
Amankah Konsumsi Collagen Pemutih Badan? Ini Faktanya
Mengonsumsi collagen pemutih badan bisa dibilang aman jika produk sudah terdaftar di BPOM.

DAFTAR ISI
- Keamanan Konsumsi Collagen untuk Pemutih Badan
- Manfaat Kolagen untuk Kulit
- Jenis Kolagen dan Fungsinya
- Asupan Penambah Kolagen
- Apa Efek Samping Konsumsi Collagen?
- Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?
- Tips Aman Konsumsi Kolagen
Kolagen menjadi semakin populer sebagai suplemen untuk meningkatkan kesehatan kulit, sendi, dan tulang.
Namun, penting untuk memahami bahwa meskipun secara umum dianggap aman, konsumsi kolagen juga memiliki potensi efek samping dan risiko, terutama jika tidak sesuai dosis atau pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Keamanan Konsumsi Collagen untuk Pemutih Badan
Collagen pemutih badan boleh dikonsumsi. Namun, perlu kehati-hatian khusus terkait dengan aman atau tidaknya produk dan campuran bahan di dalamnya. Jadi, sebaiknya periksa dulu di BPOM untuk mengetahui kredibilitas suatu produk.
Lebih baik lagi jika kamu mengonsumsi collagen pemutih badan dari klinik kecantikan atau yang dianjurkan langsung oleh dokter kulit. Ini dapat mencegah risiko pembelian produk palsu.
Collagen pemutih badan yang langsung diresepkan oleh dokter kulit juga akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan masalah kulit yang dialami. Cara ini bisa mencegah efek samping dari pemakaian collagen.
Ketahui juga informasi mengenai Perawatan Kulit – Cara dan Jenis Sesuai Tipe Kulit agar senantiasa terjaga kondisinya.
Manfaat Kolagen untuk Kulit
Kolagen adalah protein penting yang berperan dalam menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit.
Suplementasi kolagen seringkali dikaitkan dengan berbagai manfaat untuk kulit, seperti mengurangi kerutan, meningkatkan hidrasi, dan memperlambat proses penuaan.



Jenis Kolagen dan Fungsinya
Terdapat berbagai jenis kolagen dalam tubuh, masing-masing dengan fungsi yang berbeda. Kolagen tipe I, II, dan III adalah yang paling umum.
Kolagen tipe I banyak ditemukan di kulit, tendon, dan tulang, sementara kolagen tipe II terutama terdapat pada tulang rawan. Kolagen tipe III mendukung struktur organ dan arteri.
Apabila telah melakukan perawatan tetapi kulit tidak membaik, Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Kulit di Halodoc yang bisa kamu hubungi.
Asupan Penambah Kolagen
Daripada mengonsumsi collagen pemutih badan yang belum jelas asal produknya, kamu bisa menambah asupannya dari nutrisi ini:
- Vitamin A. Asupannya bisa diperoleh dari mangga, sayuran berdaun hijau, wortel, udang, hati sapi, tomat, telur dan minyak hati ikan kod.
- Vitamin C. Asupannya bisa diperoleh dari stroberi, jeruk, pepaya, kelengkeng, brokoli dan sayuran berdaun hijau.
- Antosianin. Asupannya bisa diperoleh dari buah delima, anggur, beri, tomat dan kacang merah.
- Protein. Asupannya bisa diperoleh dari daging, susu, yoghurt, makanan laut, telur, kacang kedelai, ikan dan agar-agar.
- Mineral. Asupannya bisa diperoleh dari ekstrak daun pegagan.
Apa Efek Samping Konsumsi Collagen?
Meskipun kolagen relatif aman bagi banyak orang, penting untuk menyadari potensi efek samping yang mungkin timbul:
- Gangguan pencernaan: Beberapa orang mungkin mengalami efek samping seperti perut kembung, gas, konstipasi, atau diare.
- Rasa tidak enak/mual: Beberapa laporan menyebutkan adanya rasa pahit atau aftertaste yang dapat menyebabkan mual.
- Alergi atau reaksi kulit: Ruam, gatal, dan iritasi kulit dapat terjadi, terutama jika sensitif terhadap sumber kolagen seperti ikan atau sapi.
- Peningkatan risiko batu ginjal: Konsumsi berlebihan kolagen dapat meningkatkan kadar oksalat dalam urine, yang berpotensi memicu pembentukan batu ginjal.
- Hiperkalsemia: Suplemen kolagen yang berasal dari laut dapat mengandung kadar kalsium tinggi, yang jika berlebihan dapat menyebabkan mual, lemas, dan gangguan irama jantung.
- Gangguan kesehatan ginjal: Individu dengan kondisi ginjal yang sudah ada sebelumnya atau yang rentan terhadap batu ginjal harus berhati-hati dalam mengonsumsi kolagen.
- Efek pada orang sensitif: Beberapa orang mungkin mengalami sakit kepala, kesulitan tidur, atau gangguan pencernaan jika mereka sensitif terhadap komponen kolagen tertentu, seperti asam glutamat bebas.
Penting untuk diingat bahwa suplemen kolagen seringkali mengandung bahan tambahan seperti vitamin dan aditif yang juga dapat menimbulkan risiko tersendiri, tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu.
Kualitas dan sumber kolagen (misalnya, hewan atau laut) juga memainkan peran penting dalam menentukan potensi efek samping.
Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?
Kelompok individu berikut harus lebih berhati-hati atau sebaiknya menghindari konsumsi kolagen:
- Orang dengan riwayat alergi terhadap sumber kolagen (sapi, ikan, dll.).
- Orang dengan gangguan ginjal atau riwayat batu ginjal.
- Orang yang mengonsumsi suplemen kalsium atau suplemen lain yang dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
- Orang yang sensitif terhadap protein tertentu atau memiliki sistem pencernaan yang sensitif.
Tips Aman Konsumsi Kolagen
Jika kamu mempertimbangkan untuk mengonsumsi kolagen, perhatikan beberapa saran berikut:
- Prioritaskan asupan kolagen alami melalui makanan kaya protein seperti daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan.
- Jika memilih suplemen, perhatikan dosis dan sumber kolagen. Jangan mengonsumsi secara berlebihan.
- Pilih produk dari produsen yang terpercaya dan memiliki reputasi baik.
- Konsultasikan dengan dokter, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan ginjal atau alergi.
- Cermati bahan tambahan dalam suplemen, seperti vitamin, mineral, dan aditif, karena dapat menimbulkan efek samping tersendiri.
Sangatlah penting untuk memahami potensi efek samping dan risiko yang terkait dengan konsumsinya.
Konsultasikan dengan dokter di Halodoc sebelum memulai suplementasi kolagen, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Dengan memilih produk yang tepat, memerhatikan dosis, dan memantau reaksi tubuh, kamu dapat meminimalkan risiko efek samping dan memaksimalkan manfaat kolagen.
Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk hubungi dokter di Halodoc!



