Ini 7 Penyebab Keputihan Setelah Haid dan Cara Mengatasinya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   02 September 2024

“Keputihan setelah haid adalah proses alami tubuh untuk membuang sisa darah saat menstruasi. Namun, keputihan abnormal dapat disebabkan oleh infeksi bakteri hingga infeksi menular seksual.”

Ini 7 Penyebab Keputihan Setelah Haid dan Cara MengatasinyaIni 7 Penyebab Keputihan Setelah Haid dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI:


Halodoc, Jakarta – Keputihan setelah haid adalah kondisi keluarnya cairan dari vagina setelah periode menstruasi atau haid selesai. Fenomena ini umumnya bersifat normal.

Lantas, kenapa setelah selesai haid keluar keputihan? Ini proses alami untuk membersihkan rahim dari sisa-sisa darah dan jaringan selama menstruasi. Warnanya bening, memiliki tekstur lendir, dan tidak berbau.

Ketahui lebih lanjut mengenai penyebab keputihan dan cara mengatasinya di bawah ini!

Penyebab Keputihan Setelah Haid

Keputihan setelah haid dapat bervariasi dan terkadang bisa menjadi tanda masalah kesehatan.

Apakah keputihan setelah haid itu normal? Secara umum, keputihan setelah haid merupakan hal yang normal jika tidak mengalami perubahan yang signifikan seperti perubahan warna atau bau yang tidak biasa. 

Namun, jika terdapat perubahan yang signifikan dalam warna, bau, atau teksturnya, ini bisa menjadi tanda dari gangguan kesehatan.

Beberapa kemungkinan penyebabnya, yaitu:

1. Fluktuasi hormon yang belum stabil

Studi berjudul GnRH—A Key Regulator of FSH yang terbit pada Endocrinology menyatakan, selama siklus menstruasi wanita, otak dan ovarium memberikan sinyal kepada sistem reproduksi.

Alhasil, fluktuasi hormon reproduksi di dalam tubuh menjadi tak terkendali. 

Studi juga menyebutkan beberapa jenis hormon yang berperan dalam proses tersebut, antara lain:

  • Estrogen. 
  • Hormon luteinisasi (LH).
  • Hormon perangsang folikel (FSH).
  • Progesteron.
  • Hormon pelepas gonadotropin (GnRH).

Hormon-hormon tersebut memicu kelenjar di leher rahim dan vagina memproduksi lebih banyak keputihan.

Biasanya, keputihan terjadi beberapa hari setelah menstruasi berakhir, yaitu saat kadar estrogen mulai meningkat dan tubuh bersiap untuk ovulasi.

Apabila terjadi keputihan abnormal, kamu dapat menggunakan obat keputihan yang direkomendasikan pada artikel berikut ini: “7 Obat Keputihan yang Bisa Dipilih Berdasarkan Penyebabnya”. 

2. Darah masih tersisa

Penyebab keputihan setelah haid lainnya, yaitu adanya darah yang masih tersisa dan belum dikeluarkan dari lapisan rahim.

Hal ini dapat terjadi dalam beberapa hari setelah menstruasi berhenti.

Keputihan dari darah yang masih tersisa ini umumnya berwarna putih kecoklatan.

Volumenya juga tidak terlalu banyak dan dapat membaik dengan sendirinya seiring dengan waktu.

3. Ovulasi

Ketika menstruasi selesai dan tubuh memasuki fase ovulasi, akan terjadi perubahan hormon dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan lendir serviks menjadi lebih encer dan terjadi peningkatan produksi lendir di vagina. 

Proses tersebut yang mungkin menyebabkan keputihan setelah haid. Keputihan ini tersebut bersifat normal dan merupakan bagian dari proses alami reproduksi wanita.

Nah, kamu dapat mengetahui lebih lanjut mengenai fase ini dengan membaca artikel berikut ini: “Inilah Pentingnya Mengetahui Ovulasi dan Masa Subur”.

4. Pil KB

Pil KB atau kontrasepsi oral mengandung hormon estrogen dan progesteron yang dapat mengubah keseimbangan hormon dalam tubuh.

Salah satu efek dari perubahan hormonal ini adalah peningkatan produksi lendir serviks untuk mencegah masuknya sperma masuk ke rahim.

Umumnya, hal ini menyebabkan peningkatan keputihan pada wanita yang mengonsumsi pil KB.

Keputihan pada pengguna pil KB cenderung lebih putih dan bertekstur lebih tebal.

5. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis (BV) adalah infeksi yang terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri alami di dalam vagina. Vagina sendiri memiliki tingkat keasaman yang terjaga oleh bakteri baik. 

Ketika bakteri jahat menggantikan bakteri baik, pH vagina akan berubah.

Hal ini dapat memengaruhi lendir serviks dan menyebabkan perubahan dalam konsistensi dan bau keputihan.

Salah satu tandanya adalah perubahan warna keputihan menjadi putih susu.

Ketahui penjelasan selengkapnya di sini: “Ini Berbagai Penyebab Keputihan Putih Susu yang Perlu Diketahui.”

