Advertisement

Bronkiolitis: Infeksi Paru-Paru pada Bayi yang Punya Gejala Seperti Flu

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   01 November 2024

“Bronkiolitis pada bayi bisa menyebabkan kekurangan kadar oksigen dalam darah hingga gagal napas yang bisa berakibat fatal.”

Bronkiolitis: Infeksi Paru-Paru pada Bayi yang Punya Gejala Seperti FluBronkiolitis: Infeksi Paru-Paru pada Bayi yang Punya Gejala Seperti Flu

DAFTAR ISI


Bagi kamu para orang tua sebaiknya jangan sekali-kali menganggap remeh gejala flu pada bayi atau anak di bawah dua tahun. Sebab, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala dari bronkiolitis. Bronkiolitis memiliki gejala yang serupa seperti flu biasa, tetapi bisa bertambah parah hingga menimbulkan sesak napas.

Bronkiolitis adalah infeksi paru-paru yang umum terjadi pada pada bayi dan anak usia dua  tahun ke bawah. Infeksi pada paru-paru ini menyebabkan pembengkakan dan iritasi, serta penumpukan lendir di saluran udara kecil yang terdapat pada paru-paru.

Sebagian besar anak dengan bronkiolitis bisa sembuh total dalam waktu beberapa minggu. Namun, anak-anak dengan riwayat asma atau penyakit paru-paru mungkin berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi. 

Penyebab Bronkiolitis yang Harus Diwaspadai

Penyebab utama bronkiolitis adalah infeksi virus. Beberapa virus yang menjadi penyebab bronkiolitis adalah: 

  • Virus Respiratory Syncytial (RSV). Virus ini adalah penyebab paling umum bronkiolitis pada anak dan bayi. 
  • Virus influenza. Virus ini juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang dapat berkembang menjadi bronkiolitis. 
  • Virus parainfluenza. Virus ini biasanya menyebabkan infeksi pernapasan dan meningkatkan risiko terjadinya bronkiolitis. 
  • Adenovirus. Virus ini menyebabkan berbagai infeksi pernapasan dan dapat berkontribusi pada penyakit bronkiolitis. 
  • Virus Metapneumovirus Manusia (hMPV). Virus ini adalah virus yang relatif baru, tetapi dapat menyebabkan infeksi bronkiolitis pada anak. 

Ada berbagai penyebab lainnya. Baca selengkapnya di artikel ini: 6 Penyebab Bronkiolitis yang Bisa Menyerang Anak.

Berbagai Gejala Bronkiolitis pada Anak

Gejala bronkiolitis biasanya muncul setelah infeksi virus pada saluran pernapasan atas. Gejala yang umum terjadi dari penyakit ini dapat berupa: 

  • Batuk.
  • Napas cepat
  • Sesak napas. 
  • Wheezing (suara mengi saat bernapas).
  • Demam.
  • Muntah.
  • Kesulitan makan. 

Sebenarnya bronkiolitis punya gejala yang sama dengan flu. Ada baiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisinya. Ingat, jangan anggap sepele gejalanya ya!

Bahaya Bronkiolitis Pada Anak

Bronkiolitis yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan beberapa komplikasi serius, antara lain: 

1. Kekurangan kadar oksigen

Bronkiolitis dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan, yang mengakibatkan anak kekurangan kadar oksigen hingga kesulitan bernapas.

2. Dehidrasi

Anak yang mengalami bronkiolitis mungkin kesulitan untuk minum atau makan akibat sulitnya bernapas. Alhasil, anak berisiko mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh Si Kecil terpenuhi selama sakit. 

3. Infeksi sekunder

Infeksi virus bronkiolitis dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri sekunder yang dapat berakibat fatal pada kesehatan saluran pernapasan. Salah satu infeksi sekunder yang mungkin terjadi adalah pneumonia. 

4. Peningkatan risiko terkena asma

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang pernah mengalami bronkiolitis, mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena asma di kemudian hari. 

5. Komplikasi jangka panjang

Dalam beberapa kasus, bronkiolitis dapat menyebabkan masalah pernapasan jangka panjang.

Cara Mengatasi Bronkiolitis

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi bronkiolitis pada bayi. Perawatan suportif bisa dilakukan bila gejalanya tidak terlalu berat. Berikut beberapa caranya:

1. Menjaga asupan cairan

Pastikan anak untuk tetap terhidrasi dengan memberikan ASI, susu formula, atau air putih. Tawarkan minum sesering mungkin bila anak sulit atau tidak memiliki nafsu makan. 

2. Gunakan humidifier

Humidifier dapat membantu menjaga kelembaban udara yang dapat memudahkan pernapasan. 

3. Obat penurun demam

Gunakan obat seperti paracetamol untuk mengurangi demam dan ketidaknyamanan pada anak. Berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui dosis yang tepat sesuai dengan usia dan berat badan anak. 

Ada beberapa pilihan obat demam untuk anak. Baca selengkapnya di artikel ini: “7 Rekomendasi Obat Demam Bayi yang Ampuh dan bisa didapatkan di Apotek.”.

4. Obat asma (jika diperlukan)

Jika anak yang mengalami bronkiolitis pernah memiliki riwayat asma, dokter mungkin akan meresepkan bronkodilator untuk membantu membuka saluran pernapasan. 

Mau tahu apa saja rekomendasi obat asma untuk anak? Simak rekomendasinya berikut ini, Ini Rekomendasi Obat Asma Anak yang Tersedia di Apotek. 

5. Perhatikan posisi tidur

Aturlah posisi kepala agak sedikit tegak saat tidur. Tujuannya, agar ia bisa bernapas dengan lebih lega atau mudah. 

6. Konsultasi ke dokter

Jika gejala memburuk atau anak terlihat sangat sakit, segera hubungi dokter. Dalam beberapa kasus, rawat inap mungkin diperlukan untuk pengawasan dan perawatan lebih lanjut. 

Lakukan 4 Tips Sederhana ini Agar Anak Terhindar dari Bronkiolitis.

Apa Kata Studi Terkait Bronkiolitis? 

Hal yang perlu ditegaskan, orang tua dan tenaga medis juga perlu melakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda gagal napas. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk merawat anak dengan baik serta selalu berkonsultasi dengan dokter. Tujuannya untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat. 

Referensi:
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2024. Bronchiolitis. 
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2024. Respiratory Syncytial Virus Infection. 
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2024. Influenza in Children. 
CDC. Diakses pada 2024. Parainfluenza Virus Infection.
CDC. Diakses pada 2024. Adenovirus.
CDC. Diakses pada 2024. Human Metapneumovirus. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Bronchiolitis. 
National Library of Medicine. Diakses pada 2024. Pediatrics Bronchiolitis.