
Ketahui Fungsi Hati dengan Organ Ekskresi Manusia
Hati berperan krusial dalam sistem ekskresi dengan mengubah amonia menjadi urea serta menyaring zat beracun dari aliran darah.

DAFTAR ISI
- Struktur dan Bentuk Hati Manusia
- Fungsi Hati yang Berhubungan dengan Organ Ekskresi
- Cara Menjaga Kesehatan Hati
- Penyakit yang Umum Menyerang Hati
- Kapan Harus ke Dokter?
Hati merupakan organ internal terbesar sekaligus kelenjar paling kompleks dalam tubuh manusia yang memegang peranan vital dalam metabolisme dan sistem ekskresi.
Terletak di rongga perut kanan atas, organ berwarna cokelat kemerahan ini bekerja tanpa henti sebagai “laboratorium kimia” tubuh yang menyaring darah, memproduksi empedu untuk pencernaan lemak, hingga menetralkan racun berbahaya.
Menjaga kesehatan hati sangatlah krusial, mengingat fungsinya yang tidak tergantikan dalam memproses sel darah merah yang mati serta mendukung sistem imun melawan infeksi.
Struktur dan Bentuk Hati Manusia
Hati memiliki bentuk yang unik, menyerupai segitiga atau kerucut dengan warna cokelat kemerahan. Sebagai organ internal terbesar, hati memiliki berat sekitar 1,4 kg pada orang dewasa. Letaknya berada di bagian kanan atas rongga perut, di bawah diafragma, serta di atas lambung, ginjal kanan, dan usus.
Secara struktural, hati terbagi menjadi dua lobus utama: lobus kanan yang lebih besar dan lobus kiri yang lebih kecil. Kedua lobus ini dipisahkan oleh ligamen falciform.
Selain itu, terdapat juga lobus kaudatus dan kuadratus. Di dalam hati, terdapat sekitar 100.000 unit fungsional kecil berbentuk heksagonal yang disebut lobulus. Lobulus ini mengandung pembuluh darah dan sel-sel hati yang disebut hepatosit.
Fungsi Hati yang Berhubungan dengan Organ Ekskresi
Tidak seperti kebanyakan organ, hati memiliki dua sumber darah yang utama. Vena portal membawa darah kaya nutrisi dari sistem pencernaan, dan arteri hepatik membawa darah beroksigen dari jantung. Pembuluh darah terbagi menjadi kapiler kecil dengan masing-masing berakhir di lobulus.
Lobulus sendiri adalah unit fungsional hati dan terdiri dari jutaan sel yang disebut hepatosit. Darah dikeluarkan dari hati melalui tiga vena hepatika.
Fungsi hati sebagai salah satu organ yang berhubungan dengan sistem ekskresi manusia bisa dikatakan sangat kompleks. Berikut beberapa di antaranya:
1. Produksi empedu
Pertama, fungsi hati yang berhubungan dengan organ ekskresi adalah membuat empedu. Cairan empedu memiliki warna kehijauan dan memiliki fungsi untuk mengikat sekaligus membantu memecah lemak di usus halus pada proses pencernaan.
2. Mengubah amonia menjadi urea
Proses yang berkaitan dengan metabolisme protein akan membentuk senyawa amonia sebagai zat sisa. Amonia sendiri merupakan senyawa kimia yang keberadaannya justru membahayakan tubuh. Inilah mengapa, amonia selanjutnya akan disaring oleh organ hati dan diubah menjadi urea.
Berikutnya, urea yang merupakan senyawa yang tidak berbahaya dan tidak lagi digunakan oleh tubuh akan dikeluarkan bersama dengan urine.
3. Mengolah sel darah merah yang mati
Sel darah merah akan mati dalam waktu beberapa bulan. Nantinya, sel darah merah yang sudah mati akan dipecah oleh organ hati menjadi zat yang dapat dipakai lagi oleh tubuh, seperti zat besi, globin, dan zat hemin.
Zat besi untuk selanjutnya akan disimpan dalam organ hati, sementara globin akan dipakai oleh tubuh untuk membuat sel darah merah yang baru. Sisanya, zat hemin akan dipakai oleh empedu untuk membuat bilirubin.
4. Mencegah terjadinya infeksi
Hati juga merupakan salah satu organ yang mendukung sistem imun. organ penting ini akan menyaring kuman atau bakteri yang ada pada aliran darah untuk membantu melindungi tubuh dari bahaya infeksi.
5. Mengeluarkan zat beracun
Semua aliran darah akan melewati organ hati. Ketika proses ini berlangsung, hati akan melakukan tugasnya yaitu menyaring zat racun dan semua zat yang berbahaya untuk tubuh.
Selanjutnya, semua zat tadi akan dikeluarkan dengan bantuan empedu dan dibuang ke luar tubuh dalam bentuk feses maupun urine. Proses ini bertujuan untuk melindungi dan menjaga tubuh sehingga tidak mudah terpapar zat beracun.
Cara Menjaga Kesehatan Hati
Menjaga kesehatan hati melibatkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan:
- Konsumsi makanan sehat: Pilih makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Hindari makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam.
- Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak sel-sel hati dan menyebabkan penyakit hati alkoholik.
- Hindari penggunaan narkoba: Penggunaan narkoba, terutama melalui jarum suntik, dapat meningkatkan risiko infeksi virus hepatitis yang merusak hati.
- Hati-hati dengan obat-obatan: Beberapa obat-obatan dapat merusak hati jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.
- Vaksinasi hepatitis: Vaksinasi hepatitis A dan B dapat melindungi kamu dari infeksi virus hepatitis yang dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Olahraga teratur: Olahraga membantu menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi risiko penyakit hati berlemak non-alkoholik.
Jika mengalami gejala gangguan hati, ini 5 Dokter Spesialis yang Bisa Bantu Perawatan Gangguan Fungsi Hati untuk kamu hubungi.
Penyakit yang Umum Menyerang Hati
Berbagai penyakit dapat memengaruhi fungsi hati, termasuk:
- Hepatitis: Peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus (hepatitis A, B, C, D, dan E), alkohol, obat-obatan, atau penyakit autoimun.
- Penyakit hati berlemak: Kondisi di mana terjadi penumpukan lemak berlebihan di hati, yang dapat disebabkan oleh obesitas, diabetes, atau konsumsi alkohol berlebihan.
- Sirosis: Jaringan parut pada hati yang disebabkan oleh kerusakan hati kronis akibat hepatitis, alkohol, atau penyakit hati lainnya.
- Kanker hati: Pertumbuhan sel-sel kanker di hati, yang dapat berasal dari hati itu sendiri atau menyebar dari organ lain.
Ketahui lebih lanjut tentang Penyakit Liver – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya agar kamu semakin waspada terhadap kondisi ini.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan masalah pada hati, seperti:
- Kuning pada kulit dan mata (jaundice).
- Nyeri perut bagian atas.
- Pembengkakan pada perut dan kaki.
- Urine berwarna gelap.
- Feses berwarna pucat.
- Mual dan muntah.
- Kelelahan kronis.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius akibat penyakit hati.
Jika mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



