Advertisement

Cara Menyikapi Anak Yang Malas Puasa

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   18 Maret 2022

“Menyikapi anak yang malas puasa bisa gampang-gampang susah. Meski begitu, ada cara-cara yang efektif untuk mengajarkan anak berpuasa. Tentunya mengajarkan anak berpuasa harus secara perlahan dan tanpa paksaan. Begini cara tepat menyikapi anak yang malas puasa.”

Cara Menyikapi Anak Yang Malas PuasaCara Menyikapi Anak Yang Malas Puasa

Halodoc, Jakarta – Ketika anak tumbuh semakin dewasa, tidak ada alasan lagi baginya untuk tidak berpuasa. Bagi anak-anak, mereka mungkin tidak terbiasa dengan aktivitas puasa sehingga acap kali malas untuk melakukannya. Namun, apabila tidak dibiasakan, sampai dewasa anak bisa enggan untuk berpuasa. Padahal, puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib untuk umat muslim. 

Mengajarkan anak puasa pun tidak bisa dilakukan secara instan, orang tua perlu mencari cara yang paling efektif dan pelan-pelan mengajari anak untuk berpuasa. Lantas, bagaimana cara mengajarkan anak yang malas puasa? Simak penjelasan selengkapnya

Cara Menyikapi Anak yang Malas Puasa

Menurut Dr. Dewi Retno Suminar, Dra., M.Si., Psikolog, pakar psikologi anak Universitas Airlangga (UNAIR) mengatakan, anak bisa diajarkan puasa sejak dini. Namun, orang tua perlu memperhatikan porsi pikiran dan kekuatan fisik anak saat menjalankan puasa. 

Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya mengajarkan anak secara perlahan dan tanpa memaksa. Nah, berikut beberapa tips yang bisa ibu coba dalam menyikapi anak yang malas berpuasa:

1. Jelaskan makna berpuasa

Peratama-tama, ibu perlu menjelaskan makan puasa pada Si Kecil. Pada anak yang sudah masuk usia sekolah, seharusnya ia lebih bisa memahami tentang makna puasa dan biasanya sudah mendapatkan penjelasan tentang puasa di sekolah. Jelaskan pada anak bahwa Ramadan adalah bulan yang baik bagi umat Islam untuk beribadah, salah satu ibadah yang dilakukan selain sholat lima waktu adalah berpuasa. 

Beri pengertian kepadanya bahwa berpuasa tersebut hukumnya wajib untuk umat Islam dan akan diganjar pahala yang besar. Usahakan agar anak benar-benar paham semua konsep tentang Ramadan, sehingga ia akan mau menjalankannya dan menjadi pribadi yang religius. 

2. Biarkan Si Kecil berpuasa secara bertahap

Setelah Si Kecil memahami arti puasa, biarkan ia berpuasa secara bertahap tanpa paksaan, terlebih jika anak baru pertama kali menjalankan puasa. Meski begitu, semangati Si Kecil dan bujuk ia agar terus memundurkan waktu berbuka puasa. Jika Si Kecil sudah terlihat lemas dan tidak berdaya, jangan paksa untuk melanjutkan dan biarkan ia berbuka.

3. Berikan penghargaan

Siapa yang tidak suka diberi hadiah? Begitupun anak-anak, mereka pasti akan senang saat diberi penghargaan atas usahanya. Sebaiknya, berikan Si Kecil penghargaan saat ia berhasil berpuasa seharian penuh. Ibu bisa mengiming-imingi anak dengan hadiah yang mereka inginkan bila berhasil menjalankan ibadah puasa.

Misalnya kalau sukses puasa sehari penuh, ibu akan memasak makanan yang ia sukai atau memberi tambahan uang jajan saat Lebaran. Dengan demikian, Si Kecil akan lebih termotivasi dan semangat dalam menjalankan puasa. 

4. Sembunyikan makanan yang bikin tergoda

Terkadang, orang dewasa saja bisa tergoda ketika melihat makanan yang lezat. Apalagi anak-anak, mereka mungkin akan lebih sulit untuk mengontrol hawa nafsunya dan cenderung impulsif. Maka dari itu, ibu mungkin perlu menyembunyikan makanan yang membuat anak tergoda dan menjadi lapar. 

Usahakan agar kulkas hanya berisi makanan mentah saja yang akan diolah menjelang sore atau sahur, sehingga anak tidak akan makan kudapan secara sembunyi-sembunyi. Minta juga anak untuk tidak melakukan banyak aktivitas yang membuatnya letih atau kurangi aktivitas bermain di luar rumah. Sebab, ada kemungkinan anak akan membeli makanan tanpa sepengetahuan kita.

5. Jangan ajarkan anak mengeluh

Sebagai orang tua yang baik, ibu diharapkan untuk mencontohkan hal-hal yang baik kepada anak. Jangan sampai anak mengetahui kalau ibu sedang mengeluh karena lapar dan lemas. Sebagai gantinya, ibu dapat mengajak anak tidur siang atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya untuk mengurangi rasa lemas saat puasa.

6. Masak hidangan favorit

Tips lain yang bisa ibu coba adalah memasak hidangan favorit Si Kecil. Tanyakan pada Si Kecil menu apa yang ingin ia makan. Dengan begitu, ia mungkin akan lebih bersemangat menjalankan puasa karena ingin berbuka dengan makanan favoritnya.

Usia Ideal untuk Anak Menjalankan Puasa

Dr. Dewi mengatakan, anak di bawah usia tujuh tahun adalah masa yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa. Sebab, di masa ini lah perkembangan kognitif praoperasional sedang pesat-pesatnya. Cara mengajarkan puasa yang paling baik adalah dengan memberikan contoh langsung atau memberi kesempatan kepada Si Kecil untuk meniru perilaku orang tuanya.

Misalnya, ketika anak bangun sahur, biarkan anak melihat apa yang dilakukan orang tua dan jelaskan mengapa mereka harus makan sahur sebelum berpuasa.

Sedangkan untuk anak usia tujuh tahun ke atas adalah masa perkembangan kognisi operasional konkritnya. Artinya, di usia ini anak sudah bisa diajarkan untuk berpuasa seharian penuh. Cara terbaik mengajarkan puasa adalah dengan memberikan hadiah atau penghargaan ketika anak mampu berpuasa selama satu bulan penuh secara konsisten. 

Jika ibu punya pertanyaan lain seputar kesehatan anak atau tips pola asuh lainnya, jangan ragu untuk menghubungi psikolog melalui aplikasi Halodoc. Segera hubungi psikolog supaya perkembangan Si Kecil tetap terpantau, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Republika. Diakses pada 2022. Anak Malas Berpuasa? Ini Kiat Membujuk yang Tepat.
UNAIR. Diakses pada 2022. The right way to teach children to fast according to UNAIR Psychology expert.
Voice Of Indonesia. Diakses pada 2022. Introducing Fasting To Children Is Easy Nor Difficult, How’s The Method?