6. Infeksi jamur

Secara alami, vagina mengandung campuran seimbang antara ragi jamur, termasuk Candida, dan bakteri.

Bakteri tertentu berperan dalam mencegah pertumbuhan berlebihan ragi di vagina.

Namun, keseimbangan ini dapat terganggu, sehingga menyebabkan pertumbuhan ragi yang berlebihan dan menimbulkan infeksi jamur. Infeksi jamur dapat terjadi selama atau setelah menstruasi.

Gejala terjadinya infeksi jamur vagina meliputi gatal intens, sensasi terbakar, dan keputihan kental yang berwarna putih atau kekuningan, sering kali mirip tekstur keju.

7. Infeksi menular seksual

Mengidap infeksi menular seksual (IMS) juga dapat menyebabkan keputihan setelah haid berwarna kuning atau hijau.

Keputihan akibat IMS ini bisa menjadi pertanda klamidia, trikomoniasis, dan gonore, serta menyebabkan bau menyengat.

Selain mengetahui penyebabnya, kamu juga perlu mengetahui waktu yang tepat untuk mengunjungi dokter saat alami keputihan abnormal.

Simak pembahasannya pada artikel berikut ini: “Warna Keputihan Tidak Normal, Kapan Harus ke Dokter?

Cara Mengatasi Keputihan Setelah Haid 

Perubahan lendir serviks terjadi akibat perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi.

Lantas, berapa lama keputihan saat haid? Jika memiliki siklus menstruasi 28 hari, umumnya keputihan akan mengikuti pola berikut:

  • Hari 1-4 setelah haid berakhir. Bertekstur kering atau lengket, warnanya bisa putih atau kuning.
  • Hari 4-6. Bertekstur lengket, agak lembab dan berwarna putih.
  • Hari 7-9. Konsistensi lembut seperti yogurt, basah.
  • Hari 10-14. Menyerupai putih telur mentah, licin, dan sangat basah.
  • Hari ke 14-28. Keputihan berhenti sampai terjadi haid.

Simak penjelasan lebih lanjut mengenai keputihan yang normal pada artikel berikut: “Begini Ciri Keputihan yang Normal”.

Jika keputihan mengalami perubahan tekstur, bau, dan warna, perawatannya akan tergantung pada gejala yang kamu alami.

Dalam kebanyakan kasus, keputihan biasanya normal dan tidak memerlukan pengobatan.

Jika diperlukan, pengobatannya meliputi:

  • Obat antijamur yang dijual bebas. Kamu dapat menggunakan obat ini jika keputihan terjadi akibat infeksi jamur. Selain itu, kamu bisa menggunakan kombinasi dari krim dan obat oral. 
  • Obat resep. Jenis obat ini bermanfaat untuk infeksi yang lebih parah dan terjadi secara berulang, terutama pada orang pascamenopause.
  • Obat antibiotik.  Obat ini dapat kamu gunakan jika keputihan setelah haid terjadi akibat vaginosis bakterialis. Dosis dan tata cara penggunaan akan diberikan langsung oleh dokter terkait.
  • Menjaga kebersihan area genital. Cuci area genital secara lembut dengan air hangat dan sabun ringan guna menjaga keseimbangan bakteri alami.
  • Perhatikan bahan celana dalam. Gunakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun agar dapat menyerap kelembaban. Jenis bahan ini juga dapat meningkatkan sirkulasi udara di area genital.
  • Hindari pakaian ketat. Pakaian ini menyebabkan penumpukan kelembaban di area genital. Dampaknya, akan terjadi pertumbuhan bakteri dan jamur. 
  • Perbanyak air putih. Minum banyak air dapat membantu menjaga hidrasi tubuh dan menjaga kelembaban alami di area genital.

Selain masalah keputihan, kondisi haid yang tidak teratur juga perlu kamu waspadai. Baca selengkapnya di artikel ini: “Waspada, Ini 11 Penyebab Datang Bulan Tidak Teratur”.

Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Keputihan

Apabila kamu mengalami tanda-tanda keputihan abnormal, segera hubungi dokter untuk tahu cara pengobatannya.

Nah, berikut ini terdapat beberapa rekomendasi dokter di Halodoc yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan bisa membantu mengobati keputihan.

Mereka juga memiliki penilaian yang baik dari pasien-pasien yang pernah mereka tangani sebelumnya, ini daftarnya:

Dokter Spesialis Kulit:

Dokter Spesialis Kebidanan:

Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.

Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.

Kamu juga dapat membeli obat untuk atasi keputihan dengan mudah melalui Toko Kesehatan Halodoc.

Dengan Halodoc, nikmati pengiriman obat secara cepat dari apotek terpercaya..

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2023. Is It Normal to Have Discharge After My Period?
Very Well Health. Diakses pada 2023. Discharge After Period: What It Means.
Endocrinology. Diakses pada 2023. GnRH—A Key Regulator of FSH.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Cervical Mucus.
Mayo Clinic. Diakses 2024. Yeast Infection (Vaginal)

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan