Bagaimana Proses Autotomi pada Hewan Terjadi?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2021
Bagaimana Proses Autotomi pada Hewan Terjadi?Bagaimana Proses Autotomi pada Hewan Terjadi?

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah autotomi? Autotomi adalah kondisi saat hewan memutuskan atau membuang satu atau lebih bagian dari tubuhnya. Kondisi yang satu ini biasanya dilakukan oleh cicak dan beberapa spesies lain, seperti kadal, laba-laba atau moluska. Tujuannya sendiri adalah untuk menyelamatkan dan mempertahankan diri dari predator atau pemangsa. 

Saat sudah putus dari tubuh, bagian yang terlepas seperti ekor akan bergoyang dan bergerak. Nah, pergerakan tersebut digunakan untuk mengalihkan perhatian predator atau pemangsa, sehingga ia hanya menangkap ekornya saja, dan hewan dapat melarikan diri. Autotomi juga bisa disebut dengan amputasi diri. Lantas, bagaimana proses autotomi terjadi? Berikut ini penjelasan lain yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Perhatikan Hal Ini sebelum Memelihara Burung Kakak Tua

Apakah Bagian Tubuh yang Putus Akan Tumbuh Kembali?

Jika bagian tubuh yang putus adalah ekor, biasanya hewan terkait akan menumbuhkan lain bagian tubuh tersebut. Bagian ekor yang baru memang memiliki bentuk yang lebih pendek, tetapi berisi tulang rawan. Saat ekor diputuskan, sistem saraf pada bagian tersebut tidak mengalami kerusakan yang parah. Proses tumbuh kembali setelah terputus tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya beberapa saat saja, yaitu 5–6 hari kemudian. Pada minggu ke 10–12 ekor baru sudah terbentuk dengan sempurna. 

Pertanyaan yang sering terlintas mungkin, apa yang dilakukan pada hewan tersebut untuk bertahap hidup? Penjelasannya begini, autotomi adalah proses yang terjadi akibat respon terhadap rangsangan termal, kimia, atau listrik. Namun, kondisi tersebut paling sering dipicu oleh respon terhadap lingkungan akibat keselamatan diri yang mulai terancam. Jika demikian, apa bedanya dengan regenerasi?

Pada kadal, vertebrata, atau hewan yang memiliki tulang belakang lainnya, regenerasi merupakan proses yang sangat teratur memanfaatkan program pengembangan awal serta mekanisme. Hal tersebut bertujuan untuk memulihkan struktur dan fungsi ekor yang sudah terputus. Pada beberapa spesies proses regenerasi tersebut terjadi dengan cepat. Kondisi tersebut menjadi salah satu penjelasan betapa pentingnya ekor yang utuh.

Baca juga: Ini Bahayanya Kucing Suka Makan Tikus

Perbedaan antara Autotomi dan Regenerasi

Setelah mengetahui penjelasan autotomi, mungkin kamu akan berpikir, apa bedanya dengan regenerasi. Regenerasi sendiri adalah proses di mana bagian tubuh yang hilang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi organisme baru melalui cara aseksual (tidak berhubungan intim). Dengan kata lain, pemulihan atau pergantian bagian tubuh tersebut mengacu pada proses pengembangan organisme baru dari bagian tubuh yang hilang. Kemampuan tersebut dimiliki oleh hewan tanpa tulang punggung (invertebrata), seperti planaria, bintang laut, hydra, amfibi, reptil, dan spesies udang karang.

Sementara itu, autotomi adalah perilaku yang ditunjukkan oleh organisme tertentu sebagai bentuk pertahanan diri dari ancaman predator atau pemangsa. Bagian tubuh yang dilepaskan secara sengaja dapat diregenerasi, tetapi bisa juga tidak.

Baca juga: Fakta Unik Sejarah Ditemukannya Kucing Bengal

Persamaan antara Autotomi dan Regenerasi

Ada perbedaan, tentu ada pula persamaan antara autotomi dan regenerasi. Baik autotomi maupun regenerasi, keduanya sama-sama dilakukan secara sengaja. Selain itu, keduanya merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk bertahan hidup dari serangan predator atau pemangsa.

Itulah penjelasan lengkap dari autotomi serta perbedaannya dengan regenerasi. Jika kamu memiliki pertanyaan terkait dengan penjelasan tersebut, silahkan diskusikan dengan dokter hewan di aplikasi Halodoc, ya. Diskusikan juga jika hewan peliharaan mengalami gangguan kesehatan, sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.




Referensi:
Biology Online. Diakses pada 2021. Autotomy.
Science Direct. Diakses pada 2021. Autotomy.
Oxford Academic. Diakses pada 2021. The costs of autotomy and regeneration in animals: a review and framework for future research.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan