sering buang air kecil bisa menjadi tanda beberapa kondisi medis yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah infeksi saluran kemih (ISK), yang dapat menyebabkan frekuensi buang air kecil yang meningkat, meskipun tidak selalu disertai rasa sakit.
Kandung kemih overaktif juga bisa menjadi penyebabnya, di mana kandung kemih berkontraksi lebih sering dari biasanya, memicu dorongan untuk buang air kecil. Diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, dapat menyebabkan sering buang air kecil akibat kadar gula darah yang tinggi.