Waspada, Ini Penyebab Sindrom Putri Tidur yang Bisa Terjadi
“Penyebab sindrom putri tidur masih belum diketahui secara pasti. Namun, hal itu mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti cedera pada hipotalamus, gangguan autoimun, dan lain-lain.”

Halodoc, Jakarta – Putri Aurora yang tertidur terus menerus dalam waktu yang lama ternyata tidak hanya ada dalam dongeng saja. Di kehidupan nyata, ada sindrom langka yang juga menyebabkan gejala yang sama, yakni sindrom putri tidur sindrom Klein-Levin.
Kondisi ini bisa membuat pengidapnya tidur dalam waktu lama hingga 20 jam dalam sehari selama beberapa hari. Sindrom ini bisa menyerang siapa saja, tapi lebih sering dialami oleh remaja laki-laki. Episode tidur panjang tersebut bisa muncul dan pergi dalam waktu yang lama.
Hal itu tentu akan menyulitkan pengidapnya untuk bersekolah, bekerja, atau berpartisipasi dalam aktivitas lain. Lantas, sebenarnya apa yang menjadi penyebab sindrom ini bisa terjadi? Yuk, cari tahu di sini!
Penyebab Sindrom Putri Tidur
Penyebab sindrom putri tidur masih belum diketahui secara pasti.
Namun, para peneliti menduga beberapa hal berikut ini bisa menjadi kemungkinan penyebabnya:
1. Infeksi
Sebagian orang mengembangkan sindrom langka ini setelah mengalami infeksi, seperti flu.
2. Trauma fisik
Cedera, seperti jatuh yang mengenai kepala, juga diduga bisa menyebabkan seseorang mengalami sindrom Klein-Levin.
Ini karena cedera kepala bisa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada hipotalamus, bagian otak yang mengontrol tidur, nafsu makan, dan suhu tubuh.
Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kaitan ini.
3. Autoimun
Para peneliti juga menduga bahwa penyakit langka ini mungkin merupakan jenis gangguan autoimun.
Penyakit autoimun adalah ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehatnya sendiri.
4. Faktor Genetik
Penelitian lain menunjukkan bahwa sindrom ini bisa bersifat genetik, terkait dengan mutasi pada gen LMOD3 dan TRANK1.
Ketahui Faktor Risikonya
Selain beberapa kemungkinan penyebab di atas, ada juga beberapa faktor yang dikaitkan dengan berkembangnya sindrom putri tidur, yaitu:
- Kurang tidur.
- Stres yang tinggi.
- Kelelahan fisik.
- Bepergian.
- Haid.
- Vaksinasi.
- Penggunaan alkohol dan mariyuana.
Seperti Apa Gejala Sindrom Putri Tidur?
Orang dengan sindrom ini mungkin tidak mengalami gejala setiap hari. Faktanya, mereka biasanya tidak mengalami gejala apapun di antara episode.
Namun, ketika gejala muncul, itu bisa bertahan selama beberapa hari, minggu, bahkan berbulan-bulan.
Gejala sindrom ini yang umum termasuk kantuk yang ekstrem, seperti keinginan kuat untuk tidur dan kesulitan bangun di pagi harinya.
Selama satu episode, pengidapnya bisa tidur hingga 20 jam sehari. Mereka mungkin bisa bangun untuk ke kamar mandi dan makan, lalu tidur kembali. Namun, tidak sedikit pengidap yang terus tertidur sampai satu episode berlalu.
Episode juga bisa memicu gejala lainnya, seperti:
- Halusinasi.
- Disorientasi.
- Sifat lekas marah.
- Perilaku kekanak-kanakan.
- Nafsu makan meningkat.
- Dorongan seks yang berlebihan.
Gejala-gejala di atas terjadi mungkin akibat dari berkurangnya aliran darah ke bagian otak selama episode.
Sindrom ini adalah kondisi yang tidak bisa diprediksi. Episode bisa kambuh tiba-tiba dan tanpa peringatan selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun kemudian.
Kebanyakan pengidapnya bisa beraktivitas dengan normal setelah episode tanpa mengalami disfungsi perilaku atau fisik.
Namun, mereka mungkin hanya bisa mengingat sedikit tentang apa yang terjadi selama episode mereka.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, pengobatan untuk sindrom ini pun tidak diketahui.
Namun, dokter bisa meresepkan obat-obatan yang bisa mengurangi durasi episode tidur panjang dan mencegah kemunculannya di masa mendatang.
Selain itu, dukungan dari keluarga atau orang terdekat juga diperlukan untuk membuat cuti kerja atau sekolah misalnya, sehingga pengidap bisa tidur sebanyak yang dibutuhkan tubuh mereka.
Itulah penjelasan mengenai penyebab sindrom putri tidur. Bila kamu sering mengantuk atau cenderung tidur lebih lama, coba tanyakan saja pada dokter melalui aplikasi Halodoc.
Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya dokter dan minta saran kesehatan pada ahlinya kapan saja dan di mana saja.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.


