Ad Placeholder Image

Konsumsi Pil KB Darurat saat Puasa, Ini Kata Dokter

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   25 Februari 2025

Pil KB darurat efektif jika diminum sesegera mungkin setelah berhubungan seksual.

Konsumsi Pil KB Darurat saat Puasa, Ini Kata DokterKonsumsi Pil KB Darurat saat Puasa, Ini Kata Dokter

DAFTAR ISI


Pil KB darurat adalah salah satu metode kontrasepsi yang digunakan dalam situasi mendesak untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan tanpa perlindungan.

Efektivitasnya sangat bergantung pada seberapa cepat pil dikonsumsi setelah hubungan terjadi.

Nah, berikut beberapa hal yang perlu pasutri ketahui mengenai penggunaan pil KB darurat saat pusa.

Apa Itu Pil Kontrasepsi Darurat?

Pil kontrasepsi darurat adalah jenis kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan tanpa perlindungan.

“Pil KB darurat memiliki bahan aktif berupa levonorgestrel 0,75 mg yang mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat perjalanan sperma dalam rahim, karenanya mencegah bertemunya sel telur dan sperma.” jelas dr. Enrico Hervianto SpOG pada Halodoc.

Pil yang dikenal juga sebagai “morning-after pill” ini mengandung hormon progestin atau kombinasi estrogen dan progestin yang bekerja dengan cara berikut:

  • Menghambat atau menunda pelepasan sel telur (ovulasi).
  • Mencegah pembuahan dengan mengubah lingkungan rahim dan lendir serviks.
  • Menghambat implantasi jika pembuahan telah terjadi.

Pil KB darurat bukanlah metode kontrasepsi rutin dan hanya digunakan dalam keadaan darurat, seperti kegagalan alat kontrasepsi atau hubungan seksual tanpa perlindungan.

Cari tahu selengkapnya, Ini Cara Kerja dan Kisaran Harga Pil KB Darurat.

Kapan Waktu yang Tepat Minum Pil Kontrasepsi Darurat saat Puasa?

Pil kontrasepsi darurat paling efektif jika diminum sesegera mungkin setelah berhubungan, idealnya dalam 24 hingga 72 jam, tergantung pada jenis pil yang digunakan.

Namun, bagi yang sedang berpuasa, ada beberapa waktu yang bisa dipertimbangkan:

  • Setelah berbuka puasa. Pil KB darurat dapat diminum setelah makan untuk mengurangi risiko efek samping seperti mual.
  • Sebelum sahur. Jika ingin memastikan efektivitasnya tetap maksimal tanpa mengganggu puasa di siang hari, pil dapat dikonsumsi sebelum sahur dengan segelas air.

Lantas, apa yang terjadi bila pil KB darurat diminum 72 jam setelah berhubungan seksual? Keterlambatan mengonsumsi obat dapat menyebabkan sperma telah lebih dahulu mencapai sel telur sehingga tidak berhasil mencegah kehamilan.

“Bukan sama sekali tidak berguna, namun menurut penelitian efektivitasnya jauh berkurang, 96 persen efektif mencegah kehamilan bila dipakai sebelum 72 jam, tapi setelah 72 jam hanya 58 persen.” ujar dr. Enrico Hervianto SpOG.

Kamu perlu Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Pil Kontrasepsi Darurat. 

Aturan Mengonsumsi Pil Kontrasepsi Darurat saat Puasa

Untuk memastikan efektivitas dan mengurangi efek samping, berikut beberapa aturan penting yang perlu diperhatikan:

  • Minum pil sesegera mungkin setelah hubungan tanpa perlindungan, sesuai dengan waktu efektif yang dianjurkan.
  • Pilih waktu yang tepat, misalnya setelah berbuka atau sebelum sahur, untuk menghindari gangguan pencernaan seperti mual.
  • Konsumsi dengan air putih yang cukup agar pil dapat terserap dengan baik oleh tubuh.
  • Hindari konsumsi bersamaan dengan makanan berlemak tinggi, karena dapat mempengaruhi penyerapan hormon dalam pil.
  • Jika mengalami efek samping seperti mual atau muntah dalam dua jam setelah konsumsi, pertimbangkan untuk minum ulang setelah berbuka atau sebelum sahur.
  • Konsultasikan dengan dokter jika ragu dengan efek samping atau jika memiliki riwayat gangguan kesehatan tertentu, yang dapat terpengaruh oleh kontrasepsi hormonal. 

Penggunaan Pil KB Darurat saat Umroh

Dalam menjalankan ibadah umroh, banyak perempuan mempertimbangkan penggunaan pil kontrasepsi untuk menunda haid. Hal ini bertujuan agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih nyaman tanpa gangguan siklus menstruasi selama perjalanan. 

Namun, bagaimana dengan pil KB darurat? Menurut dr. Enrico, pil KB darurat tidak diindikasikan untuk menunda haid terutama dalam perjalanan ibadah (umroh). 

Sebab, penggunaan singkat levonogestrel dosis tinggi dalam pil tersebut membuat siklus menstruasi bergeser lebih cepat atau lambat. Hal ini justru berisiko menyebabkan haid menjadi tidak teratur yang mungkin mengganggu perjalanan ibadah umroh. 

“Penggunaan progesteron jenis lainnya dengan dosis kecil namun dikonsumsi harian, misalnya nomegestrol atau norethisterone, lebih tepat untuk mencegah proses menstruasi dengan mencegah terjadinya ovulasi, menstabilkan dinding rahim/endometrium, dan menghalangi pertumbuhan dinding rahim.” Tambahnya pada Halodoc. 

Bagi perempuan yang ingin menunda haid selama umroh, agar tetap bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah tanpa terhalang menstruasi, pil kontrasepsi hormonal sering digunakan.

Terdapat beberapa jenis obat yang bisa digunakan, antara lain:

  • Pil KB kombinasi (PKK). Mengandung estrogen dan progestin, pil ini dapat digunakan secara terus-menerus tanpa jeda untuk mencegah terjadinya menstruasi. Biasanya, pil ini dikonsumsi dari siklus sebelum keberangkatan dan dilanjutkan selama ibadah berlangsung.
  • Pil progestin saja (minipil). Obat ini hanya mengandung progestin dan sering digunakan bagi perempuan yang tidak cocok dengan pil kombinasi. Penggunaannya perlu dimulai sekitar dua minggu sebelum haid diperkirakan datang.

Agar lebih aman, konsultasikan dokter spesialis kandungan bila ingin menggunakan pil KB. Tujuannya, agar pil ini bekerja dengan efektif dan tidak menimbulkan efek samping pada tubuh. 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2025. Emergency Contraception: What You Need to Know.
Healthline. Diakses pada 2025. How Effective Is the Morning-After Pill?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Emergency Contraception: Uses and Side Effects.
National Health Service (NHS). Diakses pada 2025. Emergency Contraception: How It Works and When to Use It.
Douglas JT, Nathalie K, Markus JS. Maximizing the effectiveness of 1.5 mg levonorgestrel for emergency contraception: The case for precoital use. Contraception2024. X(6).