Ad Placeholder Image

Gangguan Haid dan Hormon saat Puasa, Kapan Perlu ke Dokter?

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   21 Februari 2025

Saat puasa, tubuh wanita mengalami perubahan pola makan dan jam biologis yang bisa berdampak pada hormon.

Gangguan Haid dan Hormon saat Puasa, Kapan Perlu ke Dokter?Gangguan Haid dan Hormon saat Puasa, Kapan Perlu ke Dokter?

DAFTAR ISI

  1. Pengaruh Puasa terhadap Hormon dan Siklus Menstruasi
  2. Gangguan Haid yang Masih Normal saat Puasa
  3. Kapan Perlu ke Dokter?

Puasa dapat membawa berbagai perubahan dalam tubuh, termasuk dalam siklus menstruasi. 

Beberapa wanita mungkin mengalami gangguan haid seperti siklus yang tidak teratur, durasi haid yang lebih pendek atau lebih panjang, bahkan tidak mengalami haid sama sekali.

Hal ini sering kali berkaitan dengan perubahan pola makan, stres, serta perubahan hormonal yang terjadi selama bulan Ramadhan. Namun, kapan gangguan haid ini dianggap normal dan kapan perlu ke dokter?

Pengaruh Puasa terhadap Hormon dan Siklus Menstruasi

Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan jam biologis yang bisa berdampak pada hormon, terutama estrogen dan progesteron, yang berperan dalam siklus haid.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan siklus haid saat puasa antara lain:

Perubahan Pola Makan

Kurangnya asupan nutrisi yang cukup atau perubahan drastis dalam pola makan dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi.

Jika tubuh kekurangan kalori atau nutrisi tertentu, produksi hormon bisa terganggu, yang menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur.

Stres dan Perubahan Pola Tidur

Kurangnya tidur akibat perubahan jadwal sahur dan tarawih, ditambah dengan stres karena adaptasi puasa, bisa meningkatkan kadar kortisol (hormon stres).

Kortisol yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi, menyebabkan keterlambatan atau bahkan hilangnya haid sementara.

Perubahan Berat Badan

Penurunan berat badan yang drastis atau kenaikan berat badan yang signifikan selama puasa juga bisa mempengaruhi siklus menstruasi.

Lemak tubuh memiliki peran penting dalam produksi hormon estrogen, sehingga perubahan berat badan yang ekstrem dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Gangguan Haid yang Masih Normal saat Puasa

Beberapa perubahan siklus menstruasi yang masih tergolong normal saat puasa meliputi:

  • Siklus haid menjadi sedikit lebih panjang atau lebih pendek.
  • Menstruasi datang lebih awal atau lebih lambat dari biasanya.
  • Volume darah haid lebih sedikit atau lebih banyak dibandingkan siklus sebelumnya.
  • Nyeri haid yang lebih terasa atau justru berkurang selama puasa.

Biasanya, gangguan ini bersifat sementara dan siklus haid akan kembali normal setelah puasa berakhir atau setelah tubuh kembali ke pola makan dan tidur yang stabil.

Kapan Perlu ke Dokter?

Meskipun gangguan haid saat puasa sering kali bersifat sementara, menurut dr. Enrico Hervianto Sp.OG yang diwawancara oleh tim Halodoc, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter:

  • Haid tidak datang selama lebih dari tiga bulan berturut-turut tanpa alasan yang jelas (bukan karena kehamilan).
  • Pendarahan sangat banyak atau berlangsung lebih dari 10 hari.
  • Nyeri haid yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Siklus haid menjadi sangat tidak teratur atau terlalu sering terjadi (kurang dari 21 hari).
  • Muncul gejala lain seperti rambut rontok parah, jerawat berlebihan, atau
  • Kenaikan/penurunan berat badan drastis.

dr. Enrico Hervianto Sp.OG juga menyebutkan bahwa gangguan ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan hormon, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau gangguan tiroid.

Jika gangguan haid dan hormonal terus berlangsung atau disertai dengan gejala lain yang mengganggu, segera tanya dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Abnormal Menstruation (Periods) 
NHS UK. Diakses pada 2025. Irregular Periods.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What to Know About Irregular Periods.
Healthline. Diakses pada 2025. What Causes Menstrual Irregularity?