Mengenal Staphylococcus Aureus dan Penyakit yang Ditimbulkannya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   13 Juli 2023

“Staphylococcus aureus merupakan jenis bakteri Staphylococcus yang paling sering menyebabkan infeksi pada manusia. Ada berbagai macam penyakit yang bisa ditimbulkannya, mulai dari infeksi kulit hingga toxic shock syndrome.”

Mengenal Staphylococcus Aureus dan Penyakit yang DitimbulkannyaMengenal Staphylococcus Aureus dan Penyakit yang Ditimbulkannya

Halodoc, Jakarta – Staphylococcus aureus adalah salah satu jenis bakteri yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Bakteri ini hidup di tubuh manusia dan bisa ditemukan di hidung dan kulit.

Staphylococcus aureus sebenarnya tidak berbahaya. Namun, ketika pertumbuhannya berlebihan dan sistem kekebalan tubuh sedang lemah, bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit. Yuk, ketahui penyakit apa saja yang bisa terjadi akibat bakteri ini!

Penyakit yang Bisa Terjadi Akibat Staphylococcus Aureus

Staphylococcus aureus adalah bakteri yang termasuk dalam kelompok bakteri Staphylococcus. Bila dilihat di bawah mikroskop, bakteri Staphylococcus berbentuk bulat-bulat yang mirip seperti anggur.

Dari lebih dari 30 jenis bakteri Staphylococcus yang ada, Staphylococcus aureus menjadi bakteri yang paling umum menyebabkan infeksi pada manusia.

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa terjadi akibat infeksi Staphylococcus aureus:

1. Infeksi kulit

Ini adalah infeksi Staphylococcus aureus yang paling umum. Siapa saja bisa mengalami infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri tersebut, tapi yang lebih berisiko adalah orang yang tergores dan bersentuhan langsung dengan pengidap infeksi kulit.

Staphylococcus aureus bisa menyebabkan beberapa infeksi kulit berikut:

  • Bisul

Ini adalah jenis infeksi kulit akibat Staphylococcus aureus yang paling umum terjadi. Bisul ditandai dengan kantong nanah yang berkembang di folikel rambut atau kelenjar minyak. Kulit di atas area yang terinfeksi biasanya menjadi merah dan bengkak.

Jika bisul pecah, mungkin akan mengeluarkan nanah. Infeksi kulit ini paling sering terjadi di bawah lengan atau di sekitar selangkangan atau bokong.

  • Impetigo

Ruam yang menular dan sering terasa menyakitkan ini juga disebabkan oleh bakteri staph. Impetigo biasanya memiliki lepuh besar yang bisa mengeluarkan cairan dan membentuk kerak berwarna madu.

  • Selulitis

Ini adalah infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Selulitis menyebabkan kemerahan dan bengkak di permukaan kulit kamu. Luka atau area keluarnya cairan juga bisa berkembang.

  • Sindrom kulit melepuh stafilokokus

Bakteri Staphylococcus aureus bisa mengeluarkan racun dan menyebabkan sindrom kulit melepuh stafilokokus. Infeksi kulit ini biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak dan menimbulkan gejala berupa demam, ruam, dan terkadang kulit melepuh.

Saat lepuh pecah, lapisan atas kulit terlepas. Ini meninggalkan bekas merah yang terlihat seperti luka bakar.

Bila kamu terkena salah satu infeksi kulit di atas, kamu bisa baca Cara Mengatasi Infeksi Kulit Akibat Bakteri.

2. Bakteremia

Dikenal juga sebagai infeksi aliran darah, bakteremia terjadi ketika bakteri Staphylococcus aureus memasuki aliran darah. Demam dan tekanan darah rendah adalah tanda dari penyakit ini.

Bakteri juga bisa melakukan perjalanan ke lokasi yang lebih jauh di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi yang berbahaya yang memengaruhi:

  • Organ dalam, seperti otak (meningitis), jantung (endokarditis), atau paru-paru (pneumonia).
  • Tulang dan otot.
  • Perangkat implan bedah, seperti sendi buatan atau alat pacu jantung.

3. Infeksi tulang

Infeksi pada tulang atau osteomielitis bisa terjadi ketika bakteri Staphylococcus aureus yang awalnya menginfeksi kulit, otot atau tendon, kemudian menyebar ke tulang. Selain dari kulit, infeksi ini juga bisa terjadi sebagai komplikasi operasi tulang.

Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya osteomielitis, yaitu penyakit diabetes, gangguan peredaran darah, cuci darah, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan penggunaan narkoba suntik.

Penyakit infeksi tulang ini ditandai dengan munculnya gejala, seperti nyeri pada tulang, pembengkakan, luka terbuka yang bernanah, demam dan menggigil. 

4. Endokarditis

Ini adalah peradangan pada endokardium, yaitu lapisan jantung bagian dalam. Endokarditis bisa terjadi ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah yang menuju jantung, kemudian menginfeksi katup jantung. 

Penyakit ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki kelainan katup jantung, pernah menjalani operasi penggantian katup jantung, atau mengidap kelainan jantung. Gejala endokarditis yang bisa timbul adalah demam, menggigil, nyeri otot dan sendi, lemas, dan sesak napas.

5. Keracunan makanan

Bakteri Staphylococcus aureus juga merupakan salah satu penyebab keracunan makanan yang paling umum. Bakteri ini berkembang biak dalam makanan dan menghasilkan racun yang membuat kamu sakit. 

Gejala biasanya muncul dengan cepat, yaitu sekitar beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Namun, gejala biasanya juga cepat menghilang, seringkali hanya berlangsung setengah hari.

Keracunan makanan akibat bakteri staph biasanya tidak menyebabkan demam, melainkan mual dan muntah, diare, dehidrasi, tekanan darah rendah. Nah, ketahui Pertolongan Pertama saat Alami Keracunan Makanan yang bisa kamu lakukan.

6. Pneumonia

Bakteri Staphylococcus aureus juga bisa menyebabkan pneumonia atau banyak orang lebih mengenalnya sebagai paru-paru basah. Penyakit ini terjadi ketika infeksi bakteri tersebut menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveolus).

Akibatnya, kantong-kantong tersebut dipenuhi cairan atau nanah, sehingga pengidapnya sulit bernapas.

Seseorang bisa mengalami pneumonia bila tidak sengaja menghirup udara atau percikan liur yang mengandung bakteri staph saat  pengidap pneumonia bersin atau batuk.

Penularan juga bisa terjadi dengan menyentuh benda yang terkontaminasi percikan air liur, lalu menyentuh hidung atau mulut. Gejala yang bisa terjadi, antara lain batuk berdahak, sesak napas, demam, menggigil dan nyeri dada.

7. Toxic shock syndrome (TSS)

Kondisi yang mengancam jiwa ini terjadi akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang masuk ke dalam aliran darah dan menghasilkan racun. Toxic shock syndrom atau TSS biasanya berkaitan dengan penggunaan beberapa jenis tampon, luka di kulit dan pembedahan. 

Gejalanya biasanya berkembang secara tiba-tiba yang meliputi demam tinggi, mual dan muntah, ruam di telapak tangan dan telapak kaki yang terlihat seperti terbakar sinar matahari, kebingungan, nyeri otot, dan diare.

Itulah penyakit-penyakit yang bisa terjadi akibat bakteri Staphylococcus aureus. Bila kamu mengalami gejala salah satu infeksi di atas, segera periksakan diri ke dokter. 

Kamu juga bisa menghubungi dokter spesialis di Halodoc✔️ untuk membicarakan gejala kesehatan yang kamu atau keluarga alami, klik banner di bawah ini.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Staph infections.
Medline Plus. Diakses pada 2023. Staphylococcal Infections.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